sign up SIGN UP search


menyusui

4 Cara Menyimpan ASI yang Benar Agar ASI Tidak Basi dan Apak, Bun

Tim HaiBunda   |   Haibunda Sabtu, 14 May 2022 15:55 WIB
woman pouring milk in to bottles for new baby on wooden table Ilustrasi cara menyimpan ASI/Foto: Getty Images/iStockphoto/MonthiraYodtiwong
Jakarta -

Memerah ASI adalah suatu pilihan supaya asupan gizi Si Kecil tetap terpenuhi, khususnya bagi Bunda bekerja. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui bagaimana cara menyimpan ASI yang benar.

Cara menyimpan ASI memang enggak bisa sembarang ya, Bun. Harus ada beberapa hal yang wajib Bunda pertimbangkan, mulai dari cara menjaga kebersihan wadah, hingga pemilihan wadahnya.


Jangan lupa untuk memastikan waktu penyimpanan dan ASI mana yang harus digunakan lebih dulu. Agar lebih jelasnya, pahami dulu langkah-langkah menyimpan ASI sebagai berikut ya.


Banner 5 Tanda Janin MeninggalBanner 5 Tanda Janin Meninggal/ Foto: HaiBunda/ Novita Rizki

Cara Menjaga Kebersihan Kemasan

Menjaga kebersihan peralatan ataupun diri Bunda di dalam memerah ASI sangatlah penting. Ini karena terkait dengan sterilnya kandungan ASI dan akhirnya berpengaruh ke kesehatan Si Kecil.

1. Sterilisasi wadah ASI

Canggih! Peneliti Klaim Bisa Memproduksi ASI di LaboratoriumASI steril/ Foto: Getty Images/iStockphoto/opel_ru

Supaya ASI yang disimpan kualitasnya tetap terjaga, maka penting sekali untuk melakukan proses sterilisasi terlebih dahulu dari wadah ASI perah. Caranya adalah dengan mencuci bersih botol ASI, kemudian dilakukan sterilisasi dengan cara merebus botol serta bagian pompa ASI ke dalam air panas yang mendidih kurang lebih selama lima  menit.

Saat ini pun sudah banyak alat sterilisasi botol yang dijual di pasaran. Tinggal Bunda sesuaikan dengan budget yang ada ya.

2. Mencuci tangan

Perlu juga Bunda perhatikan agar dapat mencegah perkembangan bakteri di ASI perah yaitu dengan menjaga kebersihan tangan. Terutama saat memerah ataupun ketika menyimpan ASI ke dalam kemasan. Cucilah tangan Bunda selalu dengan menggunakan sabun, Bun.

Cara menyimpan ASI yang tepat

Berikut ini beberapa tips menyimpan ASI yang tepat supaya kualitasnya tetap terjaga:

1. Hindari menggabungkan ASI perah baru ke ASI yang beku

Walaupun sama-sama ASI perah, janganlah Bunda mencampurkan ASI yang baru selesai dipompa ke ASI beku yang disimpan sebelumnya. Usahakan untuk selalu membedakan ASI yang baru diperah dengan ASI yang sudah pernah disimpan dengan menggunakan kertas label.

Label ini berisi tanggal dan waktu penyimpanan. Dengan demikian tidak ada campuran dari ASI baru dengan ASI lama. Dan, Bunda pun bisa memilih ASI mana yang akan diberikan lebih dulu.

2. Memperhatikan suhu penyimpanan ASI

Cara menyimpan ASI yang benar selanjutnya adalah dengan mengenal suhu ruangan penyimpanan. Ketika dimasukkan ke kulkas (chiller) maka suhunya haruslah 4 - 10 derajat Celcius ataupun kurang dari suhu tersebut. Dengan suhu serendah ini maka ASI bisa tahan selama 5 - 8 hari.

Ketika disimpan ke dalam freezer haruslah dengan suhu hingga -10 derajat Celcius (minus 10 derajat). Maka ASI bisa tahan selama 2 - 4 bulan. Namun, ini hanya untuk freezer dengan berstatus kulkas dua pintu ya, Bun

Apabila Bunda hanya memiliki kulkas satu pintu, maka ASI di freezer hanya bisa bertahan selama dua minggu. Ini karena hanya ada satu pintu yang dibuka-tutup berulang kali sehingga memengaruhi kualitas ASI.

3. Menggunakan Metode First in First Out

Diingatkan sekali lagi ya, Bun sebelum memasukkan kantong ataupun botol penyimpan ASI, janganlah lupa untuk selalu memberikan label keterangan di bagian depan wadah. Bunda bisa menuliskan tanggal dan jam penyimpanan ASI supaya tidak lupa. Kemudian Bunda juga dapat menggunakan ASI yang telah tersimpan lebih lama dan mengeluarkannya secara berurutan sesuai dengan tanggal.

4. Menggunakan wadah yang sesuai

Penyimpanan ASI tidaklah boleh sembarangan, termasuk juga di dalam penggunaan wadah penampung ASI. Idealnya Bunda harus menggunakan wadah tertutup yang bebas dari bahan kimia BPA atau blsphenol-A. Disarankan agar Bunda menggunakan wadah dengan bentuk botol kaca ataupun kantung khusus dari penyimpanan ASI.

Itulah beberapa cara menyimpan ASI yang benar dan tepat. Tujuannya tentu saja supaya kualitas ASI yang masuk ke bayi dapat terus terjaga dan tidak mengalami perubahan kualitas. (PK)

Simak juga video berikut mengenai penyebab bibir bayi hitam setelah ASI.

(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!