sign up SIGN UP search


menyusui

3 Posisi Menyusui Bayi Sakit agar Tak Rewel, Bunda Perlu Tahu

Annisa Karnesyia Rabu, 05 May 2021 14:36 WIB
Smiling mother breastfeeding her baby daughter while being at home. 3 Posisi Menyusui Bayi Sakit agar Tak Rewel, Bunda Perlu Tahu/ Foto: iStock
Jakarta -

Posisi menyusui yang tepat dapat menentukan kualitas dan kuantitas bayi mendapatkan ASI. Posisi menyusui juga enggak boleh sembarangan saat bayi sakit, Bunda.

Sejak bayi lahir, Bunda dapat menyusui bayi dengan berbagai posisi. Tidak ada aturan khusus tentang bagaimana memposisikan bayi saat menyusui. Paling penting, bayi nyaman dan pelekatan ke puting baik.

"Ibu tidak harus menyusui dalam posisi tertentu. Anda bisa menyusui dengan berbaring, duduk, atau bahkan berdiri. Selama ibu dan bayi merasa nyaman dan bayi menyusu dengan baik, posisi apa pun bisa dipilih," kata dokter obgyn Meredith Shur, MD, dilansir Very Well Family.


Meski Bunda punya satu pilihan posisi saat menyusui, sebaiknya jangan hanya terpaku pada posisi itu ya. Kita perlu membiasakan bayi menyusu dengan posisi berbeda agar dia tetap nyaman dalam kondisi apa pun.

Selain itu, posisi menyusui yang berbeda juga memungkinkan bayi mengeringkan area payudara lebih efektif. Hal ini dapat mencegah saluran ASI tersumbat dan beberapa masalah umum menyusui lainnya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menyusui dengan posisi berbaring atau santai paling baik, Bunda. Posisi ini dapat memicu refleks alami bayi untuk menemukan puting dan melakukan pelekatan dengan baik.

Posisi menyusui juga biasanya dikaitkan dengan kondisi Bunda dan si Kecil. Konselor laktasi dr.Ameetha Drupadi, CIMI, mengatakan bahwa beberapa posisi menyusui bisa dilakukan sesuai kondisi tertentu dari ibu dan bayi.

Bagi Bunda pemilik puting datar, posisi cross cradle bisa menjadi pilihan tepat agar si Kecil bisa menyusu dengan baik. Posisi ini dapat memudahkan Bunda menyusui bayi karena tangan kita menyanggah kepala dan bahunya.

"Posisi ini dilakukan dengan mengarahkan areola ke dalam mulut bayi, lalu ketika bayi mulutnya terbuka lebar masukkan sebagian besar areola dan peluk bayi sehingga bayi nyaman menyusu," ujar Ameetha dalam YouTube channel Ameetha Drupadi, dikutip Rabu (5/5/2021).

Sementara pada bayi kembar, posisi football hold dapat menjadi pilihan terbaik. Posisi ini memungkinkan Bunda menyusui dua bayi dalam satu kali proses menyusui dengan mendekatkannya sejajar dengan lengan kita.

Nah, pada ibu yang baru melahirkan atau menjalani operasi caesar, posisi menyusui yang sering digunakan adalah side lying. Posisi berbaring miring ke arah bayi ini bisa mencegah rasa sakit yang timbul setelah melahirkan.

Pada saat bayi sakit, posisi menyusui juga perlu disesuaikan ya. Bayi yang sakit perlu dibuat nyaman agar tidak rewel, Bunda.

Menyusui bayi sakit

Selama bayi sakit, Bunda tak boleh berhenti menyusui ya. Menyusui justru dapat melindungi bayi dari penyakit, meski tidak sepenuhnya dapat mencegah penyakit.

Bayi yang sakit perut, flu, atau terkena infeksi telinga tetap harus menyusu. ASI mengandung antibodi yang dapat membuat bayi cepat pulih dari sakitnya.

Selain itu, ASI memberikan nutrisi dan cairan penting yang dibutuhkan anak agar tetap terhidrasi saat sakit. Menyusui si Kecil juga dapat memberikan kenyamanan, Bunda.

"Menyusui dapat menyediakan cairan, nutrisi, dan kenyamanan pada anak yang sakit. Hanya sedikit penyakit yang bisa menghalangi ibu untuk menyusui," kata Shur.

Bila Bunda khawatir menyusui bayi yang sakit, sebaiknya segera konsultasi ke konselor laktasi ya. Jangan sampai rasa khawatir ini menunda pemberian ASI yang memberikan banyak manfaat untuk si Kecil.

Ibu menyusuiIbu menyusui/ Foto: iStock

Posisi menyusui bayi sakit

Bayi yang terkena infeksi dan timbul gejala pilek biasanya mudah rewel. Meskipun begitu, mereka seringkali ingin terus menyusu agar merasa nyaman.

Tubuh bayi yang sakit sebenarnya tahu kapan membutuhkan ASI yang mengandung antibodi. Mereka tahu bahwa kandungan ASI ini bisa membuat tubuh nyaman dan pulih dari sakit.

ASI dapat membantu meredakan sakit dan iritasi tenggorokan pada bayi. Sementara pelukan atau skin to skin saat proses menyusui dapat meredakan rasa nyeri dan memberikan kenyamanan.

Saat anak sakit, Bunda bisa menyusui dengan beberapa posisi, yakni:

1. Australian hold

Pada posisi ini, ibu berbaring telentang dan bayi diletakkan di atas dada ibu dengan posisi tengkurap. Posisi ini memudahkan bayi untuk menggapai puting ibu dan melakukan pelekatan dengan benar.

Selain berbaring, Bunda bisa melakukan posisi ini sambil duduk ya. Bayi dipegang secara vertikal menghadap Bunda. Lutut Bunda lalu menopang bayi, sementara satu tangan memegang kepalanya untuk mendekatkan mulut ke payudara.

Posisi ini bisanya dilakukan saat bayi sakit pilek sehingga sulit untuk bernapas.

2. Side lying (posisi miring)

Pada posisi ini, Bunda miring ke arah bayi dan bayi juga miring ke arah Bunda dalam posisi berbaring. Letakkan bayi sejajar dada Bunda pada posisi ini.

Kemudian punggung bayi bisa disanggah dengan bantal atau selimut yang digulung untuk mempertahankan posisinya. Lalu, lengan Bunda bisa diletakkan di kepala atau menyangga bayi hingga ke bokong.

Posisi side lying cocok diaplikasikan pada bayi yang sakit pilek. Posisi miring bisa menyesuaikan hidung bayi yang tersumbat. Misalnya, jika hidung sebelah kiri tersumbat, maka posisikan bayi miring ke arah kanan.

3. Upright hold

Pada posisi ini, bayi digendong tegak menghadap ibunya yang duduk. Posisi menyusui tegal ini seringkali membuat bayi nyaman, terutama bayi yang terkena infeksi telinga, memiliki refluks, atau tonus otot lemah.

Pada bayi yang masih kecil, Bunda perlu memegang erat tulang belakang dan kepala bayi agar tegak selama menyusui. Pada bayi yang sudah besar, mereka umumnya sudah bisa mempertahankan posisi tulang belakangan dan kepala tanpa bantuan.

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi