nutrisi

Bisa Fatal, Jangan Sampai Beri Air Putih pada Bayi Baru Lahir

Melly Febrida 10 Jan 2018
Jangan beri air putih pada bayi baru lahir/ Foto: iStock Jangan beri air putih pada bayi baru lahir/ Foto: iStock
Jakarta - Kayaknya belum lama disusuin, kok si kecil yang baru lahir sudah menangis lagi sih. Jadi panik nih gara-gara merasa air susu ibu (ASI) di payudara sudah 'habis'. Saat ini terjadi, jangan terlintas untuk memberikan air putih pada bayi baru lahir ya, Bun.

"Tidak boleh. Air putih tidak boleh diberikan pada bayi berusia di bawah 6 bulan," ujar dokter spesialis anak dari RS Dr Soetomo Surabaya, dr Meta Hanindita SpA, dalam perbincangan dengan detikHealth, beberapa waktu lalu.

World Health Organization (WHO) juga memperingatkan untuk tidak memberikan air putih pada bayi baru lahir. Alasannya, air yang kita berikan bisa jadi tidak bersih sehingga bisa menyebabkan bayi baru lahir terkena infeksi.

Selain itu, air bisa mencairkan kalori yang dibutuhkan bayi selama periode pertumbuhannya yang cepat. Nah, kalau bayi baru lahir minum terlalu banyak air putih, maka bisa keracunan air.

Perawat anak-anak dari ChildNurse.com, Danielle Stringer, menjelaskan kalau bayi minum terlalu banyak air putih, maka kadar natriumnya turun terlalu rendah untuk memproses nutrisi. Akibatnya bayi bisa kekurangan gizi, selain itu dapat menyebabkan kejang, koma, dan bahkan kematian.



Air merupakan kunci kesehatan bagi orang dewasa. Tapi bayi memiliki kebutuhan yang berbeda dari orang dewasa. Bayi sudah cukup terhidrasi dengan hanya minum ASI. Apalagi 88 persen dari ASI adalah air.

Danielle menambahkan dalam panduan di akademi keperawatan sebenarnya tidak secara eksplisit menyebutkan bayi tidak boleh diberi air, Bun. Tapi kebanyakan dokter anak dan perawat akan memperingatkan orang tua tentang pemberian air putih pada bayi baru lahir ini.

Jangan beri air putih pada bayi baru lahir/Jangan beri air putih pada bayi baru lahir/ Foto: Dhani Irawan/detikcom


"Tubuh bayi baru lahir akan mencoba over kompensasi dengan membiarkan sel-selnya menyerap lebih banyak air, yang akan menyebabkan pembengkakan di seluruh tubuh, termasuk di otak, yang bisa mengakibatkan kejang, koma, atau kematian otak," terang Danielle seperti dilansir Daily Mail.

Bayi juga banyak yang menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi, seperti penurunan berat badan dan tubuh yang membengkak jika banyak minum air putih. Selain itu, memberikan air sebagai minuman kepada bayi yang masih terlalu kecil, bisa membuatnya minum lebih sedikit ASI. Bahkan yang lebih parah bayi jadi enggan menyusu pada ibunya lebih dini. Inilah yang kemudian menyebabkan bayi mengalami malnutrisi.

Tubuh bayi yang sedang berkembang pesat membutuhkan kalori. ASI setiap dua sampai empat jam sebenarnya sudah cukup bagi bayi baru lahir, sehingga mereka nggak butuh asupan lainnya seperti air putih ini.

"Yang tidak dipahami oleh beberapa orang adalah ketika memberi bayi terlalu banyak air, maka bayi kehilangan kalori yang sebenarnya mereka butuhkan," terang Danielle.

American Academy of Pediatrics menyarankan agar bayi mengonsumsi ASI eksklusif jika memungkinkan untuk enam bulan pertama kehidupannya. Setelah bayi berusia lebih dari enam bulan, bisa melanjutkan asupan ASI-nya dengan penambahan makanan pendamping ASI.

Nah, pada saat bayi berusia enam bulan ini, mereka sudah bisa diberi minum air putih dalam jumlah sedikit, yang biasanya diberikan setelah makan. Saat bayi berusia enam dan 12 bulan, aman baginya untuk minum 50-100 ml air putih dalam sehari. Jadi memang nggak perlu banyak-banyak, karena dalam usia ini, bayi masih mendapatkan ASI.



"Yang menarik, bayi cukup pintar sehingga kebanyakan tidak tertarik pada air pada usia itu, dan orang tua perlu tahu Itu tidak apa-apa," ucap Danielle.

Meninggal karena ASI Campur Air

Kasus meninggalnya bayi 10 minggu di Georgia, Amerika Serikat, bernama Nevaeh menjadi pelajaran berharga buat kita semua, Bun. Jadi kala itu, si bayi mendapat ASI yang dicampur air.

Ini karena sang ibu merasa ASI-nya tidak banyak, sehingga dia merasa bayinya tidak mendapat cukup makan dan minum. Untuk menyiasatinya, si ibu menambahkan air ke dalam ASI yang diminumkan ke bayinya.

Bayi itu pun menjadi sangat kurus sebelum meninggal. Hasil pemeriksaan medis menyebutkan bayi Nevaeh meminum air dua kali lebih banyak ketimbang ASI. Akibatnya tingkat sodium dan elektrolit dalam tubuhnya turun drastis, sementara itu otaknya membengkak. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi