sign up SIGN UP search
Ilustrasi kolesterol

Bundapedia

Kolesterol

  |   Haibunda

Kolesterol adalah zat yang membantu tubuh dalam banyak hal. Tetapi terlalu banyak kolesterol dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Jadi, pelajari angka kolesterol dan bicarakan dengan dokter tentang apa artinya.

Pengertian kolesterol

Kolesterol adalah jenis lipid yang melakukan banyak pekerjaan penting dalam tubuh. Lipid adalah zat yang tidak larut dalam air, sehingga tidak larut dalam darah. Sebaliknya, mereka melakukan perjalanan melalui darah untuk mencapai berbagai bagian tubuh yang membutuhkannya.

Kolesterol dihasilkan oleh hati dalam jumlah yang cukup untuk mendukung kebutuhan tubuh. Tapi tubuh juga mendapatkan kolesterol ekstra dari makanan.


Tubuh memiliki sistem pembuangan kelebihan kolesterol. Namun kadang sistem itu tidak berfungsi maksimal atau kelebihan beban. Akibatnya, tubuh memiliki kolesterol ekstra yang beredar dalam darah. Dan saat inilah tubuh mungkin mengalami masalah.

Kolesterol itu sendiri sebenarnya tidak buruk. Ini sebenarnya penting bagi tubuh untuk hidup. Tetapi terlalu banyak kolesterol bisa berbahaya. Itulah mengapa penting untuk mempelajari tentang kolesterol, termasuk fungsi dan jenisnya.

Pengetahuan ini dapat membantu Bunda memahami mengapa tubuh membutuhkan kolesterol tetapi tidak terlalu banyak. Ini juga dapat membantu memahami arti angka kolesterol dan bagaimana mengambil tindakan untuk menurunkannya jika diperlukan.

Fungsi kolesterol

Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, kolesterol memiliki banyak fungsi penting dalam tubuh, termasuk:

  • Membantu membran sel membentuk lapisan pelindung. Lapisan ini mengontrol apa yang bisa masuk atau keluar dari sel.
  • Membantu hati membentuk empedu, yang dibutuhkan untuk mencerna makanan.
  • Mendukung produksi hormon tertentu (termasuk hormon seks) dan vitamin D.

Kenapa harus khawatir?

Memiliki cukup kolesterol untuk memenuhi kebutuhan adalah penting. Memiliki terlalu banyak kolesterol dapat menyebabkan masalah. Orang dengan kolesterol tinggi (hiperlipidemia) atau rasio lipid yang tidak normal (dislipidemia) menghadapi risiko penyakit arteri koroner yang lebih tinggi.

Tubuh menghasilkan semua kolesterol yang dibutuhkan untuk berfungsi. Faktanya, hati menghasilkan sekitar 80 persen dari semua kolesterol dalam tubuh. Sisanya (yang tidak dibutuhkan tubuh) berasal dari makanan.

Biasanya, tubuh dapat menyaring kolesterol yang tidak dibutuhkannya. Tetapi banyak faktor yang dapat memengaruhi kemampuan tubuh menjaga keseimbangan kadar kolesterol.

Misalnya, kondisi genetik seperti hiperkolesterolemia familial berperan. Kondisi seperti itu mencegah tubuh membuang kolesterol ekstra. Jadi, kolesterol menumpuk di aliran darah.

Makanan yang dimakan juga memiliki peran pada angka kolesterol dalam tubuh. Makan makanan tinggi lemak jenuh atau lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol. Banyak lemak jenuh terdapat dalam produk yang berasal dari hewan, seperti daging, susu, keju, dan mentega.

Lemak trans ada di banyak makanan olahan dan makanan cepat saji. Jadi, menjaga makanan Bunda dapat memengaruhi kadar kolesterol dan dapat membantu Bunda menghindari terlalu banyak kolesterol dalam tubuh. 

Di manakah kolesterol ditemukan dalam tubuh?

Bunda memiliki molekul kolesterol di semua sel di tubuh Bunda. Tapi mungkin Bunda paling mengenalnya sebagai sesuatu yang mengalir dalam darah.

Kolesterol memiliki susunan kimiawi yang mencegahnya menyebar sendirian melalui darah. Kolesterol harus dilampirkan ke molekul lain. Jadi, kolesterol bekerja sama dengan protein dan jenis lipid lain yang disebut trigliserida. Molekul-molekul ini mengikat bersama untuk membentuk partikel yang disebut lipoprotein.

Apa itu lipoprotein?

Lipoprotein adalah kombinasi lipid dan protein yang dapat melakukan perjalanan melalui darah. Lipoprotein seperti perahu kecil yang melakukan perjalanan dari kota ke kota. Beberapa kapal mengirimkan makanan dan perbekalan ke setiap kota. Kapal lain mengambil sampah dan membawanya pergi.

Di dalam tubuh, terdapat lipoprotein yang mengantarkan kolesterol ke seluruh jaringan tubuh. Kolesterol ini penting agar tubuh dapat bekerja. Tetapi jika terlalu banyak akan buruk bagi tubuh. Itu sebabnya Bunda membutuhkan lipoprotein lain yang mengambil kolesterol ekstra dan membawanya pergi.

Jenis-jenis kolesterol

Jenis kolesterol HDL dan LDLJenis kolesterol HDL dan LDL/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Rudzhan Nagiev

Tubuh mengandung beberapa jenis kolesterol. Bunda akan melihatnya tercantum di hasil panel lipid. Mempelajari arti setiap jenis dapat membantu berbicara tentang kolesterol dengan dokter.

Kolesterol LDL

Kolesterol LDL mengacu pada lipoprotein densitas rendah. Partikel-partikel ini sebagian besar terbuat dari kolesterol, yang dikirim ke sel-sel tubuh. LDL memiliki reputasi sebagai kolesterol "jahat".

Hal ini karena walau LDL penting bagi tubuh, retapi mereka menjadi buruk ketika jumlahnya terlalu banyak yang bersirkulasi dalam darah. Mereka dapat bergabung dengan zat lain dan menumpuk di dinding arteri.

Timbunan lemak ini membentuk plak yang semakin membesar seiring berjalannya waktu. Pertumbuhan plak ini disebut aterosklerosis, dan meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit lainnya.

Kolesterol LDL adalah sebaiknya tetap rendah. Bagi kebanyakan orang dewasa, itu berarti menjaganya di bawah 100 mg/dL. Jika Bunda memiliki riwayat aterosklerosis, Bunda harus menjaga kolesterol LDL di bawah 70 mg/dL.

Kolesterol HDL

Kolesterol HDL mengacu pada high-density lipoprotein. Lipoprotein ini sebagian besar terbuat dari protein. HDL adalah kolesterol "baik" karena mengambil kolesterol ekstra dari aliran darah dan membawanya ke hati. Hati kemudian memecah kolesterol dan membuangnya. Proses ini disebut transpor kolesterol terbalik.

Kolesterol HDL adalah angka yang sebaiknya dipertahankan tetap tinggi. Laki-laki harus menargetkan HDL minimal 40 mg/dL. Wanita harus menargetkan HDL minimal 50 mg/dL.

HDL di atas 60 ideal untuk semua orang dewasa dan dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Kolesterol VLDL

Kolesterol VLDL mengacu pada lipoprotein densitas sangat rendah. VLDL membawa trigliserida dan kolesterol, dan kandungan proteinnya rendah. Seperti LDL, mereka "buruk" karena dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri.

Kolesterol baik (HDL) membantu menghilangkan kolesterol jahat (LDL) dari darah. Kolesterol LDL berkontribusi pada pembentukan plak di arteri.

Faktor yang memengaruhi kadar kolesterol

Banyak faktor yang dapat memengaruhi kadar kolesterol, termasuk:

  • Usia: Seiring bertambahnya usia, kadar kolesterol meningkat.
  • Makanan: Lemak jenuh dan lemak trans dalam makanan yang dimakan meningkatkan kadar LDL. Ini adalah kolesterol "jahat" yang sebaiknya tetap rendah. Mengurangi asupan lemak jenuh dan trans dapat membantu menurunkan kolesterol.
  • Olahraga: Olahraga teratur dapat meningkatkan HDL. Ini adalah kolesterol "baik". Lakukan minimal 30 menit aktivitas fisik pada sebagian besar hari dalam seminggu.
  • Keturunan : sebagian gen menentukan berapa banyak kolesterol yang dihasilkan tubuh. Kolesterol darah tinggi dapat diturunkan dalam keluarga.
  • Jenis kelamin: Sebelum menopause, seorang perempuan biasanya memiliki kadar kolesterol total yang lebih rendah daripada seorang laki-laki dengan usia yang sama. Tapi setelah menopause, kadar LDL mereka cenderung naik dan HDL mereka bisa turun.

Haruskah memeriksakan kadar kolesterol?

Setiap orang harus memeriksakan kolesterolnya. Seberapa sering Bunda menerima tes kolesterol (panel lipid) tergantung pada usia dan faktor risiko penyakit jantung.

Bicarakan dengan dokter tentang seberapa sering harus memeriksakan kolesterol. Mengetahui angka hasil tes adalah langkah penting dalam mempelajari risiko penyakit jantung.

Jika kolesterol tinggi, dokter akan merekomendasikan pengobatan. Pilihan pengobatan meliputi:

  • Perubahan pola makan
  • Perubahan gaya hidup
  • Obat-obatan

Bagi banyak orang, kombinasi dari metode ini sangat membantu. Tetapi Bunda tidak akan tahu apa yang terbaik untuk Bunda sampai melakukan tes kadar kolesterol dan membahasnya dengan dokter Bunda.

Jadi, pastikan untuk rutin mengunjungi dokter untuk pemeriksaan ini. Pelajari kolesterol, tekanan darah, dan angka lain yang membantu menunjukkan kesehatan jantung dan pembuluh darah Bunda. Tidak pernah terlalu dini untuk memikirkan kesehatan jantung Bunda dan apa yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya.

Jadi, Bunda membutuhkan kolesterol untuk bertahan hidup. Tetapi terlalu banyak kolesterol dalam darah bisa berbahaya. Itulah mengapa penting untuk memeriksakan kolesterol dan berbicara dengan dokter tentang arti hasilnya.

[Gambas:Video Haibunda]



Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!