PARENTING
Mengenal 2 Tipe Diabetes yang Bisa Terjadi pada Anak, Ketahui Gejala Awalnya
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Selasa, 28 Apr 2026 09:50 WIBDiabetes selama ini identik dengan penyakit orang dewasa. Namun nyatanya, kondisi ini juga bisa terjadi pada anak-anak, dan kasusnya terus meningkat dari waktu ke waktu.
Angka kejadian diabetes pada anak bahkan dilaporkan naik baik di Indonesia maupun di berbagai negara lain. Situasi ini pun kini jadi perhatian karena tidak bisa dianggap sepele.
Kalau tidak terdeteksi sejak awal, diabetes pada anak bisa menimbulkan dampak yang cukup serius, Bunda. Bahkan dalam kondisi tertentu, bisa memicu komplikasi yang membahayakan, lho.
Secara umum, ada dua jenis diabetes yang paling sering dialami anak, yaitu Diabetes Melitus (DM) tipe 1 dan tipe 2. Keduanya memiliki penyebab dan karakteristik yang berbeda.
Lalu, seperti apa sih perbedaan kedua tipe diabetes ini, Bunda? Mari kita simak bersama selengkapnya berikut ini.
Mengenal 2 tipe diabetes yang bisa terjadi pada anak
Dikutip dari akun Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia @idai_ig, jumlah kasus diabetes disebut mengalami peningkatan dalam dua dekade terakhir. Bahkan, kenaikannya lebih cepat terlihat pada salah satu tipe diabetes.
DM tipe 1 adalah kondisi ketika tubuh anak tidak mampu memproduksi insulin yang cukup, bahkan bisa tidak ada sama sekali. Hal ini terjadi karena proses autoimun yang menyerang sistem tubuh.
Tanpa insulin yang cukup, kadar gula darah atau glukosa akan meningkat. Akibatnya, tubuh tidak bisa menggunakan glukosa sebagai sumber energi secara normal.
Sementara itu, DM tipe 2 terjadi ketika tubuh masih memproduksi insulin, tetapi kerjanya tidak berjalan dengan baik. Kondisi ini biasa disebut sebagai resistensi insulin.
Karena hal tersebut, gula darah tetap tinggi karena sel-sel tubuh sulit merespons insulin untuk memasukkan glukosa. Dahulu, kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang dewasa, namun kini mulai banyak terjadi pada anak dan remaja.
Dilansir dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, diabetes tipe 1 paling sering dialami oleh bayi, balita, hingga anak usia sekitar 5-7 tahun. Sedangkan diabetes tipe 2 lebih rentan terjadi pada anak di atas 10 tahun atau saat memasuki masa pubertas.
Lantas, pada kondisi seperti ini, apa gejala awal yang biasa dijumpai pada anak?
Gejala diabetes pada anak
IDAI dan Kemenkes membagikan beberapa gejala diabetes pada anak yang perlu diperhatikan orang tua. Gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 pada anak memang sulit dibedakan karena memiliki tanda yang mirip satu sama lain.
Namun, untuk membantu deteksi dini, terdapat beberapa gejala yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Anak sering buang air kecil
Dalam kondisi normal, bayi biasanya buang air kecil setiap 1-3 jam sekali atau sekitar 3-4 kali dalam sehari. Saat usia anak mencapai sekitar 3 tahun, frekuensinya bisa meningkat menjadi sekitar 12 kali sehari, lalu perlahan menurun menjadi 4-6 kali sehari seiring bertambahnya usia.
Jika frekuensinya lebih sering, hal ini bisa menjadi salah satu tanda yang perlu diwaspadai. Kondisi ini juga dapat terlihat dari popok yang lebih cepat penuh atau anak yang jadi lebih sering mengompol.
2. Anak merasa haus yang berlebihan
Anak yang merasa haus secara berlebihan juga perlu Bunda perhatikan. Kondisi ini bisa terjadi karena tubuh kehilangan banyak cairan akibat sering buang air kecil.
Akibatnya, anak akan lebih sering minum dibandingkan biasanya, bahkan tetap merasa haus meski sudah banyak minum. Jika disertai dengan gejala lain seperti muntah atau tanda dehidrasi, hal ini perlu diwaspadai, ya.
3. Nafsu makan anak meningkat
Selanjutnya, nafsu makan anak yang meningkat memang sering membuat orang tua merasa senang. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena bisa saja menjadi salah satu gejala diabetes.
Kondisi ini terjadi karena kadar insulin yang rendah atau tidak bekerja dengan baik membuat gula dalam tubuh tidak dapat diolah menjadi energi. Akibatnya, anak menjadi lebih cepat merasa lapar dan kondisi ini dikenal dengan istilah polifagia.
4. Berat badan anak menurun tanpa sebab yang jelas
Berat badan anak yang menurun tanpa alasan yang jelas perlu Bunda waspadai, terutama apabila disertai nafsu makan yang meningkat. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes pada anak.
Hal ini terjadi karena tubuh tidak mampu mengolah glukosa menjadi energi seperti biasanya. Karena itu, tubuh akan menggunakan cadangan energi lain seperti lemak dan otot.
5. Nyeri perut
Nyeri perut pada anak bisa menjadi salah satu gejala awal diabetes, Bunda. Meski terlihat seperti keluhan ringan, nyeri perut yang muncul berulang atau tanpa sebab yang jelas sebaiknya tidak diabaikan, ya.
6. Anak tidak bersemangat
Anak yang terlihat tidak bertenaga dan mengalami perubahan perilaku juga bisa menjadi salah satu gejala yang perlu diperhatikan. Selain itu, anak bisa menjadi kurang bersemangat untuk bermain, sulit fokus saat berkegiatan, dan tidak mampu berkonsentrasi dengan baik.
7. Luka pada tubuh anak sulit sembuh
Berikutnya, luka pada tubuh anak yang sulit sembuh juga bisa menjadi salah satu tanda, Bunda. Kondisi ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit.
Akibatnya, proses perbaikan sel tubuh menjadi lebih lambat dan luka pun membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.
8. Warna kulit anak menghitam
Warna kulit anak yang tampak menggelap juga bisa menjadi gejala yang perlu diperhatikan. Kondisi ini dikenal dengan akantosis nigrikans, yaitu perubahan kulit menjadi lebih gelap dan menebal, terutama di area lipatan tubuh.
Penyebab diabetes pada anak
Penyebab diabetes pada anak bisa berbeda tergantung pada jenisnya, Bunda. Pada tipe 1 dan tipe 2, pemicunya tidak selalu sama dan bisa dipengaruhi oleh berbagai kondisi.
Penyebab utama DM tipe 1 adalah faktor genetik yang berkaitan dengan kondisi autoimun dalam tubuh. Sementara itu, DM tipe 2 lebih sering dipengaruhi oleh gaya hidup tidak sehat dan kelebihan berat badan.
Beberapa faktor risiko DM tipe 2 yang perlu diperhatikan antara lain pola makan tinggi lemak dan sering mengonsumsi makanan cepat saji. Selain itu, adanya riwayat keluarga dengan diabetes juga dapat meningkatkan risiko.
Diagnosis diabetes pada anak
IDAI menyampaikan beberapa pemeriksaan yang digunakan untuk membantu mendiagnosis diabetes pada anak. Pemeriksaan ini untuk memastikan kondisi secara lebih akurat, jadi tidak hanya berdasarkan gejala saja.
Berikut ini pemeriksaan untuk mendiagnosis diabetes pada anak:
- Gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dL, yaitu pemeriksaan gula darah dengan hasil 200 atau lebih.
- Gula darah puasa ≥ 126 mg/dL, yaitu kadar gula darah setelah tidak makan atau puasa, jika hasilnya 126 atau lebih.
- Gula darah 2 jam setelah makan ≥ 200 mg/dL, yaitu kadar gula darah dua jam setelah makan, jika mencapai 200 atau lebih.
- HbA1c > 6,5%, yaitu semakin tinggi jumlah HbA1c berarti semakin banyak hemoglobin yang berikatan dengan glukosa.
- C-peptida, yaitu indikator yang lebih baik untuk menilai fungsi sel beta.
Penanganan dua tipe diabetes pada anak
Diabetes tipe 1 memang tidak dapat disembuhkan, tetapi dengan penanganan yang tepat anak tetap bisa hidup sehat dan aktif seperti anak lainnya. Simak penjelasan lengkapnya:
1. Insulin
Pada diabetes tipe 1, insulin menjadi terapi utama yang digunakan secara rutin sesuai dengan kebutuhan anak.
2. Pola makan
Pola makan sebaiknya diatur agar lebih seimbang supaya kadar gula darah tetap stabil, Bunda.
3. Aktivitas fisik
Olahraga yang teratur dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mengontrol gula darah.
4. Pemantauan gula darah
Selanjutnya, pemeriksaan gula darah biasanya dilakukan secara berkala untuk memantau kondisi anak.
5. Edukasi dan dukungan
Pemahaman dari orang tua dan dukungan psikologis sangat penting ya supaya anak lebih mudah menjalani pengobatan.
Sementara itu, untuk diabetes tipe 2 pada anak bisa dicegah atau ditunda dengan pola hidup sehat seperti menjaga pola makan dan rutin berolahraga, serta penggunaan obat sesuai arahan dari dokter apabila diperlukan.
Itulah penjelasan dua tipe diabetes yang bisa terjadi pada anak, sekaligus gejala awal yang perlu diwaspadai sejak dini.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Kenapa Anak 14 Tahun Bisa Alami Gagal Ginjal? Ini Penjelasan IDAI, Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Gejala Diabetes Melitus Tipe 1 pada Anak, Apa Ada Obatnya dan Bisa Sembuh?
4 Panduan Memilih Makanan untuk Si Kecil yang Alami Diabetes
Gejala dan Penyebab Diabetes Tipe 1 pada Anak
Gejala-gejala Diabetes pada Anak yang Patut Bunda Waspadai
TERPOPULER
5 Kebiasaan yang Dilakukan Orang Bahagia Menurut Psikolog
Karina Ranau Istri Almarhum Epy Kusnandar Didorong oleh Pria di Warung, Simak Kronologinya
9 Ucapan yang Bikin Orang Cerdas Enggan Terlibat dalam Percakapan
Ketahui Tanda-tanda Overstimulasi pada Bayi & Cara Mengatasinya
Kasus Langka Fetus in Fetu, Dokter Temukan 8 Janin di Perut Bayi Berusia 21 Hari
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Serum untuk Rambut Rontok, Bantu Perkuat Akar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Bibit Jeruk Lengkap dari Purut, Nipis & Bali
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kulkas 1 Pintu Watt Rendah Hemat Energi, Bantu Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Irit!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lampu LED Emergency, Cadangan saat Kena Pemadaman Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Label Nama Buku Aesthetic untuk Buku Pelajaran Anak
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Kebiasaan yang Dilakukan Orang Bahagia Menurut Psikolog
Ketahui Tanda-tanda Overstimulasi pada Bayi & Cara Mengatasinya
Karina Ranau Istri Almarhum Epy Kusnandar Didorong oleh Pria di Warung, Simak Kronologinya
Keseruan SPN Community Sport Day, Bunda Diajak Relaksasi Lewat Aquatic Floating Yoga
9 Ucapan yang Bikin Orang Cerdas Enggan Terlibat dalam Percakapan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Lunasi Utang-Renovasi Apartemen, Raffi Ahmad Tepati Janji Bantu Ibunda Julia Perez
-
Beautynesia
5 Ciri Kepribadian Orang yang Mudah Bersyukur dengan Apa yang Dimilikinya
-
Female Daily
Steal The Look: Gaya Sporty-Chic Victoria Beckham saat Nonton World Cup!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Sewindu Lakon: Bertahan di Tengah Krisis, Konsisten Angkat Warisan Budaya
-
Mommies Daily
Orang Tua Wajib Tahu, 4 Jenis Alergi yang Paling Sering Dialami Anak Indonesia