HaiBunda

PARENTING

Pelajaran dari Kasus Bocah yang Coba Bunuh Diri karena PR

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Senin, 05 Mar 2018 01:00 WIB
Pelajaran dari Kasus Bocah yang Coba Bunuh Diri karena PR/ Foto: Thinkstock
Jiangxi, China - Bun, kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita sebagai orang tua. Ya, ternyata anak bisa kepikiran untuk mengakhiri hidupnya hanya gara-gara nggak bisa mengerjakan PR.

Kabar ini datang dari China, Bun. Seorang bocah sekolah dasar mencoba bunuh diri dengan melompat dari lantai 15. Penyebanya adalah PR yang ia dapat dari sekolahnya.

Sebuah video yang beredar memperlihatkan seorang anak berusia 12 tahun duduk di jendela lantai 15 sebuah bangunan di Fuzhou, Provinsi Jiangxi, China, tengah menjulurkan dan mengayun-ayunkan kakinya. Bocah itu bersiap-siap dalam posisi menjatuhkan diri. Demikian dilansir The Coverage.




Anak bergelantungan di jendela lantai 15/ Foto: Shanghaiist
Tak lama berselang, bocah itu pun membiarkan dirinya jatuh dari ketinggian tersebut. Beruntung, anak yang diketahui kelas 6 SD tersebut mendarat di bantal udara besar yang ditempatkan di tanah oleh regu penyelamat. Anak tersebut selamat dan hanya mengalami luka ringan di bagian telinga.

Dikutip dari Shanghaiist, sang ibu mengatakan putrinya memutuskan bunuh diri karena stres di sekolahnya. Semester baru akan dimulai dan dia belum selesai mengerjakan tugas sekolah yang seharusnya diselesaikan selama liburan musim dingin.

Hmm, kok bisa ya anak sekecil itu sudah tahu soal bunuh diri. Ini yang perlu Bunda ketahui jika suatu saat anak bertanya tentang bunuh diri.

Kata psikolog anak dari Tiga Generasi, Anastasia Satriyo MPsi, Psikolog, berdasarkan penelitian memang kematian karena bunuh diri itu paling susah diterima dan dipahami. Nah, ketika anak-anak tanya soal bunuh diri, Bunda bisa menceritakan tentang bunuh diri sesuai usianya.

Semakin kecil usia anak, kasih penjelasan sesimpel mungkin ya, Bun. Tapi, kalau penjelasan kita nggak memuaskan anak, Anas menyarankan kita sabar aja Bun mengahadapi pertanyaan-pertanyaan anak.

Tugas rumah apalagi ujian-ujian sekolah terkadang memang jadi momok menakutkan bagi anak-anak baik SD, SMP maupun SMA. Sehingga nggak jarang kalau dalam masa ini anak jadi stres berat.


"Anak perlu memiliki disiplin belajar sehingga dia belajar bukan saat ujian saja. Belajar di sekolah ditambah pengulangan materi di rumah satu sampai dua jam sudah cukup kok," terang Roslina Verauli, psikolog anak dan keluarga seperti dilansir detikHealth.

Dikatakan Vera, sejatinya stres tidak selamanya buruk, bahkan stres itu sehat. Dalam artian, individu baik anak atau dewasa yang stres akan berada di posisi mengancam atau menantang. Sehingga, mereka akan melakukan persiapan untuk menghadapi kejadian tersebut. (Nurvita Indarini)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Parenting Maya Sofia Puspitasari

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK