sign up SIGN UP search


parenting

Penyebab Amandel Bengkak pada Anak dan Cara Mudah Diagnosisnya Bun

Annisa Karnesyia Kamis, 29 Apr 2021 09:47 WIB
Ilustrasi anak demam dan batuk caption
Jakarta -

Amandel bengkak yang di area belakang tenggorokan seringkali dialami anak-anak, Bunda. Kondisi ini bisa sampai bikin si Kecil enggak nyaman dan kesulitan makan lho.

Radang amandel atau tonsilitis adalah penyebab amandel bengkak. Amandel merupakan jaringan atau kelenjar yang berada di bagian belakang tenggorokan dan bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Dilansir Drugs, tonsilitis dapat disebabkan infeksi virus atau bakteri. Radang ini dapat menyebar dari orang yang terinfeksi ke orang lain melalui batuk, bersin, atau sentuhan.


Kuman juga dapat menyebar melalui makanan dan minuman. Penyebarannya paling mudah di lingkungan anak-anak, Bunda. Tonsilitis memang umumnya menyerang anak-anak usia sekolah, dari 4 hingga 16 tahun.

banner sahabat benci bayibanner sahabat benci bayi/ Foto: haibunda.com/Mia Kurnia Sari

Amandel bengkak pada anak terbagi menjadi dua, yakni akut dan kronis. Pada kondisi akut, radang dapat terjadi tiba-tiba dan bisa kambuh dalam satu tahun. Sementara saat kronis, radang amandel dapat terjadi kembali setelah seseorang mendapat perawatan medis.

Penyebab amandel bengkak

Amandel bengkak bisa terjadi karena infeksi virus dan bakteri, Bunda. Melansir dari Medical News Today dan Fast Med, berikut beberapa virus dan bakteri penyebab amandel bengkak:

1. Adenovirus

Adenovirus seringkali terjadi tanpa disertai gejala. Infeksi virus ini dapat terjadi berulang pada seseorang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah.

2. Virus epstein-barr

Virus epstein-barr dapat menyebabkan amandel bengkak. Virus ini bisa menyebar melalui pertukaran cairan tubuh, terutama air liur.

Tidak ada vaksin untuk melawan virus ini, namun penularan dapat dicegah dengan menjaga jarak dari orang yang terinfeksi dan tidak berbagi sikat gigi atau perlengkapan makan dan minum.

3. Influenza

Influenza atau flu dapat menyebabkan amandel bengkak disertai gejala lain, seperti batuk, sakit tenggorokan, nyeri, dan demam.

4. Bakteri Streptococcus pyogenes

Streptococcus pyogenes merupakan bakteri yang dapat menginfeksi tenggorokan dan menyebabkan amandel bengkak serta meradang.

5. Campak

Virus campak tak cuma bikin anak demam dan batuk. Virus ini juga bisa menyebabkan amandel bengkak disertai munculnya bintik putih di mulut. Anak yang belum mendapat vaksin campak dapat berisiko tertular dan mengalami komplikasi.

6. Virus herpes simpleks

Virus ini dapat menjadi salah satu penyebab radang amandel, Bunda. Gejalanya seperti muncul lepuh di daerah amandel yang bikin bengkak.

Gejala amandel bengkak

- Bau mulut

- Sakit telinga atau kesulitan bernapas

- Kelenjar getah bening di leher membesar

- Demam atau kedinginan

- Sakit kepala

- Suara serak dan kesulitan menelan

- Sakit tenggorokan yang berlangsung lebih dari 48 jam

- Nafsu makan menurun

- Lesu, lelah, dan tampak tidak sehat

- Gelisah saat tidur atau sering terbangun

- Sakit di daerah telinga

Little girl using nebulizer during inhaling therapy.Ilustrasi anak sakit amandel bengkak/ Foto: iStock

Diagnosis amandel bengkak

Amandel bengkak karena radang dapat didiagnosis melalui tes strep, Bunda. Hasil tes nantinya akan menentukan pengobatan yang tepat untuk si Kecil.

Tes strep dikenal juga dengan tes usap tenggorokan yang hasilnya akan dikirim ke laboratorium. Pemeriksaan ini jauh lebih akurat, namun butuh waktu beberapa hari untuk mendapatkan hasilnya.

Pemeriksaan amandel bengkak juga dapat dideteksi oleh orang tua lho. Bunda bisa meminta anak membuka mulut sambil menjulurkan lidah dan mengucapkan 'aaa'.

Kemudian, lihat dengan senter letak dua benjolan berdaging di bagian belakang dan samping tenggorokan si Kecil. Bila benjolan tampak merah dan bengkak, disertai sakit tenggorokan lebih dari 48 jam, sebaiknya segera bawa anak ke dokter.

Penanganan amandel bengkak

1. Pencegahan

Pencegahan amandel bengkak dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan dan kebersihan. Biasakan anak mencuci tangan dan menghindari orang yang sedang sakit.

2. Pengobatan

Pengobatan amandel bengkak dapat dilakukan dengan memberikan anak minum air hangat, berkumur dengan air garam, dan konsumsi obat ibuprofen. Selama sakit, si Kecil sebaiknya istirahat total atau tidak keluar rumah untuk memutus rantai penyebaran.

Amandel bengkak yang disebabkan virus umumnya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Dokter biasanya akan meresepkan obat antibiotik, Bunda.

Pemberian antibiotik juga dibutuhkan pada anak dengan kondisi berikut:

- Pernah mengidap penyakit jantung rematik.

- Bentuk amandel yang parah, terutama bila ada ruam.

- Mengalami komplikasi, seperti abses di belakang amandel atau pada kelenjar di leher.

- Jika ada kesulitan menelan, maka anak mungkin akan diberi resep prednisolon, yakni obat kortikosteroid anti-radang sebagai pengganti antibiotik. Obat ini berguna untuk mengurangi pembengkakan yang terjadi pada amandel.

Kapan anak harus dioperasi?

Dokter spesialis anak, Dr. Darmawan Budi Setyanto,Sp.A(K) mengatakan, bila seorang anak sedang selesma atau infeksi di saluran napas, amandelnya tentu ikut meradang. Organ yang sedang meradang akan tampak merah, nyeri dan bengkak sehingga tampak membesar.

Jika bersifat sementara dan radang sudah mereda, maka organ tersebut akan kembali normal. Ada dua alasan radang amandel perlu dioperasi. Namun, salah satunya bukan tentang ukuran amandel bengkak dan besar ya.

"Ukuran amandel yang besar pada anak tidak menjadi alasan perlunya untuk dioperasi. Dari sekian banyak alasan, ada dua alasan yang sering dan terpenting, yakni bila telah timbul gangguan pernapasan saat tidur atau obstructive sleep apnea syndrome (OSAS) atau radang karena kuman streptokokus," kata Darmawan, dilansir laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Pada anak kelompok usia lebih muda, operasi biasanya dilakukan pada kondisi OSAS. Sedangkan di kelompok usia lebih tua, alasan paling sering adalah tonsilo-faringitis.

(ank/ank)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi