sign up SIGN UP search


parenting

Microlax untuk Bayi Susah BAB, Apa Aman Diberikan Ya, Bunda?

Annisa Karnesyia   |   Haibunda Selasa, 14 Jun 2022 23:00 WIB
Bayi menangis Ilustrasi Bayi Menangis karena Susah BAB/ Foto: Getty Images/iStockphoto/LightFieldStudios
Jakarta -

Susah buang air besar (BAB) atau sembelit adalah masalah yang kerap dialami anak-anak sejak bayi. Kondisi ini dikhawatirkan membuat anak malas makan hingga menjadi sakit dan kekurangan nutrisi.

Sembelit biasanya terjadi pada bayi yang mulai makan makanan padat atau MPASI, Bunda. Bayi sembelit umumnya jarang BAB atau mengejan dan menangis saat mengeluarkan feses yang keras.

Melansir dari laman Very Well Family, sembelit adalah masalah umum untuk bayi hingga anak-anak dan merupakan alasan hampir 3 persen dari kunjungan ke dokter anak.


"Sembelit biasanya didefinisikan sebagai buang air besar yang keras dan menyakitkan. Ini sering terjadi pada anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa, tetapi definisinya sedikit berbeda pada bayi," kata Dokter anak sekaligus anggota American Academy of Pediatrics (AAP), Vincent Iannelli, MD.

Saat mengalami sembelit, gerakan otot usus besar akan menjadi lambat, sehingga feses pun bergerak lambat. Mengutip laman John Hopkins Medicine, pada saat itu, usus besar akan menyerap terlalu banyak air dan akhirnya feses menjadi sangat keras dan kering.

Begitu seorang anak menjadi sembelit, masalahnya bisa dengan cepat menjadi lebih buruk. Feses yang keras dan kering bisa menyakitkan untuk dikeluarkan.

Penyebab bayi susah BAB

Nah, berikut telah HaiBunda rangkum dari berbagai sumber, 4 penyebab umum bayi susah BAB atau mengalami sembelit:

1. Pola makan yang salah

Anak bisa mengalami sembelit bila mengonsumsi makanan yang tinggi lemak dan rendah serat. Ini termasuk makanan cepat saji, junk food, dan minuman ringan.

2. Kurang cairan

Bayi yang kekurangan cairan atau kurang minum juga dapat mengalami susah BAB, Bunda. Kondisi ini juga terjadi ketika bayi berubah dari ASI ke susu formula, atau mulai MPASI.

3. Masalah emosional

Pada usia yang lebih besar, susah BAB pada anak bisa disebabkan karena dia menolak pergi ke toilet saat ingin BAB. Ini sering terjadi pada anak yang sedang belajar toilet training. Anak-anak mungkin akan mengalami masalah emosional yang membuatnya sering menahan BAB dan akhirnya menjadi sembelit.

4. Penyebab lainnya

Penyebab lain bayi susah BAB bisa karena alergi atau intoleransi protein susu. Formula berbasis susu dan produk susu dalam makanan ibu yang melewati ASI kemungkinan juga dapat menyebabkan bayi susah BAB.

Tanda bayi susah BAB

Bayi yang mengalami susah BAB mungkin tidak bisa memberitahu apa yang mereka rasakan. Namun, Bunda atau Ayah bisa memperhatikan tanda-tanda yang ditunjukkan si kecil.

Mengutip dari Medical News Today, berikut beberapa tanda yang dapat diketahui apabila bayi susah BAB:

  1. Jarang buang air besar, dan konsistensi fesesnya tidak lunak.
  2. Konsistensi feses seperti tanah liat hingga keras.
  3. Mengejan atau menangis dalam waktu lama saat mencoba buang air besar.
  4. Ada bercak darah merah.
  5. Kurang nafsu makan.
  6. Perut terasa keras.

Microlax untuk bayi susah BAB

Microlax adalah salah satu obat berbentuk gel yang berfungsi untuk mengatasi sembelit atau susah BAB. Obat ini sudah banyak dijual di apotek, Bunda.

Microlax diproduksi oleh Pharos Indonesia. Obat ini telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM RI).

Menurut keterangan di kemasan, Microlax merupakan obat pencahar yang digunakan untuk mengatasi susah buang air besar (sembelit). Obat ini khususnya diberikan pada seseorang yang harus tinggal di tempat tidur, orang dewasa, orang tua, anak-anak, dan Bunda hamil alias Bumil.

Microlax bekerja degan cara menurunkan tegangan permukaan feses dan secara bersamaan menyerap air ke dalam usus besar, sehingga feses menjadi lembek. Obat pencahar ini juga melumasi bagian dalam rektum, sehingga feses menjadi lebih mudah dikeluarkan, Bunda.

Sejauh ini, belum pernah ada laporan tentang efek samping obat. Namun, penggunaan berlebihan bisa menyebabkan diare dan kekurangan cairan. Sedangkan kontraindikasinya tidak boleh digunakan pada pengidap penyakit wasir akur dan pengidap radang usus besar.

Tiap 5 mililiter (ml) produk ini mengandung:

  • Sodium Lauryl Sulfoacetate 45 miligram (mg)
  • Sodium Citrate 450 mg
  • Sorbitol 4,465 gram (g)
  • Polyethylene Glycol 400 625 mg

Lalu apa microlax dapat diberikan pada bayi susah BAB?

Obat ini bisa diberikan pada anak-anak. Menurut anjurannya, untuk anak di atas 3 tahun dan dewasa, obat dapat diberikan dengan dosis 1 tube. Cara penggunaannya dengan memasukkan pipa aplikator seluruhnya pada rektum atau anus.

Penggunaan obat ini untuk bayi perlu dikonsultasikan dulu ke dokter ya, Bunda. Selain dosis, Bunda juga perlu mengetahui efek samping dan cara penggunaan yang tepat pada bayi.

Newborn baby crying in mother handsIlustrasi Bayi Rewel karena Susah BAB/ Foto: Getty Images/damircudic

Mengatasi bayi susah BAB

Saat bayi mulai mengalami susah BAB, Bunda sebaiknya segera membawa ke dokter. Penanganan yang cepat diperlukan agar tidak berdampak pada tumbuh kembangnya.

Meski begitu, susah BAB pada bayi sebenarnya dapat dicegah dan diatasi dengan tindakan cepat di rumah. Berikut cara mencegah dan mengatasinya:

1. Konsumsi makanan berserat

Sembelit pada bayi dapat dicegah dan diatasi dengan mengatur pola makan yang tinggi serat, seperti buah-buahan dan sayuran. Makanan berserat yang masuk ke usus akan menghasilkan air dan tercampur di feses bayi yang keluar, sehingga buang air besar jadi lancar.

Selain mencegah sembelit, makanan berserat juga mencegah kolonisasi mikroba berbahaya dan menjaga pH usus. Serat sebagai prebiotik juga membantu meningkatkan kekebalan tubuh dengan meningkatkan mikroba baik, seperti bakteri asam laktat dan bifidobacteria.

"Bakteri ini dapat membantu melawan patogen berbahaya, dan dengan demikian bisa meningkatkan kekebalan tubuh," kata ahli nutrisi klinis, Swati Patwal, M. Sc, dilansir Mom Junction.

2. Penuhi asupan cairan

Air mineral sangat penting untuk melancarkan saluran pencernaan nih, Bunda. Memenuhi asupan cairan dapat mencegah kotoran menjadi kering dan menghindari anak dari dehidrasi.

Tapi ingat ya, air mineral dapat diberikan saat anak mulai MPASI. Bagi bayi yang masih menyusu, Bunda dapat memenuhi asupan cairan dari ASI.

3. Pijat perut

Memijat perut bayi bisa menjadi salah satu cara agar BAB-nya lancar, Bunda. Teknik memijat ini dinamakan teknik I Love You, di mana Bunda menggunakan dua jari untuk menekan perut bayi perlahan ke arah atas.

Pijat bayi dapat dilakukan di perut dengan pola pijatan huruf L, dan terakhir dengan pola huruf U. Supaya bayi lebih nyaman, Bunda dapat menggunakan minyak telon untuk memijat.

Selain pijat ini, Bunda juga dapat menekuk lutut bayi ke arah dada, seperti mengendarai sepeda. Cara ini dapat membantu fungsi usus bekerja lebih baik, sehingga BAB lancar.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

[Gambas:Video Haibunda]



(ank/som)
fase-anak
Anak Usia 7-12 Bulan Ketahui lebih jauh perkembangan anak 7-12 bulan. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!