sign up SIGN UP search


menyusui

10 Penyebab Payudara Kendur atau Turun, Benarkah karena Menyusui?

Annisa Karnesyia   |   Haibunda Kamis, 18 Aug 2022 12:53 WIB
Ibu menyusui caption
Jakarta -

Payudara kendur dan turun bisa terjadi pada Bunda usai menyusui lho. Tapi, apakah keduanya saling berkaitan ya, Bunda?

Payudara kendur sebenarnya merupakan perubahan penampilan di payudara yang dialami sebagian besar wanita. Kondisi ini dapat terjadi secara alami atau karena gaya hidup tidak sehat.

Payudara kendur tak hanya dialami Bunda usai menyusui, tapi juga bisa terjadi di usia muda. Maka dari itu, mengetahui penyebab serta perawatan payudara penting untuk menghindari kekenduran.


Dalam istilah medis payudara kendur disebut juga ptosis payudara. Kondisi ini ditandai dengan penurunan puting ke bagian bawah, lalu muncul lipatan payudara, dan redundansi kulit di bagian bawah payudara.

Menurut ulasan di Aesthetic Surgery Journal tahun 2008, menyusui bukan faktor risiko satu-satunya dari ptosis payudara. Risiko ptosis payudara dapat meningkat pada setiap kehamilan, tetapi menyusui tampaknya tidak berisiko memperburuk kondisi ini.

Penyebab payudara kendur dan turun

Berikut telah HaiBunda rangkum 10 penyebab payudara kendur dan turun:

1. Postur yang salah

Postur tubuh yang salah bisa menyebabkan payudara kendur atau turun lho, Bunda. Misalnya, kebiasaan sering membungkuk bisa menyebabkan tarikan gravitasi, sehingga membuat payudara kendur dan turun.

Biasanya payudara yang kendur karena postur tubuh buruk tidak langsung terjadi dengan cepat. Tapi, masalah bisa diperburuk bila Bunda tidak menggunakan bra yang tepat.

"Otot dan ligamen dapat mengendur karena postur tubuh yang buruk, dan menyebabkan payudara kendur. Mempraktikkan postur tubuh yang benar, terutama saat duduk, sangatlah penting," kata Dr. Surabhi Siddhartha, konsultan dokter obstetri dan ginekologi, Motherhood Hospital, Kharghar, Mumbai, dilansir Health Shots.

2. Merokok

Kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan elastisitas kulit berkurang, termasuk di bagian payudara. Untuk menjaga elastisitas kulit, kolagen menjadi salah satu protein yang dibutuhkan tubuh.

Bila cadangannya menipis, dapat menyebabkan payudara kendur. Nah, kebiasaan merokok bisa menghambat produksi kolagen ini di tubuh, Bunda. Selain itu, rokok juga bisa mengurangi suplai darah ke permukaan kulit payudara.

3. Berat badan turun drastis

Cropped shot of a young woman measuring her waist in the bathroomIlustrasi Berat Badan Turun Drastis/ Foto: Diet

Penurunan berat badan secara drastis sebaiknya dihindari ya, Bunda. Tak hanya buruk untuk kesehatan, tapi juga bisa menyebabkan payudara kendur dan turun.

Jaringan di payudara terdiri dari lemak. Ketika berat badan menurun, kontur atau bentuk payudara dapat berubah sehingga menyisakan kulit kendur di payudara di jaringan payudara tersebut.

"Setiap kali berat badan bertambah atau berkurang, jaringan di payudara akan menjadi lebih kendur," kata Michael Edwards, M.D., seorang ahli bedah payudara dan presiden American Society for Aesthetic Plastic Surgery, mengutip laman Women's Health.

4. Menggunakan bra yang salah

Memilih bra sangat penting untuk menjaga kekencangan payudara. Pemilihan bra ini sebaiknya menyesuaikan dengan aktivitas Bunda sehari-hari, seperti saat melakukan olahraga.

"Semakin sering payudara bergerak, semakin stres kulit dan kolagen di area payudara," ujar Edwards.

Penggunaan bra juga perlu menyesuaikan bagi Bunda yang sedang menyusui ya. Pilihlah bra yang mendukung, sehingga mencegah payudara kendur atau turun.

5. Kurang olahraga

Olahraga penting untuk mencegah payudara kendur. Sebab, ada beberapa gerakan di olahraga yang bisa mencegah masalah ini, Bunda.

Kurang olahraga sebab payudara kendur

Kebanyakan wanita cenderung menghindari latihan tubuh untuk bagian atas karena merasa tidak ada manfaatnya. Padahal, latihan otot-otot bagian atas, seperti di daerah payudara dibutuhkan untuk mencegah kendur.

"Otot payudara membutuhkan pengencangan. Untuk itu, Anda harus melakukan latihan seperti chest press, plank, dan push-up setidaknya dua kali seminggu", ujar Siddhartha.

6. Melakukan olahraga berat

Olahraga memang penting untuk mencegah payudara kendur. Tapi, olahraga yang dimaksud bukan aktivitas fisik yang berat atau high impact ya.

Efek olahraga high impact

Beberapa ahli mengatakan bahwa olahraga high impact dengan gerakan tertentu bisa menyebabkan kerusakan kolagen di payudara. Contohnya, gerakan berulang bolak-balik yang terjadi saat berlari atau melakukan latihan serupa.

6. Penuaan

closeup woman hands self breast examination hand checking her breast cancer signIlustrasi Payudara Kendur dan Turun/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur

Dilansir Healthline, semakin bertambahnya usia, jaringan dan struktur payudara akan mulai berubah. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kadar hormon reproduksi yang disebabkan proses alami dalam penuaan. Akibat perubahan ini, payudara Bunda bisa mulai kendur atau tidak kencang.

"Sebagian besar perubahan atau penuaan pada payudara terjadi sekitar waktu menopause. Ini adalah proses alami di mana ovulasi dan haid berhenti," ujar Yamini Ranchod, PhD, MS, dari Berkeley University of California.

Seiring bertambahnya usia, risiko wanita mengalami masalah di payudara juga bisa meningkat. Beberapa di antaranya seperti munculnya fibroid, kista, atau kanker.

7. Genetik

Siapa sangka, faktor genetik juga dapat menjadi salah satu penyebab payudara kendur, Bunda. Hal ini disebabkan oleh DNA (deoxyribonucleic acid) dalam diri seseorang yang diturunkan dari keluarganya.

DNA dikaitkan dengan payudara kendur

DNA dapat mengatur produksi elastin dan kolagen, yakni dua protein yang berfungsi untuk menopang payudara atau menjaga elastisitas kulit. Sayangnya, faktor risiko ini tidak bisa dicegah atau diatasi melalui perawatan.

8. Kekurangan nutrisi

Payudara kendur dapat disebabkan oleh kekurangan nutrisi, seperti kekurangan vitamin B dan C. Kedua vitamin ini dapat membantu produksi serat elastin dan kolagen, untuk menjaga kekencangan payudara.

9. Defisisensi kolagen

Kolagen adalah protein yang ditemukan di jaringan ikat, kulit, tendon, tulang, dan tulang rawan. Kolagen berfungsi untuk memberikan dukungan struktural pada jaringan, serta terlibat dalam proses tubuh yang penting, seperti perbaikan jaringan dan sinyal antar sel.

Sindrom yang bikin payudara kendur

Payudara kendur dapat disebabkan oleh defisiensi kolagen di jaringan ikat, Bunda. Sindrom Ehlers-Danlos, misalnya, adalah kondisi yang menyebabkan payudara kendur karena sindrom ini memengaruhi jaringan ikat dan kolagen.

10. Kehamilan

Kehamilan bisa menjadi penyebab tidak langsung dari payudara kendur. Selama kehamilan, payudara akan 'tumbuh' untuk memproduksi ASI. Akibatnya, ligamen yang menopang payudara akan meregang dan menyebabkan kendur.

Meski ini proses yang alami, Bunda dapat mencegahnya. Caranya dengan menjaga berat badan naik stabil selama hamil dan menurunkannya setelah melahirkan.

Benarkah payudara kendur terjadi usai berhenti menyusui?

MenyusuiIlustrasi Menyusui/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Menyusui memang proses panjang yang membutuhkan energi lebih ya, Bunda. Namun, menurut perawat bersertifikat Donna Murray, RN, BSN, menyusui bukanlah penyebab utama payudara kendur atau mengecil usai berhenti menyusui.

"Meskipun menyusui cenderung membuat payudara kendur, tapi bukan menyusui saja yang jadi penyebabnya. Payudara kendur sebenarnya adalah hasil dari kehamilan dan pengaruh lainnya," kata Murray, dikutip dari Very Well Family.

Payudara akan mengalami banyak perubahan selama kehamilan dan menjadi lebih besar untuk mempersiapkan proses menyusui. Kemudian setelah bayi lahir, ASI akan mengisi dan meregangkan kulit payudara.

Nah, setelah Bunda menyapih dan ASI mengering, payudara mungkin terlihat lebih kecil, bahkan kendur. Tapi perlu diingat, perubahan payudara ini juga dapat terjadi pada wanita memutuskan untuk tidak menyusui ya.

Dokter obstetri dan ginekologi dari Indiana University Health, Kelly M. Kasper, MD., juga sependapat nih. Menurutnya, menyusui adalah proses yang dimulai selama kehamilan dan kondisi tersebut memicu sejumlah perubahan metabolisme, hormon, struktural, dan bahkan mental di tubuh Bunda.

Akan tetapi, semakin lama Bunda menyusui, seharusnya semakin cepat payudara dapat menyesuaikan diri dengan banyaknya perubahan ini. Demikian seperti melansir dari laman Redbook.

"Produksi ASI dan peningkatan ukuran payudara dapat menyebabkan kulit dan jaringan payudara meregang. Jadi, setelah wanita selesai menyusui, payudara menjadi kurang padat dan tampilannya seperti kosong, kendur, atau rata," ujar Kasper.

Saat menyusui, aliran ASI dapat merenggangkan kulit dan jaringan payudara. Ini membuat beberapa payudara Bunda kecil, tampak kendur dan turun.

Cara mencegah payudara kendur

Pilihan bra menyusuiPilihan bra/ Foto: Getty Images/iStockphoto/baona

Nah, berikut 5 cara mengencangkan payudara kendur usai menyusui atau setelah melahirkan, seperti dilansir Mom Juction:

1. Kenakan bra yang sesuai

Gunakanlah bra yang tepat dan mendukung payudara ya, Bunda. Bra yang tepat ini bisa mencegah payudara kendur usai menyusui.

Tips memilih bra untuk cegah payudara kendur

  • Pastikan cup bra dapat menutupi seluruh jaringan payudara, tak terkecuali saat menyusui.
  • Garis puting saat menggunakan bra harus tetap berada di antara siku dan bahu.
  • Bagian belakang bra harus berada di antara tulang belikat.
  • Pilihlah bra yang elastis dan memiliki tali lebar.
  • Hindari memilih bra dengan kawat plastik atau logam.

2. Berhenti merokok dan rajin olahraga

Merokok bisa mempercepat proses penuaan pada kulit. Gaya hidup tidak sehat ini juga bisa menyebabkan payudara dan jaringan kulit kendur atau tidak kencang.

Selain berhenti merokok, Bunda juga perlu rutin melakukan olahraga ringan nih. Biasakan rutin melakukan latihan penguatan dan pengencangan untuk otot-otot di sekitar payudara.

3. Pertahankan postur yang baik

Biasakan untuk duduk dan berdiri dengan postur yang baik ya, Bunda. Pertahankan postur ini selama kehamilan hingga menyusui.

Hindari postur yang terlalu membungkuk atau condong ke depan. Bila sulit, coba gunakan penopang punggung, seperti duduk tegak di kursi.

4. Perhatikan penambahan berat badan

Selama hamil, Bunda perlu memerhatikan penambahan berat badan nih. Meski pertambahan berat badan penting selama kehamilan, sebaiknya jangan sampai naik berlebihan karena dapat menambah banyak jaringan lemak di payudara.

Kondisi ini juga perlu diperhatikan karena setelah melahirkan, Bunda masih harus menyusui Si Kecil. Agar berat badan tidak bertambah drastis, jaga pola makan dan penuhi asupan nutrisi yang sehat selama hamil dan menyusui.

5. Menyapih secara bertahap

Bunda memutuskan untuk menyapih Si Kecil? Jangan lupa untuk melakukannya secara bertahap ya. Menyapih bertahap ini termasuk mengurangi waktu atau jumlah sesi menyusui secara perlahan-lahan.

Menyapih secara bertahap akan membantu untuk mendapatkan kembali bentuk payudara sebelum hamil. Cara ini juga bisa membantu tubuh menyesuaikan perubahan hormon secara perlahan.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga 7 perlengkapan wajib dimiliki Bunda menyusui, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/pri)
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!