HaiBunda

PARENTING

TBC Bisa Menyerang Bayi Baru Lahir, Kenali Penyebabnya

Kinan   |   HaiBunda

Kamis, 15 Feb 2024 17:22 WIB
TBC pada bayi/ Foto: Getty Images/SerrNovik

Tuberkulosis (TB atau TBC) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC pada bayi baru lahir juga perlu menjadi perhatian para orang tua.

Dikutip dari MSD Manual, secara umum gejala yang mungkin muncul misalnya berupa demam, berkurangnya tenaga, dan kesulitan bernapas.

Untuk menegakkan diagnosis, diperlukan pemeriksaan secara menyeluruh oleh dokter dengan melakukan rontgen dada, tes darah, pemeriksaan tulang belakang pada anak, dan pemeriksaan lain-lain.


Penyebab TBC pada bayi baru lahir

Bayi dapat tertular bakteri Mycobacterium tuberculosis melalui beberapa faktor penyebab:

Sebelum lahir

Infeksi terjadi jika bakteri melewati plasenta (organ yang memberi nutrisi pada janin) dan menginfeksi janin.

Saat lahir

Infeksi terjadi jika bayi baru lahir menghirup atau menelan cairan yang terinfeksi dari jalan lahir.

Setelah lahir

Infeksi terjadi jika bayi baru lahir mengirup tetesan infeksi yang terbatuk atau bersin ke udara oleh anggota keluarga atau petugas medis.

Sekitar 50 persen anak yang lahir dari ibu dengan infeksi tuberkulosis aktif di paru-parunya akan mengalami infeksi ini pada tahun pertama kehidupannya, kecuali jika diberikan antibiotik pencegahan atau vaksin yang disebut Bacille Calmette-Guérin (BCG). 

Gejala TBC pada bayi baru lahir

Beberapa bayi baru lahir mungkin tidak menunjukkan gejala. Pada sebagian lainnya, gejala yang bisa terlihat termasuk seperti mengalami demam, berkurangnya energi, kesulitan bernapas, atau seperti pneumonia yang sulit diobati. 

Setelah itu, bayi mungkin mengalami keterlambatan dalam penambahan berat badan dan pertumbuhan fisik (gagal tumbuh/failure to thrive). 

Karena tuberkulosis biasanya menyerang banyak organ, bayi baru lahir mungkin juga mengalami pembesaran hati dan limpa.

Diagnosis TBC pada bayi baru lahir

Untuk menegakkan diagnosis TBC, bayi mungkin memerlukan pemeriksaan seperti:

  • Rontgen dada
  • Pemeriksaan dan kultur sampel cairan dan jaringan
  • Tes kulit pada beberapa kasus tertentu

Setiap bayi baru lahir yang memiliki gejala mengarah pada tuberkulosis atau yang lahir dari ibu yang dengan infeksi tuberkulosis aktif akan menerima tes berikut:

  • Rontgen dada
  • Pemeriksaan dan kultur sampel cairan dan jaringan
  • Pemeriksaan tulang belakang
  • Tes darah
  • Tes kulit pada beberapa kasus tertentu

Sampel cairan dan jaringan diambil dari tenggorokan, lambung, urine, dan plasenta. Sampel ini diperiksa di bawah mikroskop untuk mencari bakteri TBC.

Tes darah dilakukan untuk mengetahui apakah bayi baru lahir mungkin mengalami infeksi lain, seperti infeksi human immunodeficiency virus (HIV).

Setiap bayi baru lahir yang tampak sehat dan ibunya memiliki hasil tes kulit positif, namun tidak ada tanda-tanda tuberkulosis pada rontgen dada dan tidak ada bukti infeksi tuberkulosis aktif harus diawasi secara ketat oleh dokter. 

Semua anggota keluarga di dalam rumah juga harus dievaluasi. Jika setelah evaluasi dokter menentukan bayi baru lahir tidak terkena infeksi tuberkulosis aktif, maka ia tidak memerlukan pengobatan atau tes lainnya. 

Tetapi jika setelah evaluasi dokter menentukan bayi baru lahir terkena infeksi tuberkulosis aktif, bayi baru lahir akan diberikan tes seperti dijelaskan di atas.

Pencegahan dan pengobatan TBC pada bayi baru lahir

Bayi baru lahir perlu diberikan vaksin yang disebut Bacille Calmette-Guérin (BCG) untuk membantu mencegah tuberkulosis pada masa kanak-kanak.

Untuk pengobatan, bayi baru lahir dengan infeksi tuberkulosis aktif mungkin memerlukan kombinasi obat antibiotik dan obat-obat lainnya hanya melalui resep dokter. 

Demikian ulasan tentang TBC pada bayi baru lahir. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika memiliki riwayat infeksi TBC, baik pada diri sendiri maupun anggota keluarga lain. Mencegah lebih baik daripada mengobati, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Risiko TBC Paru pada Anak yang Tidak Mendapat Penanganan Tepat

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Diet Glowing Turun 17 Kg ala Song Hye Kyo, Ternyata Bukan dengan Salad

Mom's Life Annisa Karnesyia

Potret Latisha Anak Abdel Achrian yang Diterima Kuliah di ITB Kelas Internasional

Mom's Life Annisa Karnesyia

Bongkar 4 Mitos Autisme pada Anak

Parenting Novita Rizki

Kata Dermatolog soal Viral Tren Minum Lemon & Minyak Zaitun Biar Glowing

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Resep Frozen Chicken Cordon Bleu, Stok Bekal Praktis & Favorit Anak

Mom's Life Angella Delvie Mayninetha & Muhammad Prima Fadhilah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Adinda Thomas Gelar Acara Tasyakuran 4 Bulan Kehamilan Pertama, Intip Potretnya

Bongkar 4 Mitos Autisme pada Anak

Cara Diet Glowing Turun 17 Kg ala Song Hye Kyo, Ternyata Bukan dengan Salad

Kata Dermatolog soal Viral Tren Minum Lemon & Minyak Zaitun Biar Glowing

Potret Latisha Anak Abdel Achrian yang Diterima Kuliah di ITB Kelas Internasional

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK