sign up SIGN UP search


menyusui

Serba-serbi tentang Benjolan Areola di Payudara Ibu Menyusui

Annisa A   |   Haibunda Sabtu, 07 May 2022 13:40 WIB
BENJOLAN YANG PATUT DICURIGAI
World Breast Cancer Day Concept,health care - woman wore  white t-shirt and holding her chest ,women's breast tumor illness caption

Ada beberapa penyebab munculnya benjolan pada areola payudara Bunda menyusui. Sebagian penyebabnya tidak berbahaya, sebagian lagi membutuhkan perhatian khusus.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 5 penyebab benjolan pada payudara ibu menyusui.

1. Mastitis

Dikutip dari Breastfeeding Support, jika sumbatan pada payudara tidak segera hilang, Bunda mungkin mengalami mastitis payudara. Ini adalah peradangan atau pembengkakan jaringan payudara yang disebabkan oleh infeksi, saluran ASI yang tersumbat, atau alergi.


Gejala mastitis berupa pembengkakan payudara, sensasi nyeri atau terbakar ketika menyusui, demam 38,3 derajat celsius lebih tinggi, hingga payudara yang lebih sensitif. Mastitis terbilang umum ketika menyusui. Meski begitu, mastitis bisa berbahaya kalau tidak ditangani oleh dokter.

2. Abses payudara

Abses payudara merupakan benjolan dan bengkak pada payudara yang berisi nanah. Benjolan ini menimbulkan rasa sakit ketika disentuh, disertai dengan abses berwarna merah dan panas saat disentuh.

Abses payudara membutuhkan penanganan medis dengan segera. Biasanya, dokter akan melakukan diagnosis dengan USG. Pada kasus parah, Bunda mungkin perlu menjalankan operasi untuk mengeringkan abses.

3. Kista

Sama seperti abses, kista juga merupakan benjolan. Namun bedanya, kista biasanya berisi kumpulan cairan.

Dikutip dari Very Well Family, kista umumnya tidak menimbulkan masalah. Tapi, beberapa kista harus dihilangkan.

Salah satu jenis kista pada payudara adalah galaktokel yang tidak keras dan perih ketika disentuh. ASI dapat dibantu keluar dengan memijat galaktokel.

Galaktokel bisa hilang dengan sendirinya ketika berhenti menyusui. Untuk menganalisis jinak atau tidaknya kista, dokter akan melakukan USG

4. ASI tersumbat

ASI tersumbat menjadi masalah umum yang kerap dialami saat Bunda menyusui. Ada beberapa gejala yang disebabkan oleh kondisi ASI tersumbat.

Salah satunya, Bunda bisa merasakan benjolan lembut seukuran kacang polong hingga buah persik. Kemudian, akan muncul lepuhan berwarna putih kecil pada puting.

Payudara juga bisa menjadi lebih sensitif. Selain itu, bayi akan merasa kesulitan menyusui karena aliran ASI yang berkurang.

5. Terlalu banyak ASI

ASI yang terlalu banyak dapat menyebabkan payudara membengkak. Kondisi ini ditandai dengan kulit yang meregang pada payudara tampak lebih berkilau.

Selain itu, puting dan payudara jadi terasa keras, kencang, dan nyeri. Bentuk puting yang berubah jadi datar juga membuat bayi kesulitan melakukan pelekatan ketika menyusui.

Jika tidak diobati, pembengkakan dapat menyebabkan demam ringan, saluran ASI jadi tersumbat, atau menimbulkan mastitis.

(anm/som)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!