parenting

5 Arti Tangisan Bayi yang Jadi Cara Mereka Berkomunikasi

Radian Nyi Sukmasari Rabu, 12 Jun 2019 13:58 WIB
5 Arti Tangisan Bayi yang Jadi Cara Mereka Berkomunikasi Ilustrasi bayi menangis/ Foto: istock
Jakarta - Namanya bayi tentu belum bisa bicara. Alhasil, tangisan menjadi komunikasi mereka dengan orang di sekitarnya. Sehingga, tangisan bayi akan berbeda sesuai artinya. Soal bayi menangis ini masih hangat diperbincangkan setelah pemain sinetron Angela Gilsha protes soal bayi yang menangis di pesawat.

Profesor Pediatri di University of British Columbia, Ron Barr, sudah mempelajari tangis bayi secara intensif. Dia lantas merumuskan enam karakteristik tangisan bayi yaitu Purple.

"Purple merupakan kepanjangan dari peak, unpredictable, resistant, pain, long time, dan evening," ujar Barr dilansir Today's Parent.


Peak merujuk pada umumnya bayi sering menangis sampai usia 2 bulan. Frekuensi dan durasi dia menangis perlahan berkurang sampai di usia 4 bulan dia sudah jarang menangis. Unpredictable berarti kadang tangisan bayi tidak bisa diprediksi. Benar kan, Bun?

Resistant mengacu pada kadang kala usaha menghibur atau menenangkan bayi yang menangis gagal. Saat menangis mereka juga kadang menunjukkan rasa sakit alias pain, meski mereka enggak merasakan sakit yang sebenarnya.

"Long time yakni bayi sesekali menangis dengan durasi lama, 35 sampai 40 menit tanpa henti. Lalu evening yakni sebagian besar bayi menangis di sore hari," tambah Barr.

Nah, biar Bunda dapat meredakan tangis bayi dengan cepat sebaiknya memahami arti tangisan mereka. Dikutip dari Parent, berikut 5 jenis tangisan bayi dan artinya:

5 Arti Tangisan Bayi yang Jadi Cara Mereka BerkomunikasiIlustrasi bayi menangis/ Foto: istock


1. Lapar

Tangisannya seperti orang putus asa dan enggak berhenti. Kadang nada tangisannya cukup tinggi, Bun.

2. Lelah

Bayi menangis dengan tersengal dan terdengar enggak berdaya. Tangisannya ada jeda dan lebih mudah ditenangkan. Selain itu, bayi bisa menangis sambil menutup matanya dan gelisah. Atau, mata si bayi terbuka dan berkaca-kaca, kemerahan, dan dia sering menggosok mata.

3. Bosan atau mendapat stimulasi berlebih

Tangisan bayi biasa saja. Jika bosan, bayi akan lebih mudah tertawa saat dia melihat sesuatu yang menarik. Tapi, kalau bayi mendapat overstimulasi, rangsangan tertentu bikin tangisannya makin kencang bahkan menjerit.



4. Kesal dan tidak nyaman

Tangisan bayi yang kesal atau merasa enggak nyaman lebih seperti rengekan. Kadang-kadang, dia memukul-mukul dengan tangannya.

5. Kesakitan

Tangisan bayi melengking. Kadang disertai lengkungan punggung. Kalau sakit yang dirasa si kecil di area perut, bayi bakal mengangkat lututnya ke dada.

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi