HaiBunda

KEHAMILAN

Bukan Kurang Bersyukur, Ini Alasan Ibu Hamil Bisa Membenci Tubuhnya

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 27 Feb 2026 09:20 WIB
Ilustrasi Ibu Hamil Sedih/ Foto: Getty Images/iStockphoto/PonyWang
Jakarta -

Perubahan fisik saat hamil sering kali membuat perempuan kehilangan rasa percaya dirinya. Tak sedikit bahkan ibu hamil yang sampai membenci tubuhnya saat mengandung janin.

Sebuah survei yang dilakukan SELF dan CafeMom.com pada tahun 2012 pernah mengungkap bahwa banyak ibu hamil berjuang dengan rasa tidak percaya diri terhadap tubuhnya. Tak hanya itu, mereka juga berjuang dengan gangguan makan karena perubahan tubuhnya ini, Bunda.

Menurut survei, 52 persen perempuan mengatakan bahwa kehamilan membuat mereka lebih tidak percaya diri tentang citra tubuh. Hanya 14 persen yang mengatakan kehamilan membuat mereka lebih percaya diri.


Para ahli gangguan makan mencatat bahwa beberapa orang yang mengalami gangguan makan, akan merokok selama kehamilan untuk menjaga berat badan tetap rendah. Setelah melahirkan, mereka menyusui dan memompa ASI hanya untuk mengurangi kalori bahkan setelah bayinya disapih.

"Menambah berat badan terlalu banyak atau terlalu sedikit selama kehamilan tidak sehat dan dapat menyebabkan masalah di kemudian hari bagi ibu dan anak," kata profesor epidemiologi dan nutrisi di University of North Carolina Gillings School of Global Public Health, Anna Maria Siega-Riz, dilansir laman Self.

Survei juga menunjukkan, 21 persen perempuan dengan riwayat gangguan makan tidak mendengar apa pun dari dokter mereka tentang kenaikan berat badan. Sedangkan, 10 persen lainnya tidak mendapatkan nasihat sampai mereka bertanya.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa dokter perlu berbuat lebih baik dalam berkomunikasi dengan ibu hamil terkait kenaikan berat badan, citra tubuh, dan kebiasaan makan. Dokter juga perlu menyadari bahwa ukuran tubuh seorang perempuan sering kali tidak bisa mendeteksi apakah ia mengalami gangguan makan.

Survei lain tentang alasan ibu hamil membenci tubuhnya

Survei yang dilakukan oleh Mental Health Foundation pada 2019 lalu juga pernah mengungkap alasan ibu hamil membenci tubuhnya. Menurut hasil survei, empat dari 10 perempuan yang pernah hamil mengatakan mereka merasa lebih negatif tentang tubuh mereka setelah melahirkan. Hanya satu dari 10 perempuan yang mengatakan mereka merasa lebih positif usai melahirkan.

Hasil survei juga mengungkap lebih dari setengah (54 persen) perempuan berusia 25-34 tahun yang pernah hamil merasa lebih negatif tentang citra tubuh mereka setelah kehamilan dibandingkan sebelum hamil. Satu dari tujuh (14 persen) perempuan mengatakan mereka merasa lebih positif.

Tekanan tambahan untuk menyesuaikan diri dengan ekspektasi yang tidak realistis tentang kehamilan bisa berpotensi merusak kesehatan mental. Padahal, di waktu tersebut perempuan harus fokus menjaga kehamilannya. Setelah bayi lahir, mereka perlu fokus untuk membangun bonding dengan bayinya.

"Gambaran utama dari survei kami adalah tekanan komersial, media sosial, dan periklanan terhadap citra tubuh berkontribusi pada masalah kesehatan mental bagi jutaan orang. Sangat menyedihkan bahwa ini termasuk perasaan yang terkait dengan kehamilan," kata Children and Young People's Lead di Mental Health Foundation, Jane Caro.

"Kerugian sosial ini dibiarkan berkembang tanpa terkendali. Meskipun ada beberapa inisiatif positif, perusahaan media sosial, misalnya, seringkali enggan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi pengguna mereka dari konten berbahaya."

Pada Mei 2022, Archives of Women's Mental Health menerbitkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa 52 persen ibu hamil dan 56,2 persen ibu pasca persalinan melaporkan merasa tidak puas dengan citra tubuh mereka. Sekitar 80 persen mengatakan bahwa mereka akan menghargai kesempatan untuk bergabung dengan program prenatal yang berfokus pada antisipasi dan penerimaan perubahan tubuh.

Cara menerima perubahan tubuh saat hamil

Merasa tak percaya diri karena perubahan tubuh saat hamil adalah hal yang normal. Tapi, bila perasaan itu dapat menetap dan berbahaya bila terus berlarut-larut, Bunda.

Nah, untuk menghindarinya, berikut 3 cara menerima perubahan tubuh saat hamil, seperti melansir dari laman UT Southwestern:

1. Menetapkan ekspektasi yang realistis

Kehamilan dapat mengubah kondisi fisik. Oleh karena itu, Bunda perlu menetapkan ekspektasi yang realistis tentang perubahan tubuh ini. Cara terbaik adalah melakukan pencegahan tanpa harus membahayakan kehamilan, misalnya memudarkan stretch mark dengan mengoleskan lotion atau melakukan senam Kegel untuk memperkuat otot dasar panggul.

2. Mempersiapkan tubuh untuk persalinan dan pemulihan pasca melahirkan

Untuk menghindari pikiran negatif tentang citra diri, Bunda bisa fokus mempersiapkan tubuh untuk persalinan dan pemulihan pasca melahirkan. Contohnya, melakukan yoga prenatal atau pijat perineum. Bicaralah dengan dokter atau bidan tentang aktivitas mana yang aman dan mana yang harus dihindari selama hamil dan setelah melahirkan.

3. Batasi waktu penggunaan media sosial

Di media sosial, masih banyak perempuan menampilkan bentuk tubuh yang 'kurus' saat hamil atau foto-foto pasca persalinan yang sempurna. Itu semua tampak tidak realitistis dan dapat menciptakan ekspektasi palsu tentang apa yang diharapkan selama hamil dan setelah melahirkan. Untuk menghindari pikiran buruk tentang citra diri, Bunda sebaiknya membatasi waktu penggunaan media sosial ini.

Demikian alasan ibu hamil membenci tubuhnya dan cara untuk menerima perubahan tubuh saat mengandung janin. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kenali Penyebab, Gejala & Cara Mengatasi Sindrom Lorong Karpal pada Bumil

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Rumah Termurah di Dunia Seharga Rp16 Ribuan Kini Laku Rp874 Juta

Mom's Life Natasha Ardiah

11 Ciri Kepribadian Orang yang Langsung Cuci dan Rapikan Dapur saat Masak

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Hukum Puasa di Masa Nifas dan Cara Membayar Fidyah Ibu Melahirkan

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Tenang, Iuran BPJS Enggak Naik di Semua Golongan, Cek di Sini!

Mom's Life Annisa Karnesyia

5 Ide Stimulasi Bayi 7 Bulan agar Cepat Merangkak

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

11 Rekomendasi Tempat Berburu Takjil Terlengkap di Jakarta, Murah & Legendaris

Rumah Termurah di Dunia Seharga Rp16 Ribuan Kini Laku Rp874 Juta

Hukum Puasa di Masa Nifas dan Cara Membayar Fidyah Ibu Melahirkan

5 Ide Stimulasi Bayi 7 Bulan agar Cepat Merangkak

5 Rekomendasi Madu untuk Sahur, supaya Kuat Puasa dan Tetap Sehat

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK