KEHAMILAN
Bunda Bertubuh Pendek Lebih Berisiko Melahirkan Prematur, Mitos atau Fakta?
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Selasa, 17 Nov 2020 15:12 WIBBanyak orang percaya bahwa Bunda yang bertubuh pendek akan sulit melahirkan normal. Selain itu, risiko kelahiran prematur pun lebih tinggi dialami. Sebenarnya hal ini mitos atau fakta sih, Bunda?
Melansir Parents, saat tubuh Bunda kecil, memang sangat masuk akal jika bayi Bunda lebih kecil. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Medicine menemukan bahwa wanita yang lebih pendek tidak hanya memiliki bayi dengan berat dan panjang lahir lebih rendah, tetapi juga durasi kehamilan mereka sebenarnya lebih pendek. Ini artinya, bahwa perawakan yang lebih pendek mungkin menjadi faktor risiko kelahiran prematur.
Para ilmuwan di March of Dimes Prematuriry Research Center Ohio Collaborative, mempelajari lebih dari 3.000 wanita dan menemukan kaitan menarik antara tinggi badan ibu dan bayi yang lahir lebih awal.
Para peneliti menemukan bahwa hubungan genetik dari tinggi ibu dengan berat dan panjang lahir bayi, yang memang sudah diperkirakan yakni ibu kecil menghasilkan bayi kecil. Namun, lamanya kehamilan tidak hanya disebabkan oleh genetika ibu, yang artinya ada hal lain yang menyebabkan wanita bertubuh pendek mengalami kehamilan yang lebih pendek.
"Apa pun yang memengaruhi tinggi badan ibu seperti gen ibu tetapi juga nutrisi dan kebiasaan kesehatan lainnya, memengaruhi berapa lama dia akan hamil. Kami pikir ini hubungannya mungkin ada karena tinggi ibu memengaruhi ukuran rahim atau ukuran panggul, atau tinggi badan terkait dengan metabolisme ibu dan berapa banyak energi yang dapat dia suplai untuk bayi yang sedang tumbuh sebelum kelahiran," ujar Dr Lous Muglia MD, Ph.D, dari Cincinnati Children's Hospital Medical Center.
Dengan kata lain, faktor lingkungan memengaruhi tinggi badan ibu, yang selanjutnya memengaruhi lamanya bayi dapat tinggal dalam rahim.
"Panjang kehamilan dikendalikan oleh lebih dari gen ibu, dan apa pun yang membuat wanita pendek juga menghasilkan panjang kehamilan yang lebih pendek," kata Joe Leigh Simpson, M.D, Wakil presiden senior March of Dimes untuk Riset dan Program Global.
Berat badan memang diketahui dapat menyebabkan komplikasi kesehatan. Tetapi, urusan tinggi badan kemungkinan juga dapat menyebabkan ibu bertubuh pendek turut menghadapi komplikasi terkait kehamilan.
Namun, bukan berarti setiap ibu dengan tinggi badan pendek tidak bisa melahirkan secara normal. Ada faktor lain selain faktor genetik seperti nutrisi, kebiasaan, dan gaya hidup yang juga memengaruhi kehamilan, seperti dikutip dari laman Parenting First Cry.
Dalam beberapa kasus, tinggi badan seorang wanita yang pendek memang menyebabkan beberapa komplikasi saat hamil. Termasuk diantaranya kelahiran prematur.
Prematuritas ini merupakan komplikasi utama dalam daftar di antara komplikasi kehamilan lainnya. Biasanya, bayi yang lahir sebelum 37 minggu dianggap prematur. Bayi seperti itu berisiko mengalami masalah pernapasan atau pencernaan.
Menurut sebuah penelitian, perawakan pendek seorang ibu juga dapat memengaruhi durasi bayi dalam kandungannya yang dapat menyebabkan kelahiran prematur.
Selain itu, perawakan yang pendek dari ibu juga mengakibatkan risiko berat lahir rendah dan tinggi bayi rendah. Ini dikarenakan tidak adanya cukup ruang bagi bayi untuk berkembang sepenuhnya karena ukuran rahim dan panggul yang lebih kecil.
Meski demikian, tidak semua wanita dengan tinggi badan pendek mengalami komplikasi kehamilan. Beberapa orang yang berisiko mengalami komplikasi memang sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan pengetahuan sebanyak mungkin. Termasuk mengikuti diet kehamilan yang sehat, olahraga, dan menjaga kesehatan secara menyeluruh untuk mempermudah proses melahirkan.
Semoga membantu ya, Bunda!
Bunda, simak juga yuk apakah berhubungan intim saat hamil sebabkan kelahiran prematur? Klik video di bawah ini:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kenali 7 Tanda Kelahiran Prematur, Termasuk Sakit Punggung Bagian Bawah
12 Faktor Risiko Terkait Penyebab Bayi Lahir Prematur
10 Faktor Risiko Kelahiran Prematur, Ada yang Bisa Dicegah Sebelum Hamil Bun
15 Cara Mencegah Bayi Lahir Prematur, Bunda Perlu Tahu
TERPOPULER
7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi saat Bicara dengan Teman Menurut Psikolog
Viral 'Ibu Kimpul' Populerkan Umbi-umbian yang Bagus untuk Cagah Lonjakan Gula Darah
Potret Pernikahan Gisela Cindy dan Sian di Kanada, Dekorasi Didominasi Bunga Warna Putih
Kisah Bunda saat Hadapi Anak Demam 41 Derajat, Bersyukur Ada Dokter Anak Siaga 24 Jam di IGD
Cara Mengenali Anak yang Pernah Jadi Korban Gaslighting saat Kecil
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Hospital Bag untuk Melahirkan, Aman dan Muat Banyak
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
50 Ide Lomba 17 Agustus HUT RI ke-81 Hari Kemerdekaan untuk Anak & Dewasa di Sekolah-Rumah
Viral 'Ibu Kimpul' Populerkan Umbi-umbian yang Bagus untuk Cagah Lonjakan Gula Darah
Kisah Bunda saat Hadapi Anak Demam 41 Derajat, Bersyukur Ada Dokter Anak Siaga 24 Jam di IGD
7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi saat Bicara dengan Teman Menurut Psikolog
Studi Terbaru Yakini Morning Sickness Pertanda Kemungkinan Besar Bunda Hamil Anak Perempuan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Pengen Makan Steak Ala Restoran di Rumah? Jangan Lupa Mashed Potato Ini
-
Beautynesia
3 Rekomendasi Jus Pembakar Lemak yang Bantu Turunkan Berat Badan
-
Female Daily
Social Affair Hadirkan Purple Picks, 6 Menu Serba Ube Kolaborasi dengan Andersen Sisters
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
8 Potret Pernikahan Dea Annisa & Mazaki, Elegan Dengan Nuansa Putih
-
Mommies Daily
Manfaat Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki, Bukan Cuma untuk Anak Perempuan