Sign Up search


parenting

Perhatikan 8 Hal Ini Sebelum Memberi Anak Jus Buah

Yuni Ayu Amida Senin, 10 Feb 2020 09:01 WIB
Perhatikan 8 Hal Ini Sebelum Memberi Anak Jus Buah Perhatikan 8 Hal Ini Sebelum Memberi Anak Jus Buah/ Foto: shutterstock
Jakarta - Buah segar adalah makanan yang sehat untuk anak. Namun, menyajikannya dalam bentuk jus membuatnya lebih praktis. Tapi, apakah sebenarnya jus baik untuk anak?

Dokter spesialis anak Rini Sekartini mengatakan, sebenarnya daripada anak mengonsumsi buah yang dijus, lebih baik konsumsi buah potong. Buah potong ini bahkan baik diberikan pada anak yang punya kelebihan berat badan atau obesitas, untuk makanan selingannya.


"Ketika buah dipotong ada proses mengunyah. Pada proses itu enzim pencernaan di rongga mulut bekerja dan ini penting untuk penyerapan zat berikutnya," kata Rini, dilansir CNN Indonesia.


Lebih lanjut, kata Rini, ketika buah dikonsumsi dalam bentuk jus, proses mengunyah akan terlewatkan. Padahal mengunyah membantu perkembangan oral anak, ini melatih kemampuan otot yang berpengaruh pada proses bicara.

Perhatikan 8 Hal Ini Sebelum Memberi Anak Jus BuahPerhatikan 8 Hal Ini Sebelum Memberi Anak Jus Buah/ Foto: iStock


Tak hanya itu, mengutip Mom Junction, memberikan jus buah atau sayuran pada anak ada efek sampingnya. Meskipun bukan efek samping serius, tetapi bisa saja menimbulkan beberapa masalah kesehatan, di antaranya:

1. Jus, terutama jus buah dianggap tinggi kadar gula keseluruhan, dan ini meningkat lebih lanjut jika jus diberi tambahan gula juga. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kalori. Peningkatan konsumsi kalori dapat menyebabkan peningkatan berat badan.

2. Jus menimbulkan risiko karies gigi, terutama pada bayi dan anak kecil.

3. Karena sudah mengalami proses penghancuran, kebanyakan jus kekurangan serat, padahal serat penting untuk berbagai fungsi tubuh.

4. Karena jus, terutama jus buah, manis, bayi dan anak-anak kecil bisa sangat menyukainya, dan kemungkinan bisa menolak kelompok makanan lainnya.

5. Jus yang dibuat secara komersial biasanya ditambahkan pemanis, rasa, aditif dan pengawet yang tentunya tidak ideal untuk bayi dan anak kecil.

Namun, jika Bunda tetap ingin memberikan si kecil jus. Bunda bisa perhatikan hal-hal berikut.

1. Batasi konsumsi jus, jangan berlebihan. Mulailah dengan hanya 2 - 3 sendok agar bayi terbiasa dengan rasa jus.

2. Berikan jus dengan konsentrat 100 sayuran atau buah, jangan dari minuman jus atau campuran bubuk yang dimaniskan. Agar buah atau sayuran tersebut encer dan tidak terlalu pekat, gunakan air matang.

3. Jangan mengganti makanan dengan jus buah. Sebaliknya, biarkan jus menjadi pendamping makanan seimbang.

4. Mulailah dengan jus sayuran daripada jus buah, karena bayi cenderung lebih suka jus buah karena rasanya yang manis dan mungkin tidak menyukai jus sayuran.

5. Hindari menambahkan garam, gula, madu, atau perasa tambahan ke dalam jus karena mungkin sulit dicerna bayi.

6. Bisa mulai dengan sayuran tunggal atau jus buah tunggal dan kemudian secara bertahap menggabungkan beberapa buah atau sayuran.

7. Jangan beri jus buah menjelang waktu tidur karena dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung, gas, dan gangguan pencernaan pada bayi.

8. Jus tidak boleh digunakan untuk pengobatan dehidrasi atau diare.



Simak juga resep menu diet dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(yun/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi