sign up SIGN UP search


kehamilan

7 Cara Mengatasi Bayi Cegukan dalam Kandungan, Beda dengan Tendangan Bun

Annisa Karnesyia Jumat, 18 Jun 2021 14:43 WIB
A pregnant woman and her female doctor are indoors in a hospital. The doctor is performing an ultrasound. caption
Jakarta -

Tahu enggak sih, Bunda? Selama masa kehamilan, bayi bisa cegukan lho di dalam kandungan.

Cegukan janin di dalam rahim adalah gerakan kecil yang dilakukan diafragma saat bayi mulai berlatih bernapas. Saat bayi menarik napas, cairan ketuban akan masuk ke paru-paru sehingga membuat diafragma berkontraksi dan mengakibatkan cegukan.

Cegukan bayi dalam kandungan dapat diamati melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Selain itu, Bunda juga akan merasakan seperti ada gerakan di dalam kandungan. Hal ini biasanya terjadi di akhir trimester pertama atau awal trimester kedua.


Menurut wellness leader Melanie Santos, penyebab cegukan ini masih belum diketahui secara pasti. Sebuah teori berpendapat bahwa cegukan janin berperan dalam proses pematangan organ paru-paru.

"Dalam banyak kasus, hal ini normal terjadi selama kehamilan," kata Santos, dikutip dari Healthline.

Kapan Bunda harus mewaspadai bayi dalam kandungan cegukan?

Bunda dapat merasakan cegukan bayi beberapa kali dalam sehari atau hanya sesekali saja. Setelah minggu ke-32 kehamilan, cegukan janin umumnya akan lebih jarang terjadi setiap hari.

Kita perlu waspada bila cegukan justru terjadi sebaliknya, yakni terus-menerus dan berlangsung selama 15 menit atau terjadi tiga kali atau lebih dalam sehari.

"Cegukan biasanya merupakan refleks normal. Namun, bisa terjadi sering dan terus-menerus, terutama di akhir kehamilan, ini bisa menandakan ada masalah di tali pusat bayi," ujar Santos.

Beda cegukan dan tendangan bayi

Banyak para Bunda sering terkecoh antara cegukan dan tendangan bayi di dalam kandungan. Biasanya cegukan lebih berirama daripada gerakan bayi lainnya. Beberapa Bunda menggambarkannya sebagai perasaan berdenyut yang mirip kejang otot.

Cara mudah untuk mengetahui apakah bayi mengalami cegukan atau menendang dalam rahim adalah dengan bergerak. Terkadang, bayi juga akan bergerak ketika dia merasa tidak nyaman pada posisi tertentu di dalam rahim.

Bunda dapat merasakan gerakan bayi bila memposisikan diri atau bergerak. Jika Bunda hanya duduk diam dan merasakan sentakan atau denyutan yang berirama di satu bagian perut, maka itu mungkin cegukan.

"Wanita perlu beberapa saat untuk membiasakan diri dengan gerakan-gerakan ini, tetapi setidaknya harus bisa membedakan antara cegukan atau tendangan," kata dokter obgyn, Dr. Sabiha Anjum, melansir dari Parenting Firstcry.

KehamilanIlustrasi janin dalam kandungan/ Foto: iStock

Penyebab bayi cegukan dalam kandungan

1. Refleks bayi

Selain bernapas, bayi di dalam kandungan akan berlatih menyusu dengan mengisap jempol dan menguap. Semua kemampuan ini juga bisa menyebabkan cegukan pada janin.

2. Pernapasan bayi sedang berkembang

Kemampuan bayi untuk cegukan dengan menghirup dan mengeluarkan cairan ketuban adalah pertanda baik. Artinya, diafragma bayi berkembang dengan baik.

Proses ini sebenarnya dimulai sekitar minggu ke-10. Bunda mungkin tidak akan benar-benar merasakan cegukan janin selama beberapa bulan ke depannya.

3. Saraf sedang aktif

Menurut dokter obgyn, Brandi Ring, MD, cegukan janin dapat menunjukkan aktivasi saraf yang mengontrol diafragma. Ini membantu untuk memastikan bahwa otak dan sumsum tulang belakang sedang melakukan tugasnya.

"Dengan kata lain, cegukan janin menandakan bahwa bayi cukup berkembang secara neurologis untuk bertahan hidup di luar rahim," ujar Ring, dilansir The Bump.

4. Tali pusar melilit

Kondisi medis seperti tali pusar melilit bisa jadi alasan kenapa bayi cegukan, Bunda. Hal ini umumnya terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan.

Selama kehamilan, Bunda bisa memahami berbagai pola cegukan bayi. Jika merasakan pola yang tidak teratur atau perubahan durasi cegukan, maka Bunda perlu konsultasi ke dokter ya.

Cegukan yang terjadi ini biasanya karena pasokan udara yang terbatas ke bayi. Ketika wanita merasakan ada sedikit perubahan drastis dari pola cegukan dalam kandungan, maka harus segera mencari pertolongan medis.

Cara mengatasi cegukan bayi dalam kandungan

Meski cegukan pada bayi tidak menyakitkan, namun ini bisa mengganggu selama masa kehamilan. Waktu cegukan bayi dalam kandungan tidak boleh terjadi lebih dari 15 menit, karena bisa bikin Bunda enggak nyaman.

Cegukan bayi dapat membuat Bunda sulit duduk dan rileks. Selain itu, waktu tidur juga bisa terganggu.

Berikut 6 cara menghentikan cegukan pada bayi di dalam kandungan:

1. Saat tidur, berbaringlah di sisi kiri tubuh.

2. Konsumsi makanan bergizi yang mengandung tinggi protein karena bisa membantu bayi rileks dan mengurangi cegukan.

3. Minum banyak air agar tubuh tetap terhidrasi. Bayi mungkin mengalami cegukan karena kekurangan cairan dalam tubuhnya.

4. Tidur yang cukup dan teratur. Jadwal tidur siang juga perlu diperhatikan.

5. Sering bergerak, seperti melakukan olahraga ringan dan aman.

6. Jangan menahan napas untuk menghilangkan cegukan karena bisa berbahaya bagi bayi dalam kandungan.

7. Gunakan bantal untuk menopang perut dan mengurangi tekanan dari tulang belakang.

Komplikasi cegukan

Cegukan adalah refleks normal yang dialami bayi dalam kandungan. Namun, Bunda perlu waspada bila cegukan terus terjadi di akhir kehamilan ya.

Kompresi atau prolaps tali pusat dapat terjadi ketika cegukan tak kunjung berhenti. Komplikasi tali pusar ini termasuk perubahan pada detak jantung bayi, tekanan darah bayi, penumpukan CO2 dalam darah bayi, kerusakan otak, dan kelahiran mati.

Selama kehamilan, penting bagi Bunda membedakan tendangan, cegukan, atau gerakan lainnya pada bayi. Bila Bunda khawatir, sebaiknya segera ke dokter untuk melakukan pemeriksaan tentang kondisi bayi ya.

(ank)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi