sign up SIGN UP search


menyusui

3 Hal Penting tentang Menyapih Bayi di Malam Hari, Bunda Perlu Tahu

Annisa Karnesyia Senin, 08 Mar 2021 19:28 WIB
Confident female pediatrician examines a newborn baby. The baby's mother is holding her. The doctor is touching the baby's head. Baby bottles and a doctor's bag are on a table. caption
Jakarta -

Menyusui memang menjadi senjata banyak Bunda untuk menenangkan anaknya yang menangis. Tak hanya itu, menyusui juga bisa bikin anak nyaman dan cepat tidur.

Kebanyakan bayi menyusu untuk tidur dan akan terbangun satu sampai tiga kali di malam hari, terutama sampai usia 1 tahun. Dilansir Kelly Mom, menyusui memang dirancang untuk menghibur, membantu anak tidur, dan menangani stres.

Mengisap ternyata dapat melepaskan hormon kolesistokinin yang menyebabkan kantuk pada Bunda dan si Kecil. Selain itu, ASI juga mengandung hormon pemicu tidur, asam amino, dan nukelotida, yang dapat membantu bayi membentuk ritme sirkadiannya sendiri.


Bunda tidak bisa mengatur jadwal tidur bayi saat usia 3 hingga 6 bulan. Mencoba membuat jadwal hanya mengganggu pertumbuhan bayi dan memengaruhi suplai ASI Bunda.

Bayi biasanya akan mengatur waktu tidurnya sendiri. Ia mungkin bangun lebih awal dan langsung minta menyusu. Kondisi ini normal, asalkan Bunda tahu jumlah waktu tidur yang dibutuhkan si Kecil dalam sehari ya.

Saat bayi mulai disapih, menyusui di malam hari bisa menjadi tantangan, Bunda. Waktu tidur di malam hari seperti tonggak perkembangan yang dicapai bayi pada waktu berbeda.

Banner Resep Menu Makanan

Waktu tidur bisa terganggu jika bayi terus minta menyusu di malam hari. Sebuah studi menunjukkan bahwa bayi yang sudah lebih besar dapat mengonsumsi sebanyak 25 persen dari total asupan ASI harian di malam hari. Sebagian disebabkan karena adanya gangguan pemberian makan di siang hari.

Bunda perlu memaksimalkan pemberian ASI si Kecil pada siang hari agar dia tidak terbangun saat malam. Cobalah menyusui sambil berbaring dan ciptakan suasana yang bebas gangguan dan minim cahaya.

Terkadang bayi dapat teralihkan saat menyusu di siang hari. Hal ini membuat mereka tidak cukup ASI dan sering minta menyusu di waktu malam.

Sebelum menyapih bayi di malam hari, Bunda perlu konsultasikan dulu ke dokter. Bayi mungkin membutuhkan waktu menyesuaikan diri untuk tidak makan di malam hari.

Selain melihat kondisi bayi, Bunda juga perlu memerhatikan suplai ASI ya. Berhenti menyusui secara tiba-tiba bisa menimbulkan risiko mastitis yang menyebabkan suplai ASI turun. Lalu, apa yang harus dilakukan Bunda sebelum menyapih bayi di waktu malam? Berikut tipsnya:

1. Beri jarak waktu menyusui

Bayi baru lahir perlu disusui setiap dua hingga empat jam, Bunda. Namun, ketika bayi berusia 3 atau 4 bulan, kita perlu memberi jarak antar waktu menyusu.

Dokter biasanya memperkenalkan konsep menyusui secara bertahap, dengan menambahkan 15 hingga 30 menit di antara waktu menyusui dalam beberapa malam.

"Bila berhasil, pada akhirnya bayi akan tidur lebih lama," kata dokter anak Marvin Resmovits, M.D., dilansir What to Expect.

Buka halaman selanjutnya ya, Bunda, untuk baca tips berikutnya.

Simak juga tips perbanyak ASI saat menstruasi, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

HAL PENTING SAAT MENYAPIH ANAK DI MALAM HARI
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi