sign up SIGN UP search


Young beautiful woman holding menstruation calendar at home serious face thinking about question, very confused idea

Bundapedia

Masa Subur

  |   Haibunda

Apakah Bunda tahu bahwa ada periode tertentu di dalam satu bulan di mana Bunda sangat berpotensi hamil jika berhubungan seks di periode tersebut? Benar Bunda, periode ini sering dikenal dengan istilah masa subur.

Jika Bunda dan pasangan sedang berusaha untuk mendapatkan momongan maka akan sangat penting untuk bisa berhubungan intim dengan suami di dalam periode masa subur tersebut. Di dalam periode masa subur ini, kemungkinan dan peluang untuk hamil akan menjadi lebih besar.

Apa itu masa subur?

Ovulasi adalah ketika sel telur dilepaskan dari ovarium. Selama ovulasi, sel telur yang dilepaskan dari ovarium seseorang berjalan ke tuba falopi mereka. Ia bertahan di saluran reproduksi selama 12-24 jam. Pembuahan dapat terjadi jika sperma membuahi sel telur selama waktu ini; jika tidak, sel telur akan luruh bersama lapisan rahim selama menstruasi.


Bunda memiliki peluang untuk hamil paling tinggi dalam 24 jam setelah ovulasi dan satu hari sebelumnya. Tetapi konsepsi juga mungkin saja terjadi jika Bunda berhubungan seks dalam lima hari menjelang ovulasi, menurut Rashmi Kudesia, MD, seorang OB-GYN dan spesialis endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Houston Methodist dan Houston IVF, seperti dilansir dari Parents.

Hal ini karena sperma masih cukup kuat untuk bertahan hidup di saluran reproduksi selama lima hari, artinya sperma yang berumur beberapa hari masih bisa membuahi sel telur yang baru saja dilepaskan.

Cara menghitung masa subur 

Jika Bunda memiliki siklus menstruasi yang teratur maka menghitung masa subur dengan alat penghitung online akan memberikan hasil yang akurat. Tapi jika siklus Bunda tidak selalu sama, maka berikut beberapa alternatif cara menghitung masa subur yang bisa Bunda lakukan.

1. Melacak siklus menstruasi Bunda 

"Ketika mencoba untuk memprediksi masa subur dan ovulasi, Bunda perlu menentukan panjang siklus dengan mencatat jadwal menstruasi secara berkala" kata Sharifa Menon, MD, FACOG, seorang OB-GYN di Westchester Medical Center, unggulan dari Jaringan Kesehatan Pusat Medis Westchester.

Mulailah dengan mencatat jadwal menstruasi selama beberapa bulan. Bunda bisa mencatatnya secara manual, atau menggunakan aplikasi pencatatan jadwal menstruasi yang mudah didapatkan di ponsel. Kemudian dari pencatatan tersebut Bunda bisa menganalisa atau mengambil kesimpulan, berapa lama siklus rata-rata menstruasi Bunda.

Hari pertama periode menstruasi dianggap sebagai hari pertama siklus, dan ovulasi biasanya terjadi sekitar 14 hari sebelum periode berikutnya.

"Misalnya, jika interval antara periode adalah 28 hari, kami akan memprediksi ovulasi terjadi pada hari ke-14. Atau, jika panjang siklus adalah 30 hari, kami akan memperkirakan ovulasi pada hari ke-16 dari siklus," kata Dr. Menon.

Seseorang paling mungkin untuk hamil pada hari ovulasi dan lima hari sebelumnya, jendela subur untuk contoh-contoh ini adalah hari 9-14 dan hari 11-16.

2. Alat prediksi kesuburan 

Alat prediksi kesuburan yang tersedia di sebagian besar toko obat ini menggunakan tes urin untuk mengidentifikasi masa subur. Mereka bekerja dengan memantau hormon luteinizing (LH), yang melonjak kira-kira 36 jam sebelum ovulasi. Pasangan yang sedang melakukan program hamil harus merencanakan untuk melakukan hubungan intim segera setelah mendeteksi lonjakan.

3. Memerhatikan kondisi lendir serviks

"Selama masa subur, volume lendir serviks meningkat, dan cenderung lebih jernih dan licin dibandingkan dengan waktu siklus lainnya," kata Dr. Menon. Jika Bunda melihat lendir Bunda tampak berlendir dan kental (hampir seperti putih telur), ada kemungkinan Bunda sedang berovulasi.

4. Memetakan suhu tubuh basal 

Suhu tubuh istirahat seseorang meningkat selama ovulasi setidaknya dua persepuluh derajat. Mengecek suhu tubuh basal Bunda di pagi hari dengan termometer suhu tubuh basal dapat membantu memantau ovulasi.

"Karena metode ini hanya mendeteksi ovulasi setelah terjadi, saya hanya akan merekomendasikan ini untuk membantu mengkonfirmasi ovulasi atau mendapatkan gambaran hari ovulasi rata-rata seseorang," kata Dr. Kudesia.

5. Pemantau kesuburan

Kalkulator ovulasi ini memantau hormon luteinizing dan estrogen Bunda untuk menentukan hari-hari paling subur Bunda. Mereka efektif tetapi harganya cenderung lebih mahal daripada alat prediksi ovulasi.

6. Mengunjungi dokter

Bagi mereka yang memiliki masalah kesuburan, dokter dapat mengambil sampel darah untuk melihat kadar progesteron, yang dapat mengkonfirmasi ovulasi .

"Dokter juga dapat menggunakan USG panggul untuk memantau ovulasi," kata Jingwen Hou, MD, Ph.D., seorang OB-GYN yang mengkhususkan diri dalam endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Kaiser Permanente di Hawaii.

Tips cepat hamil

Bunda Ingin meningkatkan peluang untuk hamil lebih cepat? Maka ikuti beberapa tips yang dilansir dari What to Expect berikut ini untuk dicoba:

1. Minum vitamin prenatal 

Mulailah untuk mengonsumsi vitamin prenatal Bunda setidaknya sebulan sebelum Bunda mulai berusaha untuk memiliki bayi.

Salah satu studi menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi vitamin prenatal mereka saat menjalani perawatan kesuburan memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk hamil dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi suplemen asam folat saat menjalani perawatan yang sama.

Jadi, walau hal ini bukan jaminan utama Bunda akan langsung hamil, namun ini tetap layak untuk dicoba!

2. Kenali tanda-tanda ovulasi dan waktu berhubungan intim

Bunda bisa menghafal dan membiasakan diri gejala khas ovulasi yang harus diperhatikan, lalu berhubungan seks lah mulai beberapa hari sebelum Bunda berovulasi.

Ini biasanya terjadi di tengah siklus Bunda (misal pada hari ke-14 dari siklus 28 hari). Yang paling ideal memang berhubungan seks pada hari ovulasi yang sebenarnya, tetapi biasanya akan sulit untuk bisa menentukan kapan tepatnya Bunda berovulasi.

3. Makan makanan sehat

Salah satu hal yang dapat membantu impian Bunda untuk hamil lebih cepat menjadi kenyataan adalah dengan makanan yang sehat dan bernutrisi. Pastikan Bunda mengonsumsi banyak lemak sehat seperti omega-3, folat, kalsium, protein, zat besi, dan serat ke dalam menu makanan Bunda dan pasangan sehari-hari.

4. Olahraga ringan dengan teratur 

Olahraga ringan selama 30 menit sehari telah terbukti meningkatkan kesuburan, jadi sekarang bukan waktunya untuk bermalas-malasan. Baik itu pergi ke gym, pergi joging atau angkat beban, cobalah untuk melakukan beberapa jenis latihan saat Bunda mencoba untuk hamil. 

5. Jangan terlalu khawatir

Stres dapat menunda ovulasi, yang pada gilirannya akan menghalangi pembuahan, dan juga terbukti meningkatkan frekuensi kontraksi rahim, sehingga implantasi akan lebih sulit.

Cobalah untuk menemukan cara untuk bersantai: ikuti kelas yoga, berendam di bak mandi busa, jalan-jalan yang menyenangkan, menulis di jurnal, dipijat atau apa pun yang bisa membuat Bunda merasa tenang dan santai.

6. Tidur atau istirahat yang cukup

Berusahalah untuk mendapatkan tujuh hingga delapan jam tidur yang nyenyak ketika Bunda sedang berusaha untuk hamil. Penelitian telah menunjukkan bahwa kurang tidur telah dikaitkan dengan menstruasi yang tidak teratur, yang pada akhirnya dapat menghambat kesuburan Bunda. Tidur juga penting dalam mencegah stres, yang juga terbukti menghambat rencana membuat bayi.

7. Kurangi kebiasaan buruk

Jika Bunda merokok, inilah saatnya untuk berhenti, karena merokok telah terbukti berdampak negatif pada kesuburan dan kehamilan. Ini juga merupakan ide yang baik untuk berhenti atau setidaknya mengurangi minum alkohol.

Selain itu, saat Bunda mencoba untuk hamil, sebaiknya Bunda juga mengurangi konsumsi kafein menjadi tidak lebih dari 200 miligram sehari atau sekitar secangkir kopi 12 ons.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

[Gambas:Video Haibunda]



 

Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!