sign up SIGN UP search


menyusui

12 Cara Menyapih Anak dengan Metode Weaning with Love, Catat Ya Bun!

Annisa Karnesyia Rabu, 06 Oct 2021 14:31 WIB
Bayi menyusu caption
Jakarta -

Cara menyapih anak harus dilakukan tanpa paksaan ya, Bunda. Sebab, menyapih adalah proses alami yang terjadi dalam perkembangan anak.

Menurut Dokter Spesialis Anak dr. Meta Hanindita, Sp.A.(K), penyapihan adalah proses menggantikan Air Susu Ibu (ASI) secara bertahap dengan sumber nutrisi lainnya. Periode menyapih bisa dimulai saat bayi mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI dan berakhir setelah bayi tidak lagi mendapatkan ASI sama sekali.

Menyapih memang bukan perkara mudah. Cara menyapih anak harus tepat dan Bunda enggak boleh merasa khawatir karena anak sudah tidak mendapatkan ASI.


"Menyapih adalah periode alami pada perkembangan anak. Ibu dapat merasakan emosi yang bercampur antara senang karena akan merasakan kebebasan, namun juga sedih karena bayi beralih ke level hidup selanjutnya," kata Meta dalam buku Mommyclopedia 456 Fakta tentang ASI dan Menyusui.

Saat mulai menyapih, Bunda dan Si Kecil harus sudah siap ya. Menyapih seharusnya dilakukan saat kedua belah pihak ini siap.

Prinsip menyapih adalah dilakukan secara bertahap dan perlahan. Usahakan tidak melakukan menyapih secara mendadak karena anak bisa menolak.

"Perlahan yang dimaksud di sini bisa berarti dalam beberapa minggu, beberapa bulan, atau beberapa tahun," ujar Meta.

Proses menyapih secara bertahap bisa membantu anak untuk membiasakan diri dengan makanan lain selain ASI. Si Kecil juga punya kesempatan untuk berlatih minum di gelas.

Sementara untuk Bunda, proses menyapih bertahap membuat payudara dapat menyesuaikan penurunan produksi ASI lho. Dampak positifnya, Bunda bisa terhindari dari pembengkakan payudara, saluran ASI tersumbat, hingga mastitis.

Menyapih terlalu dini dan mendadak

Menyapih anak mungkin saja dilakukan secara mendadak karena kondisi Bunda tidak memungkinkan melakukan peralihan secara bertahap. Berikut 6 penyebab Bunda menyapih mendadak:

  1. Bunda sakit dan sedang konsumsi obat-obatan yang menyebabkan tidak diperbolehkan menyusui.
  2. Bunda memiliki masalah menyusui yang berkepanjangan dan tidak bisa segera ditangani, misalnya mastitis atau nyeri puting.
  3. Bunda hamil lagi
  4. Bunda kembali bekerja dan tidak bisa melakukan manajemen laktasi dengan baik.
  5. Bunda mengalami stres hingga depresi.
  6. Tidak ada dukungan dari lingkungan sekitar untuk menyusui anak.

Menyapih anak terlalu cepat sebaiknya dihindari ya, Bunda. Anak bisa menjadi stres bila disapih terlalu cepat atau dini. Berikut 5 gejala yang menandakan anak disapih terlalu cepat:

  • Timbul pembengkakan di payudara Bunda
  • Nyeri di payudara
  • Bunda merasa demam dan tidak nyaman
  • Anak rewel sekali dan sering mengamuk
  • Anak sering terbangun di malam hari
Anak makanIlustrasi anak diberikan MPASI/ Foto: Getty Images/iStockphoto/johnnyscriv

Prinsip menyapih anak

Cara menyapih anak harus dilakukan secara bertahap agar dia tidak stres dan rewel. Menurut konselor laktasi, dr.Lia Kurnia Hartanti, menyapih bukan cuma tentang anak berhenti menyusu di payudara ibunya. Proses ini juga berkaitan tentang bagaimana anak menjadi mandiri ya, Bunda.

"Menyapih bukan hanya urusan anak sudah tidak lagi menyusui, tapi bagaimana seorang anak juga bisa dilepaskan menjadi manusia yang mandiri. Jadi bukan cuma nenen atau enggak nenen, tapi dia siap enggak nih kalau tidak tergantung sama ibunya," kata dokter Lia kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Proses menyapih juga menyangkut kesiapan Bunda untuk melepas anak mandiri. Selain kemauan anak, Bunda juga perlu rela melepas anak untuk tidak menyusui eksklusif lagi ya.

"Dari segi psikologis juga penting tentang bagaimana melepaskan kemandirian seorang anak. Nah, dilihat juga apakah ibunya sudah siap atau belum," ujar dokter Lia.

"Biasanya seorang anak yang tidak siap disapih atau enggak mau ada faktor dari ibunya. Ibunya ini juga harus rela dan siap."

Bunda dapat menggunakan metode weaning with love dalam menyapih buah hati. Artinya, menyapih dengan cinta secara pelan-pelan sampai akhirnya anak mau menerima dan berhenti menyusu.

Dalam weaning with love, Bunda juga dituntut harus sabar karena metode kasih sayang atau cinta ini tetap memerlukan proses yang enggak sebentar. Kita juga perlu memantapkan hati untuk tidak menyusui dan melepas anak untuk disapih.

"Kita menyebutnya harus weaning with love, jadi menyapih dengan cinta dan jangan diputus secara tiba-tiba," ungkap Lia.

Cara menyapih anak

Cara menyapih anak enggak boleh dilakukan sembarangan ya. Berikut telah HaiBunda rangkum 10 tips cara menyapih anak dengan weaning with love dari dari dr. Meta Hanindita, Sp.A, tentang :

  1. Beberapa minggu sebelum mulai menyapih si Kecil, coba ajak dia bicara mengenai rencana ini ya, Bunda. Ulangi terus sampai Si Kecil mengerti.
  2. Bunda dapat menyusui saat anak memintanya, namun jangan menawarkan saat tidak meminta. Kemudian, perlahan-lahan Bunda bisa mengurangi frekuensi menyusui.
  3. Cari aktivitas di rumah yang bisa menggantikan waktu menyusu. Misalnya, membacakan buku cerita sebelum tidur bila sebelumnya anak suka menyusu di waktu ini.
  4. Saat si Kecil minta menyusu, coba tawarkan dia camilan atau susu di botol.
  5. Jangan langsung menyusui bila di Kecil memintanya. Coba katakan, "Nanti ya, tunggu sebentar".
  6. Jangan membohongi anak agar berhenti menyusu dengan menggunakan lipstik, brotowali, atau obat merah untuk mewarnai payudara agar anak takut. Bikin anak senyaman mungkin ketika disapih.
  7. Cari jalan lain untuk tetap dekat dengan anak saat menyapih, misalnya bermain berdua, memeluk, atau menggendong anak.
  8. Mulailah menyapih dengan menggantikan satu kali waktu menyusu dengan susu lain atau camilan. Berikan jarak waktu setidaknya beberapa hari sebelum menerapkan ini ya, Bunda.
  9. Bila ingin menyusui anak, pilihlah waktu menyusu yang paling tidak favorit untuk bayi.
  10. Cari cara selain menyusui untuk menidurkan anak, misalnya dengan menyanyikan lagu.
  11. Jika Si Kecil rewel setiap kali disapih atau diberikan makan selain ASI, coba minta orang lain untuk memberikan makanan tersebut.
  12. Hentikan sementara proses menyapih pada beberapa kondisi yang memberatkan anak, seperti sedang sakit, tumbuh gigi, atau baru pindah rumah.

Simak juga 3 cara menghangatkan ASI perah yang tepat, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!