sign up SIGN UP search


menyusui

Tips Menggunakan Cup Feeder untuk Memberikan ASI pada Bayi

Annisa Afani Rabu, 07 Oct 2020 12:30 WIB
Newborn Baby drinking milk from glass cup. caption
Jakarta -

Cup feeding merupakan metode alternatif memberikan air susu ibu (ASI) atau susu tambahan dengan menggunakan cangkir (cup feeder). Cara ini sudah digunakan sejak lama di seluruh dunia, Bunda.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan pemberian susu dengan cup feeder lebih baik dibanding menggunakan botol susu atau dot. Untuk melakukannya, Bunda bisa menggunakan cangkir apapun, yang dapat menampung susu.

"Dengan memilih menggunakan cup feeder untuk memberikan susu bayi daripada menggunakan botol, Anda mungkin bisa mencegah anak mengembangkan preferensi untuk botol atau dot. Cara ini memudahkan transisi dari menyusui untuk minum sendiri," kata Donna Murray selaku perawat bersertifikat, dikutip dari Very Well Family.


Bayi seperti apa yang membutuhkannya?

Meski menyusui dengan cup feeder cocok untuk semua bayi, namun disarankan hanya digunakan pada kondisi-kondisi tertentu saja. Itu karena menyusui langsung dari payudara memberikan banyak manfaat untuk ibu dan bayinya.

Dikutip dari Parenting Parenting Firstcry dan HealthLine, Bunda bisa menggunakan cup feeder untuk menyusui bayi jika dalam kondisi sebagai berikut:

1. Bayi prematur, lemah atau sakit yang belum memiliki kekuatan untuk menghisap ASI dari payudara maupun dot pada botol susu.

2. Bayi yang mengalami kesulitan menyusu dari payudara karena berbagai alasan seperti mengantuk, kelelahan, puting susu terbalik, tongue tie, masalah perlekatan, dan lainnya.

3. Bayi tak dapat disusui karena ibunya harus bepergian, atau mengalami nyeri karena puting pecah-pecah saat mengeluarkan ASI.

4. Bayi menolak payudara.

5. Ibu harus istirahat menyusui karena asalan tertentu.

6. Ibu memberikan makanan tambahan dan ingin menghindari penggunaan botol.

Bagaimana cara menyusui bayi dengan cup feeder?

Jika dalam salah satu kondisi, Bunda harus menggunakan cup feeder untuk pertama kalinya, maka bisa memulai dengan meminta bantuan ahli atau konsultan laktasi. Bunda juga bisa menonton video untuk mengetahui caranya. Nah, berikut ini, beberapa tahap menggunakan cup feeder untuk menyusui buah hati:

1. Siapkan perlengkapan

Siapkan cangkir yang akan digunakan. Bunda bisa menggunakan cangkir biasa atau cangkir khusus yang memiliki saluran yang berfungsi mirip sedotan atau wadah yang memiliki ujung kerucut untuk memudahkan bayi.

Selain itu, siapkan ASI atau susu formula, dan kain waslap bersih untuk membersihkan tumpahan di sekitar mulut bayi. Bedong selimut untuk membantu mengamankan lengan bayi agar tidak mengganggu saat menyusu.

2. Gendong bayi

Sebelum menyusu, pastikan bayi bangun dan tenang. Bunda sebaiknya menggendong si kecil dalam posisi tegak agar mereka tidak tersedak susu saat minum. Jika bayi bergerak dan menggerakkan tangannya, pertimbangkan untuk membedong tangannya dengan selimut tapi jangan terlalu kencang. Bunda juga bisa meletakkan kain atau waslap di bawah dagu bayi sebelum memulai.

3. Beri makan bayi

Isi setengah cangkir dengan susu formula atau ASI yang agak hangat. Dekatkan bagian tepi cangkir ke bibir bawah bayi atau bagian bawah gusi supaya bayi bisa menyesapnya. Jangan menuangkan susu ke dalam mulutnya karena berpotensi membuat bayi tersedak.

Bunda juga bisa merangsang refleks rooting-nya sebelum memberikan makan. Ini adalah refleks yang sama saat bayi menyusu pada payudara dan botol, Bunda. Caranya, cukup tepuk kecil bibir bawahnya dengan tepi cangkir sebagai sinyal waktu membuka mulut dan makan.

Setelah itu, angkat cangkir dengan lembut agar susu mencapai tepi cangkir. Untuk beberapa saat, tetaplah dengan posisi ini meski bayi sedang tak menyusu. Cara ini akan membuatnya mudah untuk kembali menyeruput susu setelah istirahat sesaat.

Bayi akan segera belajar cara mengisap susu dari tepi cangkir dengan lidahnya, Bunda. Untuk itu, jaga kecepatan menyusunya agar tetap lambat dan hentikan sesekali untuk membuatnya bersendawa.

Hindari menekan bibir bawah atau menuangkan susu ke dalam mulut. Lanjutkan menyusui bayi dengan kecepatan sesuai kemampuannya dan biarkan ia menyusu sesuai kebutuhan dan kemampuannya.

4. Perhatikan baik-baik

Perhatikan bayi dengan cermat untuk mencari petunjuk bahwa dia sudah selesai menyusu atau belum. Secara umum, pemberian makan dengan cup feeder tidak boleh lebih dari 30 menit ya, Bunda. Faktanya, memberi susu dengan cup feeder bisa dilakukan dengan waktu yang sama saat menyusu di payudara, yakni 10-15 menit di setiap sisi.

Apa yang menjadi tantangan?

Menyusu dengan cup feeder untuk beberapa kali pertama memang membuat suplai ASI sedikit berkurang, Bunda. Sehingga, kehilangan ASI dalam proses ini dapat jadi tantangan bagi ibu menyusui karena akan sulit melacak seberapa banyak ASI yang didapat bayi.

Tantangan lainnya, yakni bagaimana metode yang digunakan, karena ada yang menyulitkan ibu maupun bayi. Sebaliknya, jika ada masalah saat bayi menyusu dengan cara ini, maka perlu untuk menanyakan kepada dokter atau konsultan laktasi tentang cara lain untuk mendukung dan mengembangkan keterampilan penting ini.

Terakhir, ada kemungkinan bayi mengalami tersedak, batuk, napas cepat saat menyusui, mengalami masalah pernapasan, dan demam ringan. Jika terjadi dan menimbulkan kekhawatiran, maka segera hubungi dokter anak.

Bila tak diobati, hal tersebut dapat menyebabkan dehidrasi, penurunan berat badan, atau kekurangan nutrisi hingga menimbulkan komplikasi lainnya. Oleh sebab itu, penting bagi ibu menyusui untuk memastikan bahwa penggunaan metode yang dilakukan sudah benar.

"Memberi makan dengan cup feeder tidak sulit dilakukan, tetapi tetap membutuhkan keterampilan. Sebagai orang tua atau pengasuh, Anda harus belajar cara minum dari cangkir dengan aman," ujar Donna Murray.

Manfaat menggunakan cup feeder

Bayi membutuhkan ASI atau susu formula agar tubuh dan otaknya berkembang. Jika bayi tidak mau atau tidak dapat menyusu karena suatu alasan seperti yang disebutkan sebelumnya, maka cup feeder menjadi alternatif menyusui yang tepat. Metode ini pun memiliki beberapa manfaat kok, Bunda, di antaranya:

1. Cup feeder tak mengganggu pemberian ASI secara langsung

Salah satu keuntungan terbesar dari minum dengan cup feeder adalah menghindari kebingungan puting pada bayi. Kebingungan pada puting ini bisa terjadi saat bayi diperkenalkan dengan dot dari botol susu.

Karena dot menggunakan mekanisme mengisap yang membutuhkan lebih sedikit usaha dibandingkan dengan payudara, maka bayi mungkin akan menolak menyusu langsung dari payudara.

"Pemberian susu dengan cangkir dapat meningkatkan keberhasilan menyusui dan melanjutkan pemberian ASI untuk jangka waktu yang lebih lama," kata Donna Murray.

2. Mencegah pertumbuhan gigi tak sejajar dan perkembangan rahang tak normal

Botol susu diketahui dapat mengubah cara gigi dan rahang berkembang pada bayi, Bunda. Dengan mekanisme pengisapan yang berbeda, dapat menyebabkan gigi jadi tidak sejajar saat tumbuh. Ini pun akan berdampak pada buruknya kinerja fungsi mulut seperti bicara, makan dan bernapas.

Sedangkan pemberian makan dengan cup feeder dapat mencegah ketidaksejajaran gigi tersebut, sehingga bisa menghindari perkembangan abnormal.

3. Mencegah bayi menyusu berlebih

Meskipun mudah dipelajari, pemberian susu dengan cangkir membutuhkan lebih banyak upaya dari bayi agar ia mendapat cukup ASI. Untuk itu, Bunda harus mendekatkan cup feeder ke mulut bayi, memiringkannya hingga ASI menyentuh bibir dan membiarkan bayi mengisapnya dengan mulut.

Cara ini untuk mencegah pemberian makan berlebih dibandingkan dengan pemberian menggunakan botol. Dengan cara ini, bayi dapat mengatur asupan dan makannya dengan lebih baik hanya sebanyak yang mereka butuhkan.

4. Melatih bayi menggunakan cangkir lebih dini

Pada akhirnya, semua bayi harus tumbuh dan belajar menggunakan cangkir, Bunda. Ini pun menjadi salah satu tips untuk mengenalkannya dengan lebih cepat.

6. Terjangkau

Menyusui dengan cup feeder menghilangkan keharusan untuk membeli botol susu dan dot yang mahal. Cangkir juga mudah dibersihkan, dirawat, dan dibawa-bawa ke mana pun.

Nah, soal seberapa sering bayi menyusui menggunakan cup feeder sepanjang hari tergantung pada alasan Bunda melakukannya. Jika itu untuk melengkapi, mungkin hanya perlu beberapa kali dalam sehari. Namun jika itu satu-satunya cara bayi mendapat nutrisi, Bunda harus berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan jadwal yang tepat.

Bunda, simak juga cara aman cegah kehamilan bagi ibu menyusui dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi