sign up SIGN UP search
Ilustrasi donor ASI

Bundapedia

Air Susu Ibu (ASI)

  |   Haibunda

Air Susu Ibu atau ASI adalah sumber gizi pertama dan utama bagi Si Kecil, terutama dalam enam bulan pertama kehidupannya. Hal ini karena sejak lahir, ia belum bisa mengonsumsi makanan padat.

Menurut berbagai sumber, Bunda disarankan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan kepada bayi Bunda. Hal ini dilakukan karena kandungan ASI sangat dibutuhkan oleh Si Kecil selama masa-masa tersebut. Setelah itu, Bunda bisa menambahkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Tapi, ASI tidak hanya penting untuk Si Kecil saja, Bunda. Bunda juga membutuhkan ASI lho. Memang, seberapa penting ASI bagi Bunda dan Si Kecil? Apa saja manfaatnya?


Pengertian ASI

Air Susu Ibu atau ASI adalah makanan pertama yang diberikan kepada bayi setelah lahir, dan merupakan sumber gizi utama bagi bayi selama bulan-bulan pertama kehidupannya. 

ASI mengandung semua nutrisi yang diperlukan bayi untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, serta mengandung antibodi yang membantu melindungi bayi dari berbagai penyakit. Selain itu, ASI juga memiliki banyak manfaat lain bagi bayi, seperti mengurangi risiko infeksi, alergi, obesitas, dan penyakit jantung.

ASI juga sangat penting bagi Bunda. Menyusui secara teratur dapat membantu Bunda kembali ke berat badan sehat Bunda setelah melahirkan, serta mengurangi risiko beberapa jenis penyakit, seperti kanker payudara dan osteoporosis. 

Menyusui juga dapat menjadi cara yang efektif untuk mengeluarkan hormon stres dan meningkatkan kondisi emosional Bunda yang biasanya mengalami penurunan pasca melahirkan.

ASI harus diberikan kepada bayi secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupannya. Setelah itu, ASI dapat dikombinasikan dengan makanan pendamping yang sesuai dengan usia dan kebutuhan bayi. 

ASI merupakan pilihan terbaik bagi kebanyakan bayi, namun tidak semua ibu dapat memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi mereka. Ada beberapa hal yang dapat menjadi hambatan dalam proses menyusui, seperti masalah dengan payudara atau teknik menyusui yang salah, serta beberapa kondisi medis yang mungkin menyebabkan Bunda tidak dapat memberikan ASI. 

Jika Bunda mengalami kesulitan dalam proses menyusui, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli laktasi untuk mendapatkan bantuan dan saran yang tepat.

Kelebihan ASI

ASI perahIlustrasi ASI/ Foto: Getty Images/iStockphoto/MonthiraYodtiwong

Tidak hanya untuk Si Kecil, ASI juga bermanfaat untuk Bunda. Dilansir dari Healthline, berikut adalah manfaat ASI bagi Si Kecil maupun untuk Bunda.

Mengandung nutrisi yang diperlukan

ASI adalah makanan yang ideal untuk bayi yang baru lahir. ASI mengandung semua nutrisi yang diperlukan Si Kecil untuk tumbuh dengan sehat. ASI juga mengandung zat besi yang penting untuk mencegah anemia, serta nutrisi lainnya yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

ASI mengandung zat antibodi dan zat lain yang sangat penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Si Kecil. Ini berarti bahwa bayi yang mendapat ASI cenderung memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat dan dapat melawan infeksi jika dibandingkan dengan bayi yang tidak mengonsumsi ASI.

Mencegah obesitas

Pemberian ASI dapat mencegah obesitas pada bayi. Ini disebabkan karena ASI dapat membantunya untuk mengatur asupan makanan mereka dan membantu mereka untuk mengkonsumsi makanan dengan lebih sehat.

Menciptakan ikatan emosional

Memberikan ASI kepada Si Kecil dapat membantu Bunda membangun ikatan emosional yang kuat dengannya. Pemberian ASI juga dapat membantu meningkatkan rasa kepercayaan dan keamanan di antara Bunda dan Si Kecil.

Sementara itu, berikut adalah manfaat ASI untuk Bunda:

Menjaga berat badan sehat

Menyusui secara teratur dapat membantu Bunda kembali ke berat badan sehat Bunda setelah melahirkan. Menyusui juga dapat mempercepat pemulihan Bunda setelah persalinan.

Meredakan stres

Menyusui dapat mengeluarkan hormon oksitosin yang dapat membantu meredakan stres dan meningkatkan kondisi emosional Bunda.

Mencegah penyakit

Menyusui dapat menurunkan risiko beberapa jenis penyakit, seperti kanker payudara, osteoporosis, dan diabetes tipe 2.

Meningkatkan keintiman antara Bunda dan Si Kecil

Menyusui merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan keintiman antara Bunda dan Si Kecil, serta membantu memperkuat ikatan emosional yang kuat.

Penyesuaian produksi ASI

Tubuh Bunda akan menyesuaikan produksi ASI sesuai dengan kebutuhan Si Kecil, sehingga tidak perlu khawatir jika ASI tidak cukup atau terlalu banyak.

Namun, perlu diingat bahwa menyusui bukan hanya merupakan kewajiban bagi ibu, tetapi juga pilihan yang harus dipikirkan dengan seksama. 

Jika Bunda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang proses menyusui, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli laktasi untuk mendapatkan bantuan dan saran yang tepat.

Tips untuk dapat memiliki ASI yang melimpah dan berkualitas

Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI:

Berikan ASI secara teratur

Memberikan ASI secara teratur dapat meningkatkan produksi ASI secara efektif. Sebaiknya berikan ASI setiap 2-3 jam sekali pada hari pertama, kemudian setiap 3-4 jam sekali setelahnya.

Gunakan teknik menyusui yang tepat

Teknik menyusui yang tepat dapat membantu meningkatkan produksi ASI dan mengurangi masalah seperti sakit payudara atau masalah mengeluarkan ASI. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli laktasi untuk mendapatkan bantuan dan saran yang tepat.

Beri ASI pada bayi sesuai keinginan

Bayi yang menyusui secara teratur akan meningkatkan produksi ASI, sehingga memberikan ASI sesuai keinginan Si Kecil dapat membantu meningkatkan produksi ASI.

Jaga asupan nutrisi

ASI diproduksi dari makanan yang dikonsumsi Bunda, sehingga jaga asupan nutrisi yang sehat dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Sebaiknya konsumsi makanan yang kaya akan protein, kalsium, dan zat besi, serta lengkapi dengan suplemen yang sesuai dengan kebutuhan Bunda.

Ingin diet saat menyusui? Bisa!

Menyusui adalah salah satu cara terbaik untuk memberikan nutrisi yang dibutuhkan Si Kecil. Namun, bagi ibu menyusui, selalu penting untuk memastikan bahwa Bunda juga mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tetap sehat dan memberikan ASI yang berkualitas. 

Berikut adalah beberapa tips diet bagi Bunda selama menyusui:

  • Makan makanan sehat, jangan melewatkan sarapan Bunda dan pastikan untuk makan makanan sehat yang mengandung zat besi, protein, dan vitamin.
  • Konsumsi cukup air. Minum banyak air akan membantu Bunda menjaga produksi ASI dan memastikan bahwa Bunda mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. 
  • Konsumsi makanan yang kaya akan asam lemak omega-3: ikan laut, kacang kedelai, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.
  • Konsumsi makanan yang kaya kalsium: susu, keju, yogurt, dan sayuran berdaun hijau kaya akan kalsium.
  • Konsumsi makanan yang kaya akan vitamin D: telur, salmon, sarden, dan keju.
  • Konsumsi makanan yang kaya serat: buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan kaya akan serat.
  • Hindari makanan yang berlemak tinggi: kentang goreng, burger, dan makanan cepat saji.

Itulah pengertian tentang ASI. ASI memang tidak hanya bermanfaat untuk Si Kecil, tapi juga mendatangkan banyak manfaat untuk Bunda. Semoga bermanfaat ya, Bunda.

[Gambas:Video Haibunda]



 

Share yuk, Bun!
Tahukah Bunda
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!