sign up SIGN UP search


parenting

Manfaat Vitamin C dan Dosis yang Tepat untuk Anak, Bunda Perlu Tahu

Melly Febrida Rabu, 21 Oct 2020 11:27 WIB
Beautiful lovely nice charming cheerful mom and her small little daughter in casual, holding, showing each other grapefruits, healthy natural orange fresh juice on table in light kitchen caption

Manfaat vitamin C, tentu tak perlu kita ragukan lagi dalam menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, vitamin C juga dikenal sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan anak. Kira-kira, apa saja manfaat vitamin C untuk anak ya?

Banyak manfaat vitamin C untuk kesehatan. Namun, Bunda tak harus dengan suplemen karena bisa memperoleh vitamin ini secara alami seperti tomat, paprika, brokoli,  kiwi, delima, buah jeruk, dan kentang.


Ahli gastroenterologi anak, Kadakkal Radhakrishnan, MD, menjelaskan bahwa vitamin C yang juga dikenal sebagai asam askorbat sangat dibutuhkan anak-anak. Menurutnya, salah satu fungsi yang paling terkenal dari vitamin C  mendukung sistem kekebalan tubuh.  

“Karena vitamin C adalah anti-oksidan dan penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, vitamin C sebenarnya dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan si kecil jika mereka sedang bersin,” kata Radhakrishnan dilansir Health Cleveland Clinic.

Anti-oksidan juga membantu mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas di dalam tubuh.  Vitamin C juga sangat terkonsentrasi di sel kekebalan, yang menunjukkan bahwa itu adalah agen penguat kekebalan.

Menurut Radhakrishnan, tubuh anak yang sedang tumbuh tidak dapat memproduksi vitamin C sendiri.  Jadi sebagai orang tua, Bunda harus memastikan bahwa anak makan berbagai macam buah dan sayuran berwarna setiap hari.

Kalau si kecil termasuk pilih-pilih makanan, vitamin C juga tersedia sebagai suplemen oral.  “Ada banyak jenis suplemen vitamin yang tersedia.  Sebaiknya bicarakan dengan dokter anak Anda tentang mana yang tepat untuk mereka," kata Radhakrishnan.

Apakah anak bisa kekurangan vitamin C?  “Kekurangan vitamin C sangat jarang terlihat pada anak-anak dan orang dewasa di negara maju, kecuali mereka mengalami malabsorpsi usus yang parah atau kebiasaan makan yang buruk sehingga menghindari sumber vitamin C,” kata Radhakrishnan.

Untuk mendiagnosa kekurangan vitamin C membutuhkan tes darah khusus, Bunda.  Salah satu kondisi utama yang disebabkan kekurangan vitamin C adalah penyakit kudis, yang sangat jarang terjadi. 

Orang dengan penyakit kudis mungkin memiliki bintik-bintik coklat kecil pada kulit, kulit menjadi kasar, penebalan pada gusi dan pendarahan dari selaput lendir.


Mereka juga mungkin merasa lemah atau tidak nyaman, perubahan emosi, penyembuhan luka yang buruk, nyeri tulang, dan pada tahap akhir, penyakit kuning, keterlibatan saraf dan kejang.

Bagaimana dengan vitamin C yang katanya bisa mencegah flu, apa itu benar? Kalau menurut Radhakrishnan, topik ini sudah diteliti secara ekstensif.

"Dan ada beberapa bukti bahwa vitamin C dapat mengurangi berapa lama pilek Anda bertahan,” kata Radhakrishnan.  

Namun Radhakrishnan mengatakan, mengonsumsi vitamin C secara teratur tidak mengurangi seberapa sering anak atau orang dewasa terkena flu, atau seberapa parah penyakit itu.

“Meskipun bukti medis tidak berlebihan, vitamin ini dapat membantu mengurangi durasi flu biasa,” ujar Radhakrishnan menyimpulkan.  

Inilah sebabnya, beberapa ahli kesehatan merekomendasikan vitamin C untuk flu biasa. Mengingat betapa aman dan relatif murahnya vitamin C, Radhakrishnan mengatakan bahwa mungkin boleh saja memberi anak Anda vitamin C jangka pendek selama pilek.  Tetapi hal ini harus didiskusikan dengan dokter anak.

Dikutip Complete Family Nutrition, Jane Clarke BSc, ahli nutrisi di UK, menjelaskan vitamin bersama dengan mineral memang sangat penting untuk kesehatan.  Vitamin ini hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil, jadi kebanyakan orang harus mendapatkan semua yang mereka butuhkan dari makanan.

"Namun, karena tubuh kita tidak dapat membuat sebagian besar dari mereka, penting untuk makan makanan yang bervariasi untuk memastikan Anda mendapatkan cukup," kata Clarke.

Untuk kebutuhan vitamin C, berikut dosis yang diperbolehkan menurut saran ahli:

- Dewasa pria 90 mg/dy

- Dewasa wanita 75 mg/dy

- Ibu hamil 85mg/dy

- Ibu menyusui 120mg/dy.

- Anak usia 1-3 tahun: 15mg/dy

- Anak usia 4-8 tahun 25mg/dy

- Anak usia 9-13 tahun 45mg/dy

- Anak usia 14-18 tahun pria 75mg/dy

- Anak usia 14-18 wanita 65mg/dy

Vitamin ini diklasifikasikan menjadi dua jenis berdasarkan apakah mereka larut dalam lemak atau air.  Untuk yang larut dalam lemak yakni vitamin A, D. E, dan K disimpan di dalam tubuh. Jika terjadi penumpukan yang berlebihan, itu bisa berbahaya, tetapi itu tidak mungkin terjadi jika kita makan makanan seimbang.  


Sedangkan vitamin yang larut dalam air (C, semua vitamin B, dan asam folat) tidak dapat disimpan di dalam tubuh (kecuali B12) sehingga perlu dikonsumsi setiap hari.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda. Kalau masih ragu mengenai dosis vitamin C untuk anak-anak segera temui dokter ya!

Bunda, simak juga yuk tips mengatasi flu pada anak dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi