sign up SIGN UP search


menyusui

Kelebihan dan Kekurangan Jagung untuk Ibu Menyusui, Bunda Perlu Tahu

Nanie Wardhani   |   Haibunda Rabu, 29 Jun 2022 15:28 WIB
Ilustrasi wanita makan jagung caption

Menyusui adalah momen berharga yang dimiliki oleh seorang ibu. Pada saat menyusui, Bunda akan melihat sendiri pertumbuhan Si Kecil dari minggu ke minggu, dari bulan ke bulan, dan terus menyusuinya dengan ASI hingga usianya genap 2 tahun.

Untuk mendukung tumbuh kembangnya dengan pemberian ASI, Bunda juga akan menyesuaikan pola makan. Pola makan diubah karena sekarang apa yang Bunda makan, akan dikonsumsi dan dirasakan oleh Si Kecil juga. Karena itu, setiap makanan yang akan dikonsumsi akan lebih baik jika bermanfaat untuk tumbuh kembang Si Kecil.

Sebagai ibu yang sedang menyusui, Bunda sadar apa yang harus dikonsumsi. Ada makanan yang membawa banyak manfaat untuk Si Kecil, ada juga yang tidak sehat untuk Si Kecil. 


Tapi, Bunda mungkin tidak menyadari jika beberapa jenis makanan tertentu memiliki efek samping, baik untuk Bunda maupun Si Kecil. Termasuk jagung.

Bolehkah Bunda yang sedang menyusui memakan jagung? Apa saja kelebihan dan kekurangannya?

Manfaat jagung untuk ibu menyusui

Ilustrasi ibu menyusui atau menggendong bayiIlustrasi manfaat jagung untuk ibu menyusui/ Foto: Getty Images/iStockphoto/monkeybusinessimages

Jagung adalah tanaman biji-bijian yang sangat mudah untuk didapatkan. Jagung juga sudah lama dikenal sebagai pengganti nasi yang mengandung karbohidrat yang sangat tinggi. Karbohidrat yang tinggi akan sangat bermanfaat untuk menambah energi.

Berikut adalah manfaat jagung yang kami rangkum dari berbagai sumber:

1. Meningkatkan sistem imun

Tidak hanya untuk ibu hamil, asam folat yang terkandung di dalam jagung juga bermanfaat bagi ibu menyusui. Seperti yang dikutip dari Healthline, jagung mengandung folat atau vitamin B9. Vitamin ini dapat menghindarkan Bunda dan Si Kecil dari berbagai penyakit. 

2. Sumber serat yang baik

Jagung juga bisa menjadi sumber serat yang baik untuk Bunda. Serat akan membuat pencernaan Bunda lancar.

3. Menurunkan kolesterol

Kesehatan Bunda saat menyusui juga harus dijaga. Kandungan vitamin C, karoten, dan bioflavonoid yang ada di dalam jagung bisa menjaga kadar kolesterol di tubuh Bunda selama menyusui.

Kekurangan jagung untuk ibu menyusui

Ilustrasi jagungIlustrasi manfaat jagung/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Kanawa_Studio

Di balik kelebihan jagung yang bisa Bunda dan Si Kecil dapatkan dengan mengonsumsinya selama menyusui, jagung juga memiliki kekurangan. Beberapa sumber menyarankan ibu menyusui untuk tidak mengkonsumsi jagung untuk sementara waktu.

Seperti yang dikutip dari Baby Ment, jagung sebenarnya dapat menyebabkan alergi untuk Si Kecil. Dan sebagai tindakan pencegahan, ada baiknya Bunda menghindari untuk mengonsumsi jagung ketika menyusui.

Selain itu, jagung juga bisa menyebabkan kolik untuk Si Kecil. Kolik adalah sebuah kondisi di mana bayi dapat menangis dalam jangka waktu yang lama. Meskipun kolik bukanlah gangguan kesehatan yang patut dikhawatirkan, tapi tentu Bunda tidak ingin Si Kecil menangis dalam durasi yang cukup panjang, bukan?

Jagung juga bisa menyebabkan rasa tidak nyaman untuk bayi, dengan potensi munculnya ruam popok secara tiba-tiba.

Untuk mengetahui apakah Si Kecil alergi atau kembung ketika Bunda mengonsumsi jagung atau makanan lainnya, Bunda memerlukan sebuah cara. 

Pastikan terlebih dulu bahwa Bunda sudah menghindari berbagai makanan pedas, keripik kentang, dan sebagainya yang dapat membuat perut Si Kecil kembung. Faktanya, makanan seperti jagung juga dapat membuat perut Si Kecil menjadi tidak nyaman.

Tidak hanya jagung, tetapi susu, keju, yogurt, puding, es krim, atau makanan dan minuman apapun yang mengandung susu, natrium kasenat, di dalamnya. 

Mungkin Bunda bisa saja mencoba untuk mengkonsumsi berbagai makanan tersebut dan menunggu reaksi Si Kecil. Tapi jika Bunda sudah mengetahui bahwa makanan tersebut lebih banyak dampak buruk untuk Si Kecil, maka lebih baik hindari.

Makanan yang sebaiknya ibu menyusui hindari

Dieting or good health concept. Young woman rejecting Junk food or unhealthy food such as donut or dessert and choosing healthy food such as fresh fruit or vegetable.Ilustrasi/ Foto: iStock

Menurut Healthline, inilah makanan dan minuman yang sebaiknya Bunda hindari saat menyusui.

  • Ikan dengan merkuri tinggi. Seperti ikan tuna mata besar, ikan marlin, atau makarel. Mengonsumsinya dapat mempengaruhi keterampilan motorik dan perkembangan bicara dan bahasa Si Kecil.
  • Suplemen herbal. Ada banyak ibu menyusui yang mencoba berbagai suplemen agar meningkatkan suplai ASI. Jika Bunda ingin mengonsumsi suplemen, ada baiknya Bunda berkonsultasi terlebih dahulu.
  • Junk food. Ketika menyusui, ada baiknya Bunda mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang. Makanan junk food yang umumnya tinggi kalori, lemak, dan kaya gula tidak akan cocok untuk ibu menyusui.

Itulah kelebihan dan kekurangan jagung untuk ibu menyusui. Semoga bermanfaat.

[Gambas:Video Haibunda]



 

(som/som)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!