parenting

4 Alasan Bayi Baru Lahir Tidak Boleh Langsung Dimandikan

Dwi Indah Nurcahyani Kamis, 11 Jul 2019 16:31 WIB
4 Alasan Bayi Baru Lahir Tidak Boleh Langsung Dimandikan
Jakarta - Sebagian bayi terlahir dengan tumpukan lemak bercampur dengan darah, dan air ketuban. Meskipun terlihat kotor, ternyata bayi baru lahir tidak boleh langsung dimandikan lho, Bun.

Tim medis yang menangani bayi Bunda, biasanya akan menunda hingga kurang lebih 24 jam untuk memandikan si kecil. Dr Ira Jaffe, seorang obgyn di NYC menuturkan bahwa orangtua memang sebaiknya menunggu sedikit lebih lama. Setidaknya, 24 jam atau lebih sebelum memandikannya.

"Penting untuk diingat bahwa bayi tidak dilahirkan kotor. Jalan si kecil untuk keluar memang dirancang dengan sedemikian rupa untuk mereka keluar,"ujar Ira dikutip dari Womansday.


Bunda enggak perlu khawatir berlebihan, karena sebenarnya bayi dilahirkan dengan lapisan putih seperti lilin yang mudah dibersihkan. Tetapi zat disebut vernix caseosa sebenarnya dapat bermanfaat jika dibiarkan beberapa saat lebih lama.

4 Alasan Bayi Baru Lahir Tidak Boleh Langsung DimandikanAlasan bayi baru lahir tidak boleh dimandikan/ Foto: iStock

Sebuah studi dari ACOG Journal of Obstetrics and Gynecology menunjukkan bahwa vernix menambahkan lapisan pelindung pada kulit yang membuatnya lebih lembut dan melindungi sistem kekebalan tubuh. Selain itu, vernix dan cairan ketuban mengandung peptida antimikroba yang dapat melindungi bayi dari bakteri dan jamur.

Melansir Childrensmd, saat ini sudah menjadi aturan standar di banyak rumah sakit bahwa memandikan bayi pertama kali menunggu waktu hingga 8-24. Bahkan sampai 48 jam untuk bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar. Penundaan memandikan bayi yang baru lahir ini juga merupakan rekomendasi dari WHO dan juga berdasarkan penelitian medis.

Beberapa alasan yang menyebabkan seorang bayi yang baru lahir mesti ditunda untuk memandikannya pertama kali, diantaranya berikut ini, Bun:

1. Kontrol suhu yang ditingkatkan

Memandikan bayi terlalu cepat dapat menyebabkan hipotermia. Di dalam rahim ibu, suhu yang dirasakan bayi sekira 98,6 derajat sementara kebanyakan bayi dilahirkan di kamar dengan suhu 70 derajat celcius. Dalam beberapa jam pertama setelah kelahiran, bayi harus menggunakan banyak energi untuk tetap hangat. Jika bayi menjadi terlalu dingin, maka ia dapat menurunkan gula darahnya atau mengalami komplikasi lain.

2. Bonding ibu-bayi yang membaik

Bayi yang baru lahir perlu merasakan sentuhan kulit ke kulit dengan ibu mereka. Begitu pula dengan sang ibu yang diberikan kesempatan untuk menyusui bayinya. Beberapa menit itu sangatlah berharga dan dimaksudkan untuk membangun bonding antara bayi dan orangtua.

3. Menyusui yang membaik

Penelitian menunjukkan keberhasilan menyusui yang lebih banyak, ketika ibu diperbolehkan untuk tetap melakukan bonding dari kulit ke kulit tanpa terganggu prosedur medis atau aktivitas mandi. Bayi yang menyusu dalam 30 menit pertama kehidupannya memiliki waktu jauh lebih mudah untuk belajar cara menyusui.


4. Tidak diperlukan lotion bayi

Vernix merupakan pelembab kulit alami dan pelindung kulit. Bayi membutuhkan perlindungan kulit selama transisi dari cairan ketuban ke linkungan udara. Jika bayi menunda aktivitas mandinya, maka tidak diperlukan lotion bayi beraroma buatan.

Nah, sudah tahu kan, Bun, alasan di balik bayi tidak langsung mandi. Semoga bermanfaat ya.

Simak juga yuk, cara memandikan bayi baru lahir dalam video di bawah ini!

[Gambas:Video Haibunda]

(rap/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi