Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Pola Makan Tak Sehat saat Hamil Berisiko Lahirkan Anak yang Mudah Cemas dan Stres

Nurul Jasmine Fathia   |   HaiBunda

Rabu, 11 Oct 2023 07:18 WIB

Ibu hamil makan
Pola Makan Tak Sehat saat Hamil Berisiko Lahirkan Anak yang Mudah Cemas dan Stres/ Foto: Getty Images/iStockphoto/DragonImages

Memerhatikan kebutuhan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh sangat penting selama kehamilan. Sebab, apa yang masuk ke dalam tubuh Bunda bisa mempengaruhi Si Kecil di dalam kandungan. 

Banyak penelitian telah membuktikan bahwa pola makan sangat berpengaruh terhadap perkembangan bayi sejak dalam kandungan hingga dilahirkan. Seperti salah satu penelitian yang menyatakan bahwa pola makan tak sehat saat hamil berisiko untuk melahirkan anak yang mudah cemas dan stres.

Lalu seperti apa pengaruh pola makan dengan kondisi anak ketika dilahirkan?

Pentingnya menjaga pola makan

Melansir dari laman Radio New Zealand, pola makan saat hamil memiliki peranan yang sangat penting terhadap kesehatan fisik dan mental bayi saat dilahirkan. Maka dari itu, Bunda yang sedang hamil sebaiknya menghindari pola makan yang tidak sehat, salah satunya mengonsumsi ultra processed food.

Ultra processed food menjadi makanan yang sangat umum dan sering dikonsumsi oleh ibu hamil. Padahal, makanan jenis ini memiliki pengaruh yang kurang baik dan jika dikonsumsi sangat sering saat trimester 3 kehamilan, maka bisa meningkatkan risiko lahirkan anak yang mudah cemas dan stres.

"Ketaatan ibu pada pola makan sehat pada trimester ketiga secara signifikan terkait dengan jalur gejala depresi dan kecemasan anak," kata psikolog klinis dari Universitas Canterbury, Profesor Julia Rucklidge.

Apa itu ultra processed food?

Ultra processed food adalah makanan yang telah melalui proses pengolahan berkali-kali. Banyak makanan yang termasuk ultra processed food ditambahkan pengawet dalam jumlah besar.

Ultra processed food harus dihindari karena biasanya mengandung zat-zat buatan yang kurang baik bila dikonsumsi dalam waktu lama. Selain itu, mengonsumsi jenis makanan ini juga bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.

Saat hamil konsumsi, makanan yang termasuk ultra processed food harus dihindari. Bunda lebih disarankan untuk banyak mengonsumsi makanan sehat yang bersumber dari bahan alami. Selain itu, Bunda juga dapat menerapkan pola makan mediterani yang memiliki banyak manfaat bagi Si Kecil sejak dalam kandungan hingga ia lahir.

Lalu, apa sebenarnya diet mediterani itu? Yuk simak lebih lengkap pada halaman selanjutnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!


MANFAAT MENJALANI DIET MEDITERANI SAAT HAMIL

Ilustrasi Ibu Hamil Makan

Pola Makan Tak Sehat saat Hamil Berisiko Lahirkan Anak yang Mudah Cemas dan Stres/ Foto: iStock

Diet mediterani

Melansir dari CNN, diet mediterani adalah pola makan yang menekankan konsumsi makanan sederhana khususnya yang bersumber dari tumbuhan. Diet mediterani memiliki segudang manfaat bila dilakukan saat hamil, Bunda.

Salah satu manfaatnya dapat meningkatkan kemampuan sosial anak karena minimnya bahan-bahan yang tak alami masuk ke dalam tubuh. Selain itu, kemampuan kognitif anak yang lahir dari ibu yang menerapkan pola makan ini terbukti lebih tinggi dibandingkan dengan anak dari ibu yang tidak melakukannya.

Banner Atasi Panas di Rumah Tanpa AC

Makanan yang bisa dikonsumsi

Saat menjalankan pola makan mediterani, Bunda tak perlu merasa tertekan atau merasa dibatasi dalam mengonsumsi makanan. Saat menjalani pola makan ini, Bunda masih bisa mengonsumsi berbagai jenis makanan, di antaranya:

  • Sayur-sayuran seperti tomat, brokoli, kale, bayam, bawang, kembang kol, wortel, dll.
  • Buah-buahan seperti pel, pisang, jeruk, pir, stroberi, anggur, kurma, dll.
  • Kacang-kacangan seperti almond atau kacang tanah.
  • Telur ayam dan telur bebek.
  • Daging ikan dan seafood.

Makanan yang tidak bisa dikonsumsi

Saat menerapkan diet mediterani, Bunda juga harus membatasi atau bahkan menghindari beberapa makanan dan minuman, seperti:

  • Gula tambahan dalam makanan kemasan.
  • Roti, keripik, kerupuk, dan pasta.
  • Makanan yang digoreng terlalu lama dan mengandung lemak jahat.
  • Daging olahan seperti sosis.
  • Makanan cepat saji.

Bila sedang hamil, pastikan Bunda selalu memerhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh ya. Sebisa mungkin hindari ultra processed food dan terapkan pola makan sehat seperti diet mediterani. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Simak juga 7 asupan penting ibu hamil untuk mencegah stunting, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]


(Nurul Jasmine Fathia/ank)
Loading...

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda