sign up SIGN UP search

menyusui

Peneliti Temukan Kandungan Mikroplastik dalam ASI, kok Bisa?

Siti Masitoh   |   Haibunda Kamis, 20 Oct 2022 07:10 WIB
MIKROPLASTIK PADA ASI
Ibu Menyusui caption

Melansir laman Livemint, tim peneliti mengidentifikasi adanya mikroplastik dalam plasenta manusia pada 2020. “Jadi bukti keberadaan mikroplastik dalam ASI meningkatkan kepedulian kami terhadap populasi bayi yang sangat rentan,” kata Dr Valentina Notarstefano, di Universitas Politecnica delle Marche, di Ancona, Italia.

Penelitian ini memang telah menemukan keberadaan mikroplastik dalam ASI, tetapi jangan jadikan hal ini alasan untuk mengurangi pemberian ASI kepada Si Kecil ya Bunda. Bagaimana pun, manfaat menyusui jauh lebih besar daripada dampak negatif yang ditimbulkan oleh mikroplastik.

Namun, memang sangat penting bagi Bunda untuk menilai dan mencari cara untuk mengurangi paparan kontaminan tersebut selama kehamilan dan menyusui. Penelitian ini juga harusnya dapat meningkatkan kesadaran publik untuk menekan politisi agar bisa mempromosikan undang-undang yang bisa mengurangi polusi.


Menu diet lezat

Selain itu, ada penelitian baru lainnya yang mengungkap bahwa bayi yang diberi susu botol akan cenderung menelan jutaan mikroplastik setiap harinya dan susu sapi ternyata bisa mengandung mikroplastik lho Bunda.

Sampah plastik dengan jumlah besar yang dibuang sembarangan telah mencemari seluruh planet bersama mikroplastik. Mulai dari puncak Gunung Everest hingga ke lautan yang dalam. Bahkan bisa hidup dan dikonsumsi menjadi partikel kecil melalui makanan dan air.

Adanya mikroplastik dalam darah manusia terungkap pada Maret oleh tim yang dipimpin Prof Dick Vethaak, di Vrije Universiteit Amsterdam di Belanda.

“Sampai sekarang, tidak ada pengetahuan mengenai kemungkinan adanya dampak mikroplastik dan kontaminan terkait pada bayi yang menyusu. Oleh karena itu, harus dilakukan lebih banyak penelitian mengenai hal itu karena tahap awal kehidupan, bayi baru lahir, dan anak kecil tampaknya lebih rentan terhadap paparan bahan kimia dan partikel. Ini harus menjadi prioritas penelitian kesehatan,” kata Notarstefano.

(pri/pri)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!