cerita-bunda

Ipar Tak Tahu Diri, Tega Memfitnah Ibu Kandungku

Radian Nyi Sukmasari Senin, 14 Oct 2019 18:46 WIB
Ipar Tak Tahu Diri, Tega Memfitnah Ibu Kandungku
Jakarta - Hai Bunda, aku mau berbagi cerita sekaligus menumpahkan uneg-uneg aku kepada istri kakak ipar aku. Ceritanya begini, aku bersama suami dan anak tinggal di rumah kontrakan. Lokasinya enggak terlalu jauh dengan kontrakan kakak ipar aku. Pada suatu hari, kondisi finansial kakak ipar aku benar-benar buruk. Bahkan untuk makan saja dia harus hutang sana-sini. Belum lagi dia butuh uang untuk membayar kontrakan.

Pada saat itu, aku dan suami merasa kasihan dan menawarkan kakak ipar aku dan istri beserta anaknya untuk tinggal di rumah kami. Kebetulan, masih ada kamar kosong di rumah kami. Awalnya semua baik-baik saja. Tapi, lama-kelamaan sifat istri kakak ipar aku mulai kelihatan.

Istri kakak ipar aku ini orang yang terbilang jorok. Dia selalu menumpuk cucian piring. Bahkan, selesai mencuci piring dia selalu meninggalkan wastafel dalam keadaan banjir dan kotor. Belum lagi sampah di dapur selalu berserakan. Enggak cuma itu, kamar mandi pun selalu banjir sesaat setelah dia mencuci. Duh, rasanya rumahku seperti kapal yang terombang-ambing.


Aku sering bilang ke suami agar dia bisa meminta kakaknya menasehati istrinya. Tapi apa? Bukannya sadar, istri kakak iparku malah menangis seusai dinasihati. Kemudian, kejorokannya itu terulang lagi. Sampai taubat aku dibuatnya. Nah, suatu ketika orang tuaku berkunjung ke rumah dan menginap selama beberapa malam. Kebetulan, tipikal orang tua aku memang suka menegur kalau kita salah.

Jadi, istri kakak ipar ini sering ditegur orang tua aku terait tingkah-tingkahnya. Dan suatu malam, sehari setelah orang tua aku pulang, istri kakak ipar memfitnah ibu aku. Dia bilang ke suaminya kalau ibuku mengusir mereka. Ini yang membuat aku benar-benar sakit hati.

Ipar Tak Tahu Diri, Tega Memfitnah Ibu KandungkuIpar Tak Tahu Diri, Tega Memfitnah Ibu Kandungku/ Foto: iStock
Padahal, aku selalu ada bersama ibu aku di rumah berbarengan saat itu ada juga istri kakak iparku. Memang, beberapa kali ibu menegur dia, tapi ibu sama sekali tidak mengusir mereka. Aku bingung, Bunda, menghadapi permasalahan ini. aku sudah menjelaskan ke suami dan suami pun paham bahwa ibu aku tidak akan setega itu.

Namun, kakak ipar aku bagaimanapun lebih mempercayai istrinya. Sampai akhirnya mereka pindah dari rumah aku. Memaksakan diri mengontrak dengan uang hasil pinjaman. Dan sampai sekarang yang orang-orang tahu, mereka pindah karena diusir ibuku. Bahkan, keluarga suami ku ikut-ikutan menilai demikian.

Ingin sekali aku menjelaskan, tapi aku tidak tahu harus mulai dari mana. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk memasrahkan kepada Yang Maha Kuasa. Biarlah Allah yang mengaturnya. Aku yakin suatu saat orang bisa menilai sendiri. Aku sangat sedih, tapi aku bisa apalagi?

(Cerita Bunda Mega di Jakarta) (rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi