MENYUSUI
Berapa Lama Payudara Kembali Normal setelah Menyapih? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Senin, 01 Jul 2024 07:50 WIBUsai menyapih, payudara memang tidak langsung mengecil dalam hitungan hari ya, Bunda. Tetapi, mengecilnya payudara tersebut membutuhkan beberapa waktu sampai kembali ke ukuran sebelum hamil dan menyusui. Kira-kira, berapa lama payudara kembali normal setelah menyapih ya, Bunda? Cari tahu yuk!
Payudara mungkin terlihat sangat berbeda setelah Bunda selesai menyusui meskipun menyusui belum tentu menjadi alasannya. Faktanya, perubahan ini kemungkinan besar telah terjadi selama satu atau dua tahun terutama sejak tahap awal kehamilan Bunda.
Dalam beberapa minggu setelah pembuahan, tubuh mulai bersiap untuk menyusui dengan meningkatkan produksi hormon kehamilan seperti estrogen dan progesteron, yang menyebabkan lebih banyak jaringan lemak menumpuk di payudara dan meningkatkan aliran darah ke area tersebut.
Berapa lama payudara kembali normal setelah menyapih
Saat payudara terus membesar (terkadang hingga beberapa ukuran cup), ligamen di bawahnya juga mulai meregang, yang merupakan salah satu alasan mengapa ligamen tersebut mungkin tampak kurang elastis setelah Bunda melahirkan. Perubahan ini juga bisa bersifat permanen dan biasanya terjadi baik Bunda sedang menyusui atau tidak.
Intinya adalah bahkan sebelum Bunda mulai menyusui, payudara Bunda sudah memulai proses ini (dan mencapai beberapa hal menakjubkan dalam prosesnya). Jadi wajar saja jika setelah Bunda selesai menyapih dan setelah tubuh Bunda mengurangi produksi ASI, dada Bunda mungkin tampak sedikit mengempis.
Menyusui sedianya mengubah payudara seseorang ya, Bunda. Kemungkinannya adalah, payudara Bunda tumbuh selama kehamilan. Jadi, mungkin mengejutkan bahwa pada hari ketiga atau keempat pasca persalinan, payudara Bunda bisa membengkak untuk sementara waktu. Alasannya, setelah Bunda melewati plasenta, tubuh Bunda mulai memproduksi prolaktin, hormon yang memulai produksi ASI.
Jika Bunda tidak menyusui, payudara Bunda akan mulai menyusut dalam beberapa hari. Jika Bunda sedang menyusui, payudara Bunda mungkin akan tetap besar, meskipun Bunda mungkin merasa payudara Bunda terasa lebih kecil setelah setiap kali menyusui seperti dikutip dari laman Whattoexpect.
Meskipun banyak wanita mendapati payudara mereka berubah kembali ke ukuran dan bentuk sebelum hamil setelah mereka berhenti menyusui, beberapa wanita akan merasakan perbedaannya.
Beberapa ibu mengatakan payudara mereka tetap lebih besar setelah mereka selesai menyusui, sementara yang lain mengatakan payudara mereka menjadi lebih kecil dibandingkan sebelum hamil yang bisa melegakan atau mengecewakan busui.
Apapun itu, sangatlah normal jika Bunda tidak melihat adanya perubahan sama sekali pada payudara Bunda setelah menyusui. Membiasakan diri dengan kondisi bahwa payudara Bunda sebagai sumber nutrisi bagi bayi Bunda merupakan transisi mental yang besar.
Ya, meskipun ukuran payudara Bunda akan berubah selama kehamilan, dan jika Bunda menyusui, segalanya tidak berakhir di situ, Bunda. Sebab, setelah disapih, payudara Bunda pasti akan mengecil, kata Katie Prezas, IBCLC, konsultan laktasi dan Founder Empowering Lactation.
“Payudara umumnya kembali ke ukuran yang sama seperti sebelum hamil, namun selama setiap kehamilan, Bunda mengembangkan jaringan kelenjar lebih lanjut di dalam payudara, jadi mungkin saja ukurannya tetap sedikit lebih besar dibandingkan sebelum hamil,” jelasnya seperti dikutip dari laman Parents.
Kemudian, Bunda mungkin pernah mendengar bahwa setelah menyusui, payudara Bunda menjadi lebih kendur, dan meskipun hal ini terjadi pada beberapa orang, sebuah penelitian pada tahun 2008 menemukan bahwa menyusui bukanlah penyebabnya.
Penelitian yang diterbitkan dalam Aesthetic Surgery Journal ini menemukan bahwa usia yang lebih tua, memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi, memiliki lebih banyak kehamilan, hamil dengan payudara besar, dan merokok merupakan faktor risiko yang menyebabkan payudara kendur saat menyusui. Namun, menyusui bukanlah kontributornya.
Selama kehamilan dan menyusui, bagian dalam payudara Bunda mengalami banyak perubahan. Karena, Bunda mulai memproduksi jaringan pembuat ASI dalam jumlah banyak sehingga bisa memberi makan si kecil. Setelah masa menyusui berakhir, tubuh Bunda memulai proses involusi, di mana sel-sel yang mengeluarkan susu mati dan digantikan oleh sel-sel lemak.
Sebuah studi pada 2016 yang diterbitkan di Developmental Cell menemukan bahwa proses yang sedikit berbeda mungkin sedang berlangsung yang menyebabkan sel-sel pembuat susu mati. Menurut penelitian, sel-sel pembuat susu pada dasarnya diserap oleh sel-sel lain di tubuh selama involusi.
"Ini menarik," komentar Rachelle Markham, IBCLC, seorang Konsultan Laktasi. “Saya membayangkan bahwa mereka tidak menyerap sebagian besar saluran pembuat susu, seperti yang kita ketahui bahwa setiap kehamilan saluran susu meningkat. Jadi pasti ada sebagian kecil sel yang dihilangkan setelah disapih,” katanya.
Di luar itu semua, sesungguhnya tubuh kita sungguh luar biasa, ya Bunda. Kita beralih dari manusia normal menjadi layaknya pabrik pembuat susu dalam hitungan bulan dan kemudian, setelah disapih, kita kembali menjadi manusia normal lagi. Sungguh menakjubkan.
Berbicara mengenai penyapihan, memang sebaiknya Bunda tidak melakukannya secara mendadak. Pastikan, proses penyapihan tersebut berjalan secara terencana dan perlahan ya, Bunda.
Karena, penyapihan yang terjadi dengan cepat dapat membuat payudara menjadi penuh dan keras. Waspadai juga tanda-tanda infeksi seperti area payudara yang memerah, demam, dan gejala mirip flu. Perhatikan tanda-tanda saluran susu tersumbat, seperti area payudara yang tidak melunak saat dipompa atau disusui. Hubungi dokter jika ini terjadi ya, Bunda.
Tips menyapih anak yang tepat dan efektif
Bagi Bunda yang menyapih, ada baiknya melakukan tips di bawah ini:
- Peras atau pompa ASI dalam jumlah kecil dengan tangan jika payudara terasa penuh dan tidak nyaman. Keluarkan ASI secukupnya saja untuk mengurangi rasa kenyang, bukan untuk memeras payudara sepenuhnya.
- Gunakan kompres dingin pada payudara untuk mengurangi pembengkakan dan rasa tidak nyaman.
- Minumlah obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti asetaminofen atau ibuprofen untuk meredakan nyeri sesuai petunjuk dokter.
- Kenakan bra yang nyaman dan suportif.
- Jika memungkinkan, gantilah sesi menyusui satu per satu agar suplai ASI berkurang secara perlahan. Tunggu beberapa hari sebelum menghentikan sesi menyusui lagi.
- Cobalah menawarkan makanan ringan atau membaca buku.
- Mintalah anggota keluarga lain menawarkan botol karena terkadang bayi yang disusui akan menolak botol dari ibunya.
- Habiskan waktu menggendong bayi Bunda. Menyapih bukan berarti mengurangi waktu berpelukan tetapi sesi ini dapat terus dijadikan ajang untuk membangun bonding dengan anak ya, Bunda.
Semoga informasinya membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Anak 2 Tahun Sulit Disapih, Simak Penyebabnya, Bun..
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Sampaikan 10 Kalimat Positif Ini pada Anak agar Mudah Disapih
10 Cara Menyapih Anak Tanpa Drama, Bisa Ditiru Nih Bun!
5 Cara Mengatasi Bengkak Payudara Saat Menyapih Si Kecil
7 Langkah Ini Bantu Ibu Menyapih si Kecil dengan Cinta
TERPOPULER
Potret Seru Anggun Habiskan Waktu Bersama Kirana, Si Anak Tunggal yang Sudah Gadis
Kementan Mulai Atur Harga Telur, Cek Harga Per Kilogramnya di Sini Bun
Cara Mengenali Orang yang Tidak Dewasa secara Emosional dari Responsnya saat Disakiti
10 Susunan Upacara Pembukaan & Penutupan MPLS SD-SMP Tahun Ajaran 2026/2027
Ingin Cepat Hamil? Studi Ungkap Nutrisi yang Berkaitan dengan Kesuburan Perempuan
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Curling Iron Terbaik, Cocok untuk Styling Rambut Sehari-hari
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Kukus Dandang Bakso yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Botol Minum Tali Panjang untuk Anak TK, Awet & Mudah Dibersihkan
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sendok Panci dan Centong Stainless Steel yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Name Tag MPLS untuk PAUD, SD, SMP, dan SMA yang Kreatif
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Penyebab Kesuburan Perempuan Lebih Cepat Menurun Menurut Studi, Bukan Hanya soal Sel Telur
10 Susunan Upacara Pembukaan & Penutupan MPLS SD-SMP Tahun Ajaran 2026/2027
Kementan Mulai Atur Harga Telur, Cek Harga Per Kilogramnya di Sini Bun
Pensiun dari Piala Dunia, Ini Potret Hangat Cristiano Ronaldo dan Ibunda
Cara Mengenali Orang yang Tidak Dewasa secara Emosional dari Responsnya saat Disakiti
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Video: Go Public, Aisyah Aqilah Ungkap Panggilan Sayang untuk Refal Hady
-
Beautynesia
12 Artis Pilih Tinggal di Bali Setelah Menikah, Terbaru Nino Fernandez dan Steffi Zamora
-
Female Daily
Beauty Sticks Lebih Rentan Terkontaminasi Bakteri? Ini Kata Dermatologist soal Kebersihannya!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Karakter Zodiak Juli, Ini Sifat Unik Cancer dan Leo yang Wajib Tahu!
-
Mommies Daily
12 Tempat Main Air Anak di Jabodetabek: Waterpark dan Kolam Renang untuk Libur Sekolah