kehamilan

Tanda Hamil Kosong: Pendarahan Hingga Keguguran

Muhayati Faridatun Minggu, 27 Oct 2019 18:15 WIB
Tanda Hamil Kosong: Pendarahan Hingga Keguguran
Jakarta - Bunda sering mendengar istilah hamil kosong atau blighted ovum? Apa sih tanda-tanda hamil kosong? Bisakah terdeteksi tanpa tes ultrasonografi atau USG?

Dijelaskan dr.Ivan Maurits Sondakh, saat pemeriksaan kehamilan sekitar usia lima minggu, panampakan hamil kosong hanya berupa kantung kehamilan. Sedangkan dua minggu setelah itu, kalau hamil normal, sudah tampak janin di dalamnya meskipun kecil.

"Kalau hamil kosong, janin tidak berkembang dan bentuk yang terlihat di USG hanya kantung kehamilan," jelas Ivan kepada HaiBunda, belum lama ini.


Kalau sudah ada janin berukuran kecil tapi tidak ada denyut jantung, kata Ivan, inilah yang disebut dengan kematian mudigah. Meski di awal pemeriksaan, bisa saja denyut jantung janin masih terdeteksi, lalu pada pemeriksaan berikutnya, denyut jantung hilang.

"Pertama, denyut jantung ada, kemudian tidak ada, dan ukuran janin tidak berkembang, itu disebut kematian mudigah," tegas dokter yang praktik di Mayapada Hospital Jakarta Selatan ini.

Umumnya, Ivan menambahkan, hamil kosong ini terjadi di awal trimester pertama. "Biasanya setelah terlambat haid, kurang lebih usia kehamilan satu bulan," terangnya.

Ilustrasi hamil kosong/ Ilustrasi hamil kosong/ Foto: iStock

Tanda hamil kosong

Dikutip dari Mayo Clinic, hamil kosong disebut juga kehamilan anembrionik, yang terjadi saat embrio awal tidak pernah berkembang atau berhenti berkembang, diserap, lalu meninggalkan kantung kehamilan yang kosong.

Hamil kosong umumnya terjadi di awal kehamilan, bahkan terkadang sebelum Bunda tahu sedang hamil. Tapi, bisa juga Bunda tahu hamil karena sudah melewati periode menstruasi, atau hasil tes kehamilan positif.

Dijelaskan dalam ulasan berjudul Blighted ovum: What causes it? tersebut, "Tes kehamilan mungkin positif karena embrio awal mengeluarkan hormon kehamilan human chorionic gonadotropin (hCG), sampai embrio berhenti berkembang dan gagal ditanamkan."

Bunda yang mengalami hamil kosong mungkin merasakan tanda-tanda seperti hamil normal, yakni payudara nyeri, mual dan muntah. Tapi, saat embrio berhenti tumbuh dan kadar hormon menurun, gejala di awal kehamilan pun mereda.

Pada masa ini, kemungkinan ibu hamil kosong akan mengalami kram perut ringan, bercak ringan atau pendarahan. Seperti diungkapkan juga oleh dr.Ivan, tanda hamil kosong akan dirasakan tubuh dan reaksinya adalah terjadi pendarahan.

"Jadi, tubuh kita akan mengeluarkan kehamilan yang tidak baik," ucap Ivan.


Penyebab hamil kosong

Penyebab terjadinya hamil kosong memang sering tidak diketahui. Dikutip dari Web MD, keguguran akibat hamil kosong seringkali disebabkan karena kelainan kromosom, yakni struktur yang membawa gen.

Faktor lain yang menyebabkan hamil kosong mungkin juga karena sel telur atau sperma berkualitas rendah, atau karena pembelahan sel yang tidak normal. Tapi bagaimanapun juga, tubuh akan menghentikan kehamilan karena mengenali kelainan ini.

Dijelaskan juga oleh dr.Ivan, penyebab hamil kosong umumnya karena kelainan kromosom atau faktor genetik. Ia pun tak menampik, penyebab lain adalah pembuahan antara sel sperma dan sel telur tidak terjadi sempurna.

Bagaimana dengan faktor ibu atau ayah yang kurang gizi? "Itu ada pengaruhnya juga karena untuk menghasilkan sel telur dan sperma yang baik, tubuh membutuhkan vitamin dan mikronutrien," ungkap Ivan.

Sementara melansir dari Health Line, hamil kosong mungkin saja terkait kelainan kromosom 9. Sehingga, kalau mengalami hamil kosong berulang kali, baiknya Bunda pertimbangkan untuk konsultasi dengan dokter tentang analisis kromosom embrio.

Faktanya, hamil kosong tidak bisa dipastikan apakah sering terjadi saat kehamilan pertama, atau jika mengalami hamil kosong lebih dari satu kali. Tapi, Bunda boleh berlega hati karena sebagian besar perempuan yang mengalami hamil kosong, selanjutnya bisa hamil normal dan memiliki bayi sehat.

[Gambas:Instagram]


Keguguran dan kuret

Ivan menjelaskan, pendarahan yang terjadi sebagai tanda hamil kosong juga menandakan keguguran. Ulasan di Mayo Clinic juga memaparkan, sebagian ibu hamil kosong menunggu keguguran terjadi secara alami.

Sementara sebagian ibu hamil kosong memilih minum obat untuk memicu keguguran. Dalam beberapa kasus, prosedur yang disebut pelebaran serviks dan kuretase (dilation and curettage atau D&C) digunakan untuk mengangkat jaringan plasenta.

Menurut penjelasan Ivan, setelah terjadi pendarahan, hamil kosong ini harus dipastikan lewat pemeriksaan USG. Kalau tanpa tes USG, tanda hamil kosong akan sulit terdeteksi, Bunda.

"Kalau sudah menyatakan hamil kosong, dokter biasanya menyarankan untuk kuret, atau dikeluarkan karena janin tidak berkembang. Jadi, cuma kantung kehamilan," urai Ivan.

Dikutip dari Health Line, jika tanda hamil kosong terdeteksi saat pemeriksaan kehamilan, dokter akan menganjurkan beberapa opsi perawatan. Di antaranya:

1. Setelah hamil kosong terdeteksi lewat pemeriksaan USG, dokter akan menawarkan opsi menunggu gejala keguguran terjadi secara alami.

2. Ibu hamil kosong bisa juga disarankan minum obat, seperti misoprostol untuk menyebabkan keguguran.

3. Opsi lain adalah prosedur bedah D&C (pelebaran serviks dan kuret) untuk mengangkat jaringan plasenta dari uterus.

Untuk memilih opsi perawatan tersebut, dokter akan mempertimbangkan usia kehamilan, riwayat medis, dan keadaan emosi ibu hamil kosong. Dokter akan mendiskusikan efek samping dan risiko standar terkait dengan semua jenis obat atau prosedur bedah, termasuk D&C.

Meski tidak ada janin dalam kandungan, tapi ibu hamil kosong sudah dinyatakan kehilangan kehamilan. Keguguran akan terasa sulit secara emosional, dan menunggu sampai akhir kehamilan bisa memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.

Karena alasan inilah, sebagian ibu hamil kosong memutuskan untuk menghentikan dengan cara pembedahan, atau dengan pengobatan. Meski sebagian lain ibu hamil kosong merasa tidak nyaman dengan beberapa opsi ini, dengan alasan menunggu keguguran terjadi secara alami.

Jadi, kalau mengalami hamil kosong, Bunda sebaiknya diskusikan pilihan perawatan dengan dokter. Jangan lupa juga, beri tahu dokter kalau Bunda merasa tidak nyaman dengan opsi perawatan yang tersedia.


Bisakah hamil kosong dicegah?

Dipaparkan dalam ulasan di Health Line, hamil kosong atau blighted ovum tidak bisa dicegah. Kalau khawatir kondisi ini dialami, Bunda sebaiknya konsultasi dengan dokter tentang kemungkinan penyebab genetik dan prosedur pengujian, sehingga bisa menghindarinya.

Satu hal yang tak perlu dicemaskan, jika pernah mengalami hamil kosong, Bunda tetap bisa menjalani kehamilan normal di kemudian hari. Hanya saja, seperti halnya keguguran, tubuh dan emosional Bunda harus normal kembali sebelum mencoba untuk hamil lagi.

Biasanya, dokter akan menyarankan Bunda untuk menunggu hingga tiga siklus menstruasi, sehingga tubuh punya waktu untuk pulih sepenuhnya dan siap untuk menyambut kehamilan berikutnya. Dianjurkan juga, fokus pada kebiasaan gaya hidup sehat demi kesehatan tubuh dan mental Bunda, seperti:

a. Pola makan baik dan sehat
b. Menghindari stres
c. Berolahraga
d. Mengonsumsi suplemen prenatal harian yang mengandung asam folat.

Perlu dicatat juga, ada beberapa faktor terkait keguguran akibat hamil kosong, yang harus dikonsultasikan dengan dokter. Faktor-faktor ini termasuk genetika, kualitas telur, dan kualitas sperma. Umumnya, dokter akan merekomendasikan dilakukan pengujian. Tes tersebut meliputi:

1. Preimplantation genetic screening (PGS), yakni analisis genetik embrio yang bisa dilakukan sebelum implantasi ke dalam rahim.

2. Analisis semen, yang digunakan untuk menentukan kualitas sperma.

3. Follicle stimulating hormone (FSH) atau anti-mullerian hormone (AMH), yang bisa digunakan untuk membantu meningkatkan kualitas telur.


Simak juga tayangan tentang hamil kosong yang membuat Sandra Dewi drop:

[Gambas:Video 20detik]

(muf/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi