psikologi

5 Cara Memperkuat Otak Anak Agar Pengendalian Emosinya Oke

Melly Febrida 26 Mei 2018
5 Cara Memperkuat Otak Anak Agar Pengendalian Emosinya Oke (Foto: Dok.detikcom) 5 Cara Memperkuat Otak Anak Agar Pengendalian Emosinya Oke (Foto: Dok.detikcom)
Toronto - Anak-anak kurang bisa bersosialisasi dan emosional? Anak-anak 'jaman now' memang katanya emosional, gampang bosan, dan sulit fokus. Salah satu penyebabnya adalah gadget.

Anak yang masih kecil lalu terbiasa lihat internet biasanya juga kurang bisa bersosialisasi dengan baik. Selain itu kemampuan bahasa atau kosakatanya juga minim karena hanya diasup dari dunia maya, Bun.

"Anak-anak sekarang kurang bermain yang nyata sehingga kemampuan sosialisasinya kurang. Pengendalian emosi dan perilakunya kurang karena dia terbiasa lihat game," kata psikolog anak dan keluarga, Amanda Margia Wiranata, beberapa waktu yang lalu.



Victoria Prooday, Okupasi Terapis Lulusan Medical School di University of Toronto dan Bachelor of Science si Kinesiology and Health Science, York University, juga mengatakan hal yang sama. Banyak faktor gaya hidup yang memengaruhinya nih.

Sayangnya, kondisi ini semakin meluas dan mengkhawatirkan. Kata Victoria, telah terjadi penurunan fungsi sosial, emosional, dan akademik anak-anak, serta ketidakmampuan belajar yang meningkat dan diagnosis lainnya.

Tapi, kita bisa membuat perbedaan dengan melatih otak anak lho. Dengan melatih otaknya, anak akan lebih baik terkait sosial, emosional, dan akademiknya. Begini caranya, seperti dilansir Deeprootsathome.

1. Jangan Takut Menetapkan Batas

Anak-anak itu, kata Victoria, membutuhkan batasan agar tumbuh bahagia dan sehat. Kita bisa membuatkan jadwal waktu makan, waktu tidur, atau waktu berteknologi.

"Pikirkan apa yang bagus bagi mereka, bukan apa yang mereka inginkan atau tidak mau. Mereka akan berterima kasih kepada Anda untuk itu di kemudian hari," ujar Victoria.

Memang, menjadi orang tua itu pekerjaan yang sulit. Victoria menyarankan orang tua harus kreatif agar anak-anak mau melakukan apa yang baik bagi mereka. Anak-anak juga butuh sarapan dan makanan bergizi.

Mereka perlu menghabiskan waktu di luar dan tidur pada waktu yang konsisten agar dapat datang ke sekolah untuk belajar di hari berikutnya.

2. Batasi Teknologi dan Tingkatkan Hubungan Emosional

Coba deh, Bun, kita batasi akses gadget anak. Saya mulai mencobanya juga nih, dengan hanya mengizinkan si kecil menonton televisi di hari libur. Nah, screen time-nya saya ganti dengan beraktivitas dengannya.

Akhirnya kami bisa lebih banyak bermain, meskipun itu cuma main perang bantal ataupun bermain peran. Selain itu anak bisa lebih ikut terlibat dalam pekerjaan rumah. Misalnya nih, saya mengajak anak untuk memasak agar aktivitasnya beragam. Percaya deh, Bun, kalau anak punya banyak kegiatan yang seru, mereka nggak akan 'mendewakan' gadget.

Hal lainnya, cobalah menikmati makan malam keluarga. Bisa juga ajak anak jalan-jalan di sekitar rumah dengan lampu senter di malam hari.

5 Cara Memperkuat Otak Anak Agar Pengendalian Emosinya Oke/5 Cara Memperkuat Otak Anak Agar Pengendalian Emosinya Oke/ Foto: thinkstock


3. Biarkan Anak Menunggu Sambil Beraktivitas

Kalau anak anak bosan karena menunggu, jangan langsung memberi ponsel Bun. Entah itu di rumah, mobil, atau restoran. Sebagai gantinya, kita bisa mengajarkan anak-anak menunggu sambil mengobrol atau diskusi dan bermain.

Membuat anak menunggu itu tak apa-apa, karena ini langkah awal menuju kreativitas. Secara bertahap tingkatkan waktu tunggu antara 'Saya ingin' dan 'Saya mendapatkan'.



4. Ajari Anak Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga

Melibatkan anak dalam berbagai pekerjaan rumah tangga bisa jadi sesuatu yang kita andalkan agar kegiatan anak tidak monoton. Ya, pekerjaan rumah tangga kan banyak ya. Anak bisa menyiram tanaman sambil bermain air. Anak juga bisa melipat cucian, merapikan mainan, menaruh barang belanjaan di tempatnya, mengatur meja makan, menyiapkan makan siang, merapikan tempat tidur, dan banyak lagi lainnya.

Kalau anak malas-malasan melakukannya bagaimana? "Jadilah kreatif. Awalnya, buatlah hal itu menjadi menyenangkan sehingga otak mereka mengasosiasikannya dengan sesuatu yang positif," ucap Victoria.

5. Ajarkan Keterampilan Sosial

Mengajarkan keterampilan sosial banyak caranya, Bun. Misalnya meminta anak mengambil, berbagi, belajar dari kalah atau menang, berkompromi, memuji orang lain, serta menggunakan kata 'tolong dan terima kasih'.

"Dari pengalaman saya sebagai terapis okupasi, anak-anak berubah saat orang tua mengubah perspektif mereka tentang pengasuhan. Bantu anak-anak Anda sukses dalam hidup dengan melatih dan memperkuat otak mereka lebih cepat daripada nanti," tutur Victoria. (nwy/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi