cerita-bunda

Cerita Ayah Kena Baby Blues, Muak Dengar Tangis Istri

Zika Zakiya Sabtu, 19 Oct 2019 18:00 WIB
Cerita Ayah Kena Baby Blues, Muak Dengar Tangis Istri
Jakarta - Kesedihan berlebih sesudah melahirkan bukan hanya didominasi Bunda. Aku, seorang ayah baru, juga merasakannya. Dengan hebat malah.

Sebut saja namaku Boy. Aku seorang Ayah yang pernah mengalami baby blues yang kemungkinan dipicu karena transisi dan ketidaksiapan mendapat peran baru. Gejala yang aku rasakan yaitu gelisah, feeling blue, sedih namun diungkapkan dengan marah, tidak mau terlibat dalam pengasuhan, benci mendengar tangisan istri dan bayi. Ini membuatku lebih senang berlama-lama di luar rumah.

Kondisi tersebut berlangsung sekitar 20 hari. Namun, untungnya aku belum sampai pada fase depresi pasca-melahirkan. Perlahan, aku mengerti apa yang kurasakan ini tidak sehat. Aku mulai tidak tega melihat istri menangis stres sendirian merawat anak.


Di sinilah aku mulai mencari cara mencegah dampak yang lebih buruk. Aku segera mencari bantuan profesional dengan pergi ke puskesmas yang terdapat poli jiwa. Aku diedukasi untuk lebih aware pada tiap emosi dan kondisi (mindfulness). Aku juga mulai memaafkan, menerima, dan berdamai dengan diri sendiri. Tidak lupa juga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta berolahraga.

Hal terpenting termasuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, melakukan me-time, dan mengkomunikasikan apapun dengan pasangan. Hasilnya, aku bisa lebih sadar bahwa mereka yang ada di depanku ini adalah anak dan istriku.

Ilustrasi ayah alami depresi pasca melahirkanIlustrasi ayah alami depresi pasca melahirkan/ Foto: iStock
Selain itu, untuk mencegah kondisi baby blues menjadi depresi pasca-melahirkan, khususnya pada ayah, cobalah untuk Ikut terlibat dalam pengasuhan agar terbangun bonding dengan si kecil. Semoga cerita ini membantu dan menyadarkan bahwa baby blues bisa terjadi pada siapa saja, termasuk para ayah.

(Kisah Bouly di Jakarta)

**Bunda yang ingin berbagi kisah dalam Cerita Bunda, bisa kirimkan langsung ke email redaksi kami di Redaksi@haibunda.com. Cerita paling menarik akan mendapat voucher belanja dari kami. Ssst, Bunda yang tidak mau nama aslinya ditampilkan, sampaikan juga di email ya.

Cerita yang sudah dikirim menjadi milik redaksi kami sepenuhnya. (ziz/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi