sign up SIGN UP search


parenting

Bunda, Bahas Kenaikan Berat Badan Anak Selama Pandemi Nggak Baik, lho

Melly Febrida Sabtu, 27 Feb 2021 12:52 WIB
Berat Badan Anak caption

Pandemi COVID-19 membuat banyak perubahan. Di rumah, Bunda mungkin jadi sering masak beraneka ragam masakan hingga camilan. Berat badan pun ikutan naik, termasuk pada anak-anak. Meski pipi anak mulai chubby dan pakaian jadi sempit, dokter menyarankan orang tua untuk tidak terlalu memusingkan kenaikan berat badan anak-anak.

Dikutip dari The Globe and Mail, pada Maret, jurnal Obesity memperingatkan bahwa kombinasi dari penutupan sekolah, aktivitas fisik yang kurang, dan keluarga yang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dikelilingi oleh makanan yang menenangkan akan meningkatkan faktor risiko kenaikan berat badan.  

Sejak itu, penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa anak memang makan lebih banyak dan bergerak lebih sedikit. Tetapi dokter anak dan ahli diet mengatakan orang tua tidak perlu khawatir, dan juga tidak harus menambah tekanan dan kesulitan hidup di pandemi ini dengan mengadopsi program pengelolaan berat badan. 

Ada hal-hal sederhana dan praktis yang dapat orang tua lakukan untuk membantu keluarga membuat pilihan yang lebih sehat, tetapi membicarakan berat badan dengan anak-anak bukanlah salah satunya.

"Apakah penting untuk melakukan percakapan itu? Menurut saya, lebih penting memiliki lingkungan yang sehat dan mencintai anak-anak Anda tanpa syarat," kata Geoff Ball, direktur Pediatric Center for Weight and Health di Stollery Children’s Hospital di Edmonton.

Meskipun niat orang tua membicarakan berat badan itu mungkin baik, kata Ball, kemungkinan besar itu tidak akan membawa perubahan positif. Bahkan dapat memiliki konsekuensi yang lebih berbahaya.

 “Itu hanya membuat mereka (anak) merasa tidak enak,” kata Tom Warshawski, seorang dokter anak dan ketua dari Childhood Obesity Foundation, sebuah organisasi yang mempromosikan pola makan sehat dan gaya hidup aktif untuk anak-anak.


Banner kiat khusus merawat janda bolong



Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Eating and Weight Disorders yang mensurvei 501 wanita berusia antara 25 dan 35 tahun menemukan bahwa orang tua yang berkomentar terkait berat badan kepada anak-anaknya membuat anaknya lebih cenderung tidak puas dengan tubuhnya.

Semakin banyak orang tua berbicara dengan anak-anak tentang berat badan, semakin buruk perasaan peserta studi tentang tubuh mereka di masa dewasa, menurut studi 2016.

Begitu juga yang disampaikan, Nicole Spencer, ahli diet yang berbasis di Vancouver yang bekerja dengan anak-anak dan remaja. Menurutnya, orang tua tidak perlu stres jika mereka dan anak-anak mereka makan lebih banyak dan bergerak lebih sedikit selama pandemi, kata 

“Ini semua tentang, apa yang kita butuhkan untuk mengatasinya?” dia berkata.

Orang tua juga tidak boleh membersihkan dapur dari kue dan camilan lain sebagai upaya membantu keluarga makan lebih baik. Menurut Spencer, apabila orang tua benar-benar menghentikan makanan manis dan kaya rasa dari diet anak-anak, mereka tidak belajar untuk memoderasinya.

Kunci Anak Makan Sehat

Ada langkah-langkah kecil dan praktis yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu anak membuat pilihan yang lebih sehat. Salah satu kuncinya, kata Ball, menempatkan makanan sehat di bagian depan dan tengah, baik di lemari es, dapur atau di sekitar rumah.

“Contoh praktis yang bagus adalah mangkuk buah,” katanya. Juga, hindari menstigmatisasi salah satu anggota rumah tangga dengan membuat usaha makan keluarga yang lebih sehat.

Saksikan informasi menarik lainnya dalam video pilihan berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(fia/fia)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi