MENYUSUI
7 Cara Mudah Menyapih Anak Secara Bertahap, Bunda Perlu Tahu
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Jumat, 29 Oct 2021 07:10 WIBProses menyapih dimulai ketika bayi menerima asupan lain selain menyusu langsung pada Bunda. Ini adalah proses alami yang akan dilalui anak sebagai bagian dari tumbuh kembangnya ya, Bunda.
Dokter Spesialis Anak, Meta Hanindita dr. Meta Hanindita Sp.A(K), mengatakan bahwa menyapih adalah periode alami pada perkembangan anak. Periode ini sebenarnya dimulai ketika bayi mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) dan berakhir setelah bayi tidak lagi mendapatkan ASI.
"Penyapihan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan perlahan dibandingkan secara mendadak. Perlahan yang dimaksud bisa berarti dalam beberapa minggu, beberapa bulan, atau bahkan lebih lama lagi," ujar Meta, dalam buku Mommyclopedia: 456 Fakta Tentang ASI Dan Menyusui.
Menyapih melibatkan kedua belah pihak, dalam hal ini adalah Bunda dan Si Kecil. Saat menyapih, baik Bunda dan anak, harus sudah siap dengan peralihan makan yang baru.
Sementara itu, Konselor Laktasi, F.B. Monika dalam Buku Pintar ASI dan Menyusui, menjelaskan bahwa menyapih merupakan proses mengganti ASI dengan asupan lain, seperti susu formula atau makanan padat. Pengertian lain menyapih adalah menghentikan atau mengakhiri menyusui sama sekali.
Pilihan menyapih anak
Ada dua pilihan menyapih yang bisa dipilih sesuai kondisi Bunda dan buah hati. Berikut 2 pilihan dalam menyapih:
1. Menyapih secara mendadak (abrupt weaning)
Penyebab paling umum menyapih secara mendadak adalah karena bayi atau Bunda sedang sakit berat, sehingga harus dirawat inap di rumah sakit. Pada kondisi ini, obat-obatan yang dikonsumsi Bunda bisa berbahaya bagi bayi.
Bunda sebaiknya konsultasi ke dokter bila harus menyapih secara mendadak ya. Setidaknya, dokter akan meresepkan obat yang aman untuk Bunda, sehingga tetap bisa memerah atau menyusui bayinya bila memungkinkan.
Menyapih secara mendadak bisa berdampak pada Bunda dan bayinya. Salah satunya adalah bikin stres.
Selain itu, payudara Bunda bisa bengkak, mengalami sumbatan ASI, hingga mastitis. Bila Bunda terpaksa menyapih secara mendadak, setidaknya perlu melakukan 3 upaya ini untuk meminimalkan risiko:
- Perah payudara sedikit saja dari keras dan penuh menjadi sedikit lembut.
- Mundurkan jadwal memerah dan perah sedikit bila terasa penuh.
- Jika Bunda mengalami masalah menyusui berulang, segera konsultasi ke dokter atau konsultan laktasi.
2. Menyapih bertahap (gradual weaning)
Menyapih bertahap adalah cara terbaik untuk memenuhi asupan makan Si Kecil. Melalui cara ini, Bunda bisa mengganti menyusui dengan nutrisi dari makanan lain.
"Menyapih secara bertahap juga membuat kadar imunitas dalam ASI meningkat, sehingga dapat melindungi bayi sebelum benar-benar berhenti menyusu," ujar Monika.
Proses penyapihan secara bertahap dapat berlangsung fleksibel dan banyak faktor yang memengaruhinya lho. Terkadang Bunda merasa mengalami kemajuan, tapi di waktu lain merasa mengalami kemunduran. Hal ini wajar, jadi Bunda enggak perlu khawatir ya.
Cara menyapih anak secara bertahap
Proses menyapih anak secara bertahap dapat dilakukan dengan perlahan, tanpa memaksa anak berhenti menyusui ya. Proses penyapihan ini dapat membantu anak untuk membiasakan diri dengan rasa susu selain ASI. Selain itu, hal ini juga bisa memberikan kesempatan bagi anak untuk berlatih minum dari gelas.
Proses menyapih anak secara bertahap enggak boleh sembarangan ya, Bunda. Berikut 7 cara menyapih anak secara bertahap menurut Monika:
1. Kurangi satu kali frekuensi menyusui secara bertahap
Jika Si Kecil menyusu delapan kali per hati, maka Bunda bisa menguranginya menjadi tujuh kali. Lakukan cara ini setiap tiga hari dan seterusnya sesuai kondisi Bunda dan buah hati. Cara ini bisa membuat produksi ASI menurun secara bertahap lho.
Nah, saat jadwal menyusuinya berkurang, Bunda perlu menawarkan hal lain untuk mengganti makan Si Kecil. Contohnya, Bunda dapat memberikan minum dari gelas yang menarik atau makanan camilan sehat.
2. Jangan tawarkan menyusu ke anak
Untuk menyapih secara bertahap, Bunda jangan tergoda untuk menawarkan menyusu ke anak. Tapi, Bunda juga enggak boleh menolak saat bayi minta menyusu ya.
Metode ini memang bisa memakan waktu lama dibandingkan cara lainnya. Namun, cara ini ampuh untuk melepaskan anak menyusu.
3. Mencari kegiatan pengganti menyusu
Anak seringkali rewel ketika tidak diberikan ASI sesuai jadwalnya. Untuk mengalihkan perhatian, Bunda bisa mencari kegiatan pengganti menyusui untuk Si Kecil lho.
Carilah kegiatan yang menarik sehingga anak lupa waktu menyusu. Misalnya, memberikan makanan ringan kesukaan anak, bermain bersama, atau berjalan ke luar rumah.
4. Mengubah rutinitas harian Bunda
Bila anak suka menyusu saat Bunda di rumah, kita bisa mengubah rutinitas tersebut nih. Coba ajak anak ke luar rumah dengan melakukan kegiatan bermanfaat.
Bunda juga bisa mengenakan pakaian yang sulit dibuka (di bagian dada) oleh anak. Dengan begitu, Si Kecil akan malas menyusu.
5. Mengajari anak untuk menunggu
Ketika anak ingin menyusu, Bunda bisa memintanya untuk menunggu. Kemudian, Bunda bisa memberikan pilihan ke ada untuk melakukan kegiatan lain terlebih dulu.
Melalui cara ini, anak biasanya sudah tidak memiliki keinginan untuk menyusu lagi, Bunda.
6. Kurangi durasi menyusui
Selain jadwal yang berkurang, Bunda bisa juga mengurangi durasi menyusui secara bertahap nih. Misalnya, dari 10 menit per sesi menjadi 8 menit. Kemudian, waktu berkurang menjadi 5 menit, dan seterusnya sampai anak benar-benar berhenti menyusui.
7. Fokus menyapih pada satu waktu
Usahakan kita tidak menyapih anak di siang hari dan malam hari secara bersamaan ya. Pilihlah satu waktu dan fokus pada waktu itu saja. Misalnya, Bunda hanya fokus menyapih pada siang hari karena lebih mudah.
Selama proses menyapih, jangan lupa untuk memberikan anak sentuhan, pelukan, ciuman, dan pijatan. Menyapihlah secara bertahap dengan cinta atau weaning with love, Bunda.
Simak juga 5 cara mengatasi payudara bengkak saat menyapih anak, dalam video berikut:
(ank/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Cara Menyapih Anak Tanpa Bikin Rewel, Menarik Dicoba Nih, Bun
Cara Menyapih Anak Tanpa Risiko Mastitis, Bunda Sudah Tahu?
Cara Menyapih Anak Tanpa Drama, Bunda Sudah Tahu Belum?
Cara Menyapih Anak Tanpa Drama
TERPOPULER
Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi
Potret Ardit Erwandha Aktor 'Tunggu Aku Sukses Nanti' dan Istri yang Berprofesi Notaris
Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana
9 Resep Overnight Oat untuk Menu Sarapan Simpel dan Enak
Bayi Baru Lahir Ternyata Sudah Kenal Ritme Musik!
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Obat Lambung untuk Ibu Hamil yang Aman Tersedia di Apotek
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sikat Gigi Anak 1 Tahun ke Atas, Bisa Jadi Pilihan Bunda
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana
Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi
Potret Ardit Erwandha Aktor 'Tunggu Aku Sukses Nanti' dan Istri yang Berprofesi Notaris
Bayi Baru Lahir Ternyata Sudah Kenal Ritme Musik!
9 Resep Overnight Oat untuk Menu Sarapan Simpel dan Enak
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Doa dan Sunnah Pernikahan yang Dapat Diamalkan Pengantin Baru
-
Beautynesia
5 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengaktifkan Mode Silent di Ponsel
-
Female Daily
Post-Holiday Glow Down? Ini Cara Reset Routine Biar Balik On Track & Glow Up Lagi
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Lee Hi dan DOK2 Go Public, Persahabatan 10 Tahun Berubah Jadi Kisah Cinta
-
Mommies Daily
Aku Ingin Anakku Berhasil, tapi Ternyata Caraku Salah