menyusui

Baiknya, Hindari Ucapkan Ini ke Ibu yang Baru Menyusui

Radian Nyi Sukmasari Selasa, 31 Okt 2017 - 09.13 WIB
Ucapan terlarang untuk ibu yang baru menyusui/ Foto: Tim Infografis Ucapan terlarang untuk ibu yang baru menyusui/ Foto: Tim Infografis
Jakarta - Masa menyusui pertama kali, terlebih buat ibu baru bisa jadi perjuangan tersendiri. Terlebih kalau ada nyinyiran dari orang sekitar yang nyatanya bisa bikin ibu down. Duh, makin sedih deh kita dibuatnya.

"Dukungan buat ibu menyusui penting banget. Terutama suami, dia bisa jadi pelindung istrinya dari omongan orang di sekitar yang nggak mengenakkan. Jangan sampai ibu sudah menghadapi kesulitan saat menyusui ditambah harus menghadapi nyinyiran dari orang sekitar. Kasihan kan, bisa down ibunya," kata konselor laktasi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Ameetha Drupadi, CIMI.

Sebagai bentuk dukungan supaya ibu berhasil menyusui, terlebih di hari-hari pertama kelahiran si kecil, baiknya kita hindari mengucapkan kalimat-kalimat berikut ini yuk ke bunda yang sedang menyusui:

Ucapan terlarang untuk ibu yang baru menyusui/Ucapan terlarang untuk ibu yang baru menyusui/ Foto: Tim Infografis


dr Margareta Komalasari, SpA dari Brawijaya Women and Children Hospital bilang nggak ada hubungan antara ukuran payudara dengan banyak atau tidaknya produksi ASI. Wanita yang biasa dipanggil dr Atha ini mengatakan baik ibu dengan payudara kecil maupun ibu dengan payudara besar sama-sama bisa menghasilkan ASI yang banyak dan berlimpah.

"Syaratnya, ibu harus bebas stres, mendapat asupan nutrisi yang baik dan selalu didukung oleh lingkungan sekitar, baik itu suami, orang tua maupun teman dan rekan kerja," ujar dr Atha.

Ucapan terlarang untuk ibu yang baru menyusui/Ucapan terlarang untuk ibu yang baru menyusui/ Foto: Tim Infografis


Bunda yang puting susunya terbenam belum pasti nggak bisa menyusui, kok. Soalnya, kata dr Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A(K), MHA, IBCLC menyusui itu tidak pada puting, tapi aerola. Nah, bunda bisa 'memancing' puting agar keluar sedikit saja dengan nipple puller, setelah itu biarkan bayi mengisapnya.

Jadi, Bunda nggak perlu khawatir nggak bisa menyusui. Kalau bekerja, jangan lupa perah ASI. jempol dan telunjuk diletakkan di perbatasan aerola, lalu tarik ke belakang, dan tekan, lalu lepas, begitu seterusnya. Setelah pulang kerja, baiknya susui si kecil langsung supaya bayi tetap dapat antibodi dari ASI.

Ucapan terlarang untuk ibu yang baru menyusui/Ucapan terlarang untuk ibu yang baru menyusui/ Foto: Tim Infografis


Sahabat HaiBunda, Cecill, pernah dinyinyiri soal kondisi payudaranya saat menyusui, Bun. Waktu menyusui putra pertamanya, ada kerabat yang menjenguk dan memegang-megang payudara Cecill. Dianggap gembos alias anggak berisi, si kerabat nyeletuk kalau payudara Cecill nggak akan ada ASI-nya. Toh ada pun, sedikit.

Baca juga: Daftar Asupan yang Bisa Jadi ASI Booster Ibu Menyusui

"Ih aku kesal banget pas dikomentarin kayak gitu. Tapi syukurlah aku bisa nyusuin anakku sampai 2 tahun ya walaupun ASI-nya nggak berlimpah-limpah banget," ujar Cecill.

Nah, menanggapi hal ini, dr Edi menekankan kalau bentuk dan ukuran payudara nggak pengaruh ke produksi ASI. Bentuk dan ukuran payudara dipengaruhi komposisi lemak di payudara. Tapi, kalau pabrik ASI-nya sih sama aja, Bun, kata dr Edi.

Ucapan terlarang untuk ibu yang baru melahirkan/Ucapan terlarang untuk ibu yang baru melahirkan/ Foto: Tim Infografis


dr Ameetha bilang penyebab bayi baru lahir rewel beragam. Salah satunya, dia butuh merasa nyaman. Kalau soal lapar, itu bisa saja terjadi. Tapi ingat, di hari awal kelahirannya, lambung bayi masih sebesar kelereng. Nah, kalau bayi ASI cenderung rewel dan mudah lapar, bukan karena ASI-nya kurang ya.

Kata dr Ameetha, bayi baru lahir butuh beradaptasi. Ketika di dalam kandungan, bayi seperti diayun sehingga saat lahir, bayi butuh banget nih dekat dengan ibu atau ayahnya. Nah, saat bayi rewel, yang bisa kita lakukan adalah melakukan skin to skin contact dan memeluknya. Setelah agak tenang, baru susui dia ya.

Ucapan terlarang untuk ibu yang baru menyusui/Ucapan terlarang untuk ibu yang baru menyusui/ Foto: Tim Infografis


Kata konselor laktasi dari Bunda International Clinis, dr Yolanda Safitri, MPH, bayi ASI memang kelihatannya lebih rewel dan lebih sering nangis karena lapar. Ya, bayi ASI memang cepat lapar, Bun. Sehingga, bukan nggak mungkin bayi sering nyusu.

"Kenapa? ASI itu mudah dicerna. Beda kalau bayi dikasih susu pengganti ASI, umumnya akan lebih anteng. Molekul di susu pengganti ASI lebih besar jadinya lebih lama di pencernaan," imbuh dr Yola.

Ucapan terlarang untuk ibu yang baru menyusui/Ucapan terlarang untuk ibu yang baru menyusui/ Foto: Tim Infografis

Ya, memang pelekatan saat bayi menyusu memegang peranan penting saat menyusui. Perlu kita ingat kalau proses menyusui juga merupakan proses belajar antara ibu dan bayi kan, Bun. Nah, ketika perhatian soal posisi pelekatan yang kurang tepat disampaikan dengan sesuka hati, bukan berarti akan terdengar nggak mengenakkan buat ibu yang sedang menyusui. Hal ini pernah dialami bunda satu anak bernama Yanti, Bun.

"Nyeri sisa melahirkan masih terasa, bayi saya rewel, eh ada saudara yang ngomong kayak gitu. Duh, rasanya makin drop. Mbok ya kalau mau ngasih tahu kita pakai cara halus gitu. Kondisi kita kan lagi lemah banget, belum fit, ditambah dengar omongan kayak gitu nyebelinnya luar biasa," tutur Yanti.

Terus, gimana pelekatan yang tepat? Kata dr Edi, dagu bayi dan payudara ibu menempel. Lalu saat menyusu mulut bayi terbuka selebar mungkin, bibir dalam keadaan terbalik (monyong) sehingga areola bisa masuk sebanyak-banyaknya ke mulut bayi. Dengan memasukkan areola sebanyak-banyaknya, puting ada di antara langit-langit mulut bayi yang keras dan lunak.

"Bayi pun menyusu pakai lidah sehingga lecet pada puting bisa dihindari. Kondisi pipi bayi yang menyusu dengan benar menggembung. Kalau 'kempot', posisi menyusunya nggak tepat jadi timbul risiko puting lecet," kata dr Edi.

Baca juga: Menyikapi Omongan Orang Saat Kita Hamil dan Menyusui (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi