sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Bidadari Kecil, Si Penyelamat Pernikahanku dari Badai Perceraian

Sahabat HaiBunda Rabu, 25 Nov 2020 19:38 WIB
Kelakuan suami membuatku meminta cerai
Family quarrel am daughter regrets She did not want to hear parents caption

Berkat hubungan baik dengan rekan-rekan lama, akhirnya aku mendapat pekerjaan yang lumayan. Meskipun gajinya tidak besar, setidaknya dapur bisa kembali mengepul.

Di sini, aku meminta agarĀ suami terus mencari pekerjaan baru. Bahkan, kalau memang jalan sudah buntu aku memintanya biar enggak malu melamar pekerjaan sebagai ojek online. Tapi dia berkelit kalau enggak cocok kerja di jalanan. Takut panas dan enggak hafal rute jalanan. Rasanya hati panas mendengar alasannya seperti itu.

Gara-gara masalah itu, kami bertengkar terus setiap hari. Omongan pedas dibalas teriakan dan bentakan sudah biasa di antara kami. Bahkan, suami suka mengancam membawa putri kami untuk pulang ke rumah orang tuanya di Jember.


Kalau sudah begini, enggak kalah sinis aku menjawabnya. Mau ngasih makan anak pakai apa, kalau dia sendiri pengangguran. Herannya lagi, suami jadi malas-malasan di rumah. Sepanjang hari main game bahkan anak dibiarkan bebas nonton tv atau lihat HP.

Darah mendidih setiap pulang kerja melihatnya tiduran dan anak dibiarkan bermain sendiri. Hingga akhirnya aku meminta cerai darinya. Rasanya sudah benar-benar enggak kuat melihat kelakuannya.

Namun, saat kami sepakat untuk bercerai, keajaiban itu datang melalui putri kecil kami. Setiap kali melihat Bapak dan Bundanya bertengkar, ia akan langsung menggandeng tangan kami berdua dan meminta untuk bersalaman. Saat kami sudah berteriak-teriak dan berdebat, ia suka mengggandeng tangan bapaknya untuk berbaikan denganku.

Kala ia melihatku menangis menjerit-jerit sambil membanting barang, bidadari kecilku pun ikut menangis ketakutan. Di situ aku tersadar bahwa ada anak yang harus kulindungi. Namun, aku terperanjat saat putri kecilku, meminta tangan bapaknya untuk menghapus air mataku. Serta memeluk kami berdua dan tersenyum manis.

Melihat kami berpelukan ia tertawa bahagia, hingga akhirnya ini menjadi momen yang menyadarkan aku dan suami untuk bertahan. Saat itu juga, kami berdua mohon ampun pada Allah dan berjanji untuk kembali menjaga dan menyayangi.

Kini, suami sedang dalam proses melamar pekerjaan di berbagai tempat. Doakan agar lancar dan dapa menafkahi aku dan anakku ya. Amin.

(Cerita Bunda Wanda - Surabaya)

(rap/rap)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!

Rekomendasi