PARENTING
5 Cara Hadapi Anak Tantrum Menurut Psikolog, Pahami Batasan Toleransinya
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Selasa, 05 Jan 2021 19:25 WIBMenghadapi anak tantrum memang tak mudah ya, Bunda. Anak bisa tiba-tiba marah dan jadi frustasi saat bermain, lapar, atau mengantuk.
Menurut psikolog anak Saskhya Aulia Prima M.Psi, tantrum adalah luapan atau ekspresi emosi-emosi besar pada anak. Luapan emosi ini bisa berupa marah, kesal, dan frustasi.
Tantrum umumnya terjadi di usia 1 sampai 4 tahun. Di rentang usia ini, anak memang belum bisa mengontrol emosinya dengan baik.
"Biasanya terjadi pada mereka yang frustasi, entah karena emosi atau belum bisa mengontrol emosi dengan baik di usia segitu," kata Saskhya kepada HaiBunda, Selasa (5/1/2021).
Penyebab anak tantrum
Salah satu tantrum pada anak biasanya terjadi karena frustasi saat bermain. Ekspresi emosi juga bisa berubah karena lapar atau mengantuk, Bunda.
Tantrum berbeda dengan anak ngambek ya. Tantrum membuat emosi anak berubah menjadi sangat intens. Terkadang, mereka bisa marah sambil teriak atau memukul.
Tantrum yang terjadi di usia 1 sampai 4 tahun masih dianggap wajar. Meski begitu, ada batasan kapan emosi anak dianggap tantrum atau bukan.
"Alasan terjadinya tantrum itu banyak, bisa karena rutin terganggu, lapar, atau mengantuk. Orang tua disarankan 'punya rutin yang jelas' atau prosedur yang jelas ke anak untuk mengurangi tantrumnya," ujar Saskhya.
"Tantrum juga bisa terjadi karena alasan personal, saat anak dilarang atau sebel sama orang," sambungnya.
Emosi anak yang meledak-ledak bukan cuma disebabkan tantrum, Bunda. Alasan medis seperti kolik atau emosional meltdown karena sensorik juga bisa membuat anak marah dan frustasi. Untuk mengatasi tantrum, sebaiknya Bunda mencari tahu dulu penyebabnya ya.
Efek berbahaya anak tantrum
Orang tua sebaiknya mengerti kapan tantrum pada anak sudah tidak wajar atau normal. Misalnya, intensitas tantrum terjadi hampir setiap hari dengan waktu lama.
"Perlu dikonsultasikan ke tenaga ahli jika anak sering tantrum seminggu ada lima kali lebih dan satu episode bisa lebih dari 30 menit, terjadi intens, anak menyakiti diri sendiri, sulit ditenangkan, atau masih terjadi setelah usia empat tahun," kata Saskhya.
Setelah usia empat tahun, si kecil seharusnya sudah bisa bicara tentang perasaannya dan mampu mengontrol diri. Nah, jika anak masih intens melakukan tantrum di atas usia empat tahun, sebaiknya segera konsultasi untuk mencari penyebab lain selain tantrum.
Tantrum yang tidak segera ditangani bisa mengganggu perkembangan si kecil, Bunda. Salah satunya, perkembangan akademis, sosial, emosi, dan kecerdasan.
"Kecerdasan anak itu bisa berfungsi dengan baik kalau dalam posisi yang bahagia. Kalau kesulitan karena tantrum bisa mengganggu perkembangannya, terutama sosial," ujar Saskhya.
Bolehkah orang tua mengabaikan anak tantrum?
Anak yang tantrum seringkali dibiarkan sendiri agar bisa tenang. Saskhya menjelaskan, batasan untuk mengabaikan anak tantrum harus menyesuaikan kondisi keluarga. Misalnya, ibu yang memiliki lebih dari satu anak kecil mungkin bisa mengabaikan buah hatinya yang tantrum.
"Sesekali treatment enggak langsung dipeluk atau menenangkan anak. Tapi bilang ke anaknya, "Ya sudah, kamu kan masih nangis, Mama ke belakang dulu ambil minum nanti balik lagi'," ucap Saskhya.
Pengabaian ini harus dilihat sesering apa ya. Kita lihat dulu, apakah mengabaikan anak tantrum adalah cara yang orang tua butuhkan atau anak butuhkan, atau memang sudah selalu kita lakukan.
"Kita lihat lagi kebutuhannya. Anak mungkin butuh privasi untuk sendiri saat tantrum. Tapi, paling penting orang tua harus mengawasi dan memastikan keamanan anaknya," kata Saskhya.
Bunda boleh mengabaikan anak tantrum, tapi tidak membiarkan begitu saja ya. Orang tua harus membantu buah hatinya mengelola emosi agar merasa dipahami dan berharga.
Tips menangani anak tantrum
1. Tetap tenang
Meski sulit, orang tua perlu tenang dalam menghadapi anak tantrum. Emosi anak yang sedang meledak-ledak jangan sampai memengaruhi Bunda ya.
"Kalau orang tua marah akan terasa ke anak, mereka semakin enggak tenang dan malah makin nangis," ujar Saskhya.
2. Perhatikan tipe anak
Perlu Bunda tahu, ada anak yang suka dipeluk atau elus-elus saat tantrum. Tapi, ada juga anak yang malah semakin menjauh saat dipeluk orang tuanya.
Tantrum itu ada 'peak' momennya di mana anak menangis hingga berteriak. Kalau sudah begini, kita bisa menunggu mereka tenang lalu memeluk dan bicara pelan-pelan.
"Kita peluk, terus bilang 'kamu marah ya, sebel ya?'. Ketika kita mengatakan hal ini, anak akan merasa dipahami oleh orang tuanya," kata Saskhya.
3. Cari solusi bersama
Bunda perlu mengetahui penyebab anak tantrum untuk bisa mengatasinya. Jika tantrum terjadi saat bermain, coba cari solusi bersama anak.
Kalau anak sudah tenang, kita bisa ajak mereka bicara. Misalnya, 'tadi baloknya jatuh ya, gimana ya biar enggak jatuh?'. Bantu anak mencari solusi dari masalahnya agar berhenti tantrum.
4. Alihkan perhatian
Tantrum pada anak juga bisa terjadi di publik space, Bunda. Untuk mengatasi hal ini, bunda bisa mengalihkan perhatian si kecil ya.
"Kalau di public space, bawa ke tempat aman untuk supaya bisa menenangkan dia. Kita bisa alihkan atau bawa ke tempat sepi," ucap Saskhya.
5. Pelatihan untuk orang tua
Tantrum bisa diatasi dengan kesigapan orang tua menangani emosi anak yang meledak-ledak. Bunda bisa mengikuti pelatihan untuk membantu anak tenang dari emosi marah.
Pada anak yang sudah bisa berhitung, Saskhya menyarankan untuk mengajari mereka menghitung 1 sampai 10 dengan mata tertutup. Di hitungan 10 kita bisa meminta di kecil untuk tenang. Kalau mereka sudah bisa belajar mengatur napas, orang tua bisa ajarkan buang napas dan tarik napas untuk mengontrol emosi.
Mengatasi tantrum pada anak yang belum bisa bicara
Secara umum, kemampuan bicara pada anak ada dua, yakni kemampuan bicara dan memahami ucapan. Sebelum usia tiga tahun, biasanya anak belum lancar bicara, namun sudah memiliki kemampuan untuk memahami ucapan. Di usia ini, mereka juga belum bisa ekspresif dalam mengungkapkan perasaannya.
Anak yang telat bicara memang mudah marah. Tapi, selama mereka sudah mengerti ucapan kita, Bunda bisa dengan mudah menenangkan anak tantrum.
"Kita ngobrol saja sama dia. Justru saat anak tak bisa mengungkapkan kata-kata, kita perlu mengungkapkan perasaannya. Pada dasarnya, menangani anak tantrum yang belum bisa bicara sama dengan anak lain, cuma memang mereka belum bisa mengungkapkan semua," ujar Saskhya.
Baca Juga : Penyebab Bunda Sulit Menahan Emosi kepada Anak |
Simak juga tips lain untuk mengatasi anak tantrum, dalam video berikut:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mitos Vs Fakta Kebiasaan Menangis pada Si Kecil, Cek Bareng Yuk Bun!
Waktu Anak Kedua Mulai Tantrum Pertama, Sumpah Rasanya Santuy Banget
Cara Tepat Menghadapi Anak Tantrum, Bunda Perlu Tahu
Bunda Sabar Ya, Begini Lho Cara Mengatasi Anak Tantrum
TERPOPULER
Momen Siraman dan Pengajian Syifa Hadju Jelang Nikah, Ayu Berkebaya Hijau Usung Adat Jawa
Kisah Langka Perempuan Perutnya Selalu Tampak Hamil 9 Bulan setiap Usai Makan
Ternyata Ini Kebiasaan Orang Tua yang Bikin Anak Mudah Cemas dan Ganggu Mentalnya
Mengenal 'Emotional Salary', Cara Baru Perusahaan Atasi Karyawan yang Tidak Semangat Kerja
9 Karakteristik hingga Ucapan Orang Manipulatif, Bikin Lawan Bicara Merasa Bersalah
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Skincare Lokal untuk Ibu Hamil yang Aman & Punya Manfaat Terbaik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Mesin Cuci 1 Tabung Bukaan Depan yang Bagus & Awet, Pilih yang Terbaik!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Kering, Bantu Melembapkan Sepanjang Hari
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Pompa ASI Handsfree Bagus, Berkualitas, & Anti Ribet Beserta Harganya
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Lanyard ID Card Brand Lokal yang Bagus & Awet, Pilih yang Terbaik!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
3 Tips Menjaga Kesehatan Selama Beribadah Haji
Ternyata Ini Kebiasaan Orang Tua yang Bikin Anak Mudah Cemas dan Ganggu Mentalnya
Kisah Langka Perempuan Perutnya Selalu Tampak Hamil 9 Bulan setiap Usai Makan
30 Soal Volume Kubus Lengkap dengan Kunci Jawabannya
Mengenal 'Emotional Salary', Cara Baru Perusahaan Atasi Karyawan yang Tidak Semangat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Pesan Maia Estianty untuk Syifa Hadju di Momen Haru Siraman El Rumi
-
Beautynesia
5 Kebiasaan Unik Orang dengan Kecerdasan Tinggi di Rumahnya
-
Female Daily
YSL Libre Berry Crush: Flanker Terbaru yang Juicy dan Cocok untuk Siang Hari
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Potret Syifa Hadju Pengajian & Siraman Jelang Pernikahan, Cantik Paripurna
-
Mommies Daily
Kuis: Tipe Transportasi yang Paling Cocok dengan Kepribadianmu