sign up SIGN UP search


parenting

Pentingnya Kandungan Zat Besi & Vitamin C dalam Susu Kedelai Anak

Annisa Karnesyia Senin, 05 Apr 2021 12:50 WIB
Caucasian toddler girl is drinking milk in studio. caption
Jakarta -

Susu kedelai atau soya bisa menjadi alternatif pengganti susu sapi. Anak yang  alergi protein susu sapi sering beralih ke susu soya untuk memenuhi nutrisi dan gizinya, Bunda.

Pemberian susu kedelai pada anak enggak boleh sembarangan ya. Susu kedelai bisa diberikan jika formula protein terhidrolisa ekstensif tidak tersedia. Pemberiannya pun harus tepat dengan edukasi dari dokter.

"Boleh diberikan susu soya dengan edukasi atas anjuran dokter dan orang tua perlu tahu bahwa anak-anak yang diberikan susu soya masih mungkin timbul gejala-gejala alerginya," kata Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(K), M.Kes, dalam Webinar Festival Soya Generasi Maju via Zoom, Rabu (31/3/21).


Banner Rumput Fatimah

Kandungan susu kedelai seringkali dibandingkan dengan susu sapi. Mulai dari kandungan hingga manfaatnya untuk tumbuh kembang si Kecil.

Susu kedelai atau formula isolat protein soya dapat diberikan pada kasus alergi susu sapi ringan atau sedang. Gejalanya dapat berupa anemia defisiensi besi, muntah, diare, konstipasi, keluar darah di tinja, pilek, batik kronis, dan kolik persisten.

Bagi Bunda yang masih menyusui, ASI tetap menjadi pilihan utama sebelum memberikan si Kecil susu kedelai ya. Namun, Bunda harus pantang makanan yang mengandung protein susu sapi dan produk olahannya.

Kandungan susu kedelai sebagai pengganti susu sapi aman kok diberikan pada anak. Budi menjelaskan bahwa sejumlah penelitian telah membuktikan keamanan isolat protein soya pada produk susu.

"Pola pertumbuhan, kesehatan tulang dan fungsi metabolisme, penyerapan zat mineral tubuh, fungsi saraf, serta fungsi hormonal dari anak-anak yang mengkonsumsi isolat protein soya tidak berbeda dengan anak-anak yang mengkonsumsi susu sapi," ujar Budi.

Dalam studi lain dijelaskan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan di aspek kognitif dan bahasa anak yang diberikan susu formula soya dibandingkan anak yang minum susu sapi. Studi ini meneliti anak usia 3 sampai 5 tahun yang minum susu.

Sementara dalam studi meta analisis tahun 2010, ditemukan bahwa susu kedelai tidak memberikan efek negatif pada fungsi reproduksi dan endokrin, termasuk sistem imun dan kognitif. Artinya, mitos tentang susu kedelai dapat mengacaukan hormon reproduksi itu tidak benar ya.

Mengonsumsi susu kedelai harus memperhatikan asupan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Ini termasuk zat besi dan vitamin C. Simak penjelasan lengkap di halaman berikutnya ya.

Simak juga kandungan susu sapi yang baik untuk otak anak, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

PERAN ZAT BESI DAN VITAMIN C DI SUSU KEDELAI
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi