MOM'S LIFE
Nonton Konser Bisa Kurangi Hormon Stres? Ini Faktanya Menurut Psikolog
Amira Salsabila | HaiBunda
Sabtu, 21 Oct 2023 17:35 WIBDalam beberapa tahun terakhir, penelitian demi penelitian menunjukkan bahwa konser berdampak besar pada kesehatan fisik dan mental. Manfaat nonton konser bagi seseorang termasuk mengurangi stres, melepaskan hormon bahagia seperti oksitosin dan dopamin, hingga meningkatkan fungsi otak.
Seseorang menceritakan pengalamannya yang rela membeli tiket konser Beyoncé seharga 2.580 dollar atau setara dengan Rp40 juta. Konser musik tersebut berlangsung selama 2 jam 30 menit.
Setelah menonton konser itu, orang tersebut mengaku termotivasi untuk menjadi yang terbaik dalam pekerjaannya dan melaksanakan tujuan hidup dengan kemampuan terbaiknya. Bahkan, banyak orang lain juga merasakan hal yang sama dengannya.
“Pertunjukkan Beyoncé membuat saya merasa merasa terinspirasi dan termotivasi untuk berbuat lebih banyak sesuai minat saya,” tulis seseorang di Twitter, dikutip dari laman cnbc, Selasa (17/10/2023).
Kata Pakar terkait Nonton Konser Bisa Kurangi Stres
Ternyata, fenomena tersebut memiliki penjelasan ilmiah. Menurut seorang Psikolog klinis dan komunitas, Tierra T. Ellis, orang yang ingin mengubah dirinya menjadi lebih baik setelah melihat artis favoritnya dalam konser adalah hal yang lumrah.
“Neurotransmitter atau hormon seperti serotonin dan dopamin, meningkatkan secara signifikan saat kamu menghadiri konser atau melakukan aktivitas lain yang disukai, yang dapat membuat kamu merasa lebih terinspirasi atau kagum,” jelas Ellis.
Tidak hanya itu, seorang dosen Piskolog Unesa, Riza Noviana juga memberikan tanggapan yang sama terkait hal tersebut.
Menurutnya, keinginan orang-orang untuk menonton konser merupakan bentuk kebahagiaan dan pemuas diri sebagian orang. Riza mengatakan ada penonton konser yang memiliki fanatisme yang tinggi dan tidak.
Melansir dari laman detik.com, fanatisme tersebut merupakan bentuk pengabdian yang luar biasa untuk segala sesuatu. Pengabdian pun terdiri dari gairah, kemitraan, dan dedikasi yang luar biasa.
Manfaat Nonton Konser untuk Kesehatan
Musik bermanfaat bagi otak dan emosi setiap orang dalam banyak hal. Berikut adalah beberapa manfaat nonton konser secara langsung yang bisa Bunda dapatkan:
1. Lebih bahagia
Bernyanyi melepaskan hormon endorfin, hormon yang membantu melepaskan rasa sakit, mengurangi stres, meningkatkan mood, dan membuat Bunda merasa lebih bahagia.
2. Meningkatkan kesehatan fisik
Penelitian menunjukkan bahwa mereka juga bisa membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Bernyanyi dapat membuat seseorang melatih pengendalian napas, postur tubuh yang baik, dan menggunakan berbagai otot, yang dapat meningkatkan kesehatan fisik seiring berjalannya waktu.
3. Mengurangi stres
Melansir dari laman insider, menonton konser dapat menurunkan tingkat hormon stres kortisol, dan menunjukkan bahwa hal itu membuat mereka jauh lebih rileks.
Studi lain menemukan bahwa musik tampaknya meningkatkan kadar hormon dopamin yang merasa nyaman dalam tubuh, membuat para peneliti dari Kanada berpendapat bahwa pergi ke acara konser dapat mengurangi stres seiring berjalannya waktu.
4. Menjalin hubungan dengan orang sekitar
Jika bernyanyi sendirian baik untuk Bunda, bernyanyi bersama-sama juga bisa menjadi lebih baik lagi. Menurut penelitian, bernyanyi dapat membantu Bunda mengurangi stres dan lebih terhubung dengan orang-orang di sekitar.
Ada kekompakan orang-orang, semua mengalami sesuatu pada saat yang sama, memiliki emosi yang sama, yang tidak Bunda dapatkan dalam konteks lain.
Nah, itulah beberapa hal yang bisa Bunda ketahui terkait fakta nonton konser bisa mengurangi stres. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Saksikan juga video manfaat meditasi untuk kesehatan mental yang ada di bawah ini, ya, Bunda.
(asa)Simak video di bawah ini, Bun:
Coba Bun, 4 Manfaat Meditasi untuk Kesehatan Mental dan Tips Melakukannya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Peran Psikolog Klinis Atasi Kesehatan Mental di Masa Pandemi & Era Pesatnya Teknologi
Tak Hanya Fisik Bun, Kesehatan Mental Juga Penting Dijaga Saat Pandemi
4 Alasan Orang Tua Perlu Periksa Kesehatan Mentalnya, Bunda Perlu Tahu
Anniversary Mommies Daily ke-10 Ajak Bunda Lebih Peduli Kesehatan Mental
TERPOPULER
11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya
Bikin Bangga! Potret Cinta Laura Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia
Psikolog Ungkap Momen Anak Paling Sering Meniru Orang Tua
Dari Serat hingga Skyr, Ini 7 Tren Makanan Sehat di 2026
Kisah Ratu Wilhelmina dan Penolakannya terhadap Kemerdekaan Indonesia
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA & Pulang Naik Moge Curi Perhatian Netizen
USG Rahim Bersih: Ciri dan Cara Mengetahui setelah Keguguran
11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya
Dari Serat hingga Skyr, Ini 7 Tren Makanan Sehat di 2026
Bikin Bangga! Potret Cinta Laura Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Apakah Mengganti Santan dengan Susu Lebih Sehat? Begini Penjelasan Dokter Gizi
-
Beautynesia
Get The Look: Inspirasi Color Combo Outfit ala Linda Schulz, Kasual da Stylish!
-
Female Daily
3 Alasan Kenapa ‘Even if This Love Disappears Tonight’ Menarik Ditonton Meski Menyedihkan
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Viral Jadi Evil Queen Disneyland, Wanita Ini Ungkap Alasan Pemecatan Mendadak
-
Mommies Daily
Cara Menjelaskan Makna Puasa ke Anak Balita dan Usia SD Menurut Psikolog