KEHAMILAN
7 Jenis Rasa Sakit saat Keguguran dan Cara Mengatasinya
Melly Febrida | HaiBunda
Sabtu, 10 Jan 2026 21:00 WIBKeguguran bisanya terjadi pada usia kehamilan sebelum 20 minggu. Saat kehilangan kehamilan tersebut, seorang ibu bisa merasakan berbagai jenis sakit. Untuk itu Bunda perlu mengetahui bagaimana cara mengatasinya.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), keguguran terjadi pada setidaknya 10 persen kehamilan yang teridentifikasi secara klinis. Artinya, perempuan benar-benar tahu hamil dan beberapa keguguran terjadi bahkan sebelum Anda terlambat menstruasi.
7 Jenis rasa sakit saat keguguran dan cara mengatasinya
Fernando Mariz, MD, Dokter Spesialis Ginekologi dan Bedah Panggul di Maiden Lane Medical, menjelaskan bahwa keguguran dapat menyebabkan nyeri fisik dan emosional. Ada berbagai cara untuk mengatasinya seperti memprioritaskan istirahat hingga berbicara dengan profesional kesehatan mental.
"Ketika keguguran terjadi setelah Anda mendapatkan hasil tes kehamilan positif, itu bisa menjadi proses yang menyakitkan secara fisik dan emosional," kata Mariz dilansir dari HealthLine.
Berikut uraian tujuh jenis nyeri yang mungkin Bunda alami selama keguguran dan cara mengatasinya:
1. Kram perut
Kontraksi rahim biasanya yang menyebabkan Bunda merasakan kram saat keguguran. Sama seperti menstruasi, rahim berkontraksi untuk mengeluarkan isinya. Ini karena rahim sebagian besar terdiri dari otot sehingga kontraksi ini terasa seperti kram otot.
"Anda biasanya akan merasakan kram ini di kedua sisi perut bagian bawah atau daerah panggul. Kram mungkin datang dan pergi secara bergelombang atau nyeri Anda mungkin terasa lebih konstan," ujar Mariz.
Bunda dapat mengobati rasa nyeri dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas (OTC) seperti tylenol, kecuali jika dokter melarangnya. Selain obat-obatan, Bunda dapat menggunakan bantalan pemanas untuk meredakan kram.
2. Ketidaknyamanan pada vagina
Pada siklus haid yang normal, rahim membangun lapisan untuk mempersiapkan kehamilan. Ketika kehamilan tidak dapat berlanjut, lapisan rahim perlu luruh.
Karena tubuh sudah mempersiapkan diri untuk kehamilan, akan ada lebih banyak lapisan dan jaringan, sehingga perdarahan akan lebih banyak daripada menstruasi. Semakin lanjut usia kehamilan, semakin banyak perdarahan yang akan terjadi.
"Untuk menyerap perdarahan, Anda perlu menggunakan pembalut. ACOG tidak merekomendasikan penggunaan tampon selama keguguran. Dan karena perdarahan mungkin berlangsung lebih lama dan lebih banyak daripada menstruasi biasa, Anda mungkin merasakan ketidaknyamanan akibat penumpukan cairan," kata Mariz.
3. Kehilangan darah saat keguguran
Seorang ibu dapat kehilangan banyak darah saat keguguran. Tetaplah berhubungan dengan dokter selama proses tersebut dan hubungi dokter jika mengalami pusing atau kehilangan darah yang berlebihan. Misalnya, membasahi lebih dari dua pembalut maxi per jam selama lebih dari 2 jam berturut-turut.
Bunda perlu mengganti pembalut sesering mungkin untuk mengatasi rasa tidak nyaman. Bersihkan juga area tersebut dengan lembut menggunakan air, namun hindari sabun.
Perubahan lingkungan vagina akibat perdarahan dapat menyebabkan pertumbuhan jamur atau bakteri yang berlebihan yang dapat menyebabkan bau vagina. Jika Bunda melihat tanda-tanda infeksi jamur seperti gatal, atau jika cairan yang keluar berbau sangat busuk, hubungi dokter.
3. Mual, diare, dan muntah
Perubahan hormon dapat menyebabkan gejala gastrointestinal seperti mual, muntah, dan diare. Selain itu, juga dari efek samping obat apa pun yang Bunda minum untuk mengatasi keguguran. Diare juga dapat disebabkan relaksasi otot polos, seperti yang Bunda alami saat menstruasi.
Untuk mengatasi gejala mual, minumlah banyak air dan cobalah makan dalam porsi kecil yang terdiri dari makanan hambar dan mudah dicerna. Ini dapat mencakup:
- Nasi
- Pisang
- Bubur oat
- Telur orak-arik
- Ayam panggang polos
"Jika gejala Anda membuat Anda sulit untuk menelan makanan atau tetap terhidrasi, tanyakan kepada dokter Anda tentang minum obat anti mual atau anti diare," kata Mariz berpesan.
4. Sakit punggung
Rasa ini mirip ketika mengalami kram menstruasi yang menyebabkan punggung sakit. Kontraksi rahim selama keguguran dapat menyebabkan sakit punggu. Nyeri ini biasanya terasa di punggung bawah dan bisa ringan, sedang, atau berat.
Untuk mengatasinya sama seperti halnya kram perut, yakni dengan obat pereda nyeri dan kompres hangat. Tetapi jika sangat tidak nyaman, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter untuk mengatasinya.
5. Nyeri bahu
Nyeri bahu adalah gejala kehamilan ektopik dan merupakan keadaan darurat medis yang serius. Jika Bunda merasakan nyeri hebat di satu sisi, pusing atau demam, atau nyeri yang memengaruhi rektum, panggul, bahu, atau leher, hubungi dokter atau segera mendapatkan perawatan medis darurat.
Kehamilan ektopik mungkin tidak menyebabkan perdarahan, sehingga jenis kehamilan ini bisa lebih sulit diidentifikasi.
6. Kelemahan dan kelelahan
Ibu yang keguguran normal jika merasa lelah dan lemah setelahnya. Bunda mungkin juga mengalami sakit kepala. Jika Bunda pusing yang berlebihan atau merasa seperti akan pingsan, beri tahu dokter atau hubungi pusat perawatan darurat setempat.
Bunda harus beristirahat dan minum banyak air untuk mengatasi gejala-gejala ini. Cobalah untuk tidur, tetap terhidrasi, dan makan makanan yang kaya nutrisi.
7. Rasa sakit emosional
Tidak peduli seberapa usia kehamilan Bunda saat keguguran, Bunda berhak merasakan kesedihan. Emosi saat mengalami keguguran bisa rumit dan membingungkan. Bunda mungkin merasa sedih sekaligus lega karena semuanya telah berakhir, atau mungkin merasakan kesedihan yang mendalam dan terkadang luar biasa.
Berbicara tentang kehilangan dapat membantu. Cobalah untuk curhat kepada teman dan anggota keluarga yang Bunda percayai, grup media sosial, atau profesional kesehatan mental. Keguguran juga dapat menyebabkan depresi klinis, mirip dengan depresi pasca persalinan. Jadi pastikan untuk mencari bantuan medis jika mengalami gejala apa pun.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Kisah Kehamilan Langka Sepanjang 2025, dari Ektopik hingga Rahim Buatan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
9 Penyebab Keguguran, dari Faktor Genetik hingga Penyakit Kronis
Yuk, Bunda Lakukan Ini Usai Keguguran Supaya Cepat Pulih
Perlukah Menjalani Kuret Setelah Keguguran?
Bisakah Bunda Keguguran Tanpa Mengalami Pendarahan?
TERPOPULER
Transformasi Alifa Lubis Eks Artis Cilik, Kini Sudah 19 Tahun dan Bikin Pangling
Cerita Ashley Tisdale Keluar dari Grup 'Ibu-ibu Toksik', Ternyata Ini Alasannya...
120 Kosakata Bahasa Malaysia Sehari-hari dan Artinya
3 Resep Ayam Goreng Ketumbar yang Gurih dan Crispy
Mengenal Aturan 3-6-9 Bulan yang Perlu Dipahami Pasangan Baru
REKOMENDASI PRODUK
3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Lip Tint, Pas untuk Makeup Look Lembut
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomedasi Susu Program Hamil untuk Dukung Keberhasilan Promil
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
Review Eomma Head to Toe Happiness, Sampo & Sabun Mandi untuk Perawatan Bayi
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lipstik Warna Muted, Ada Pilihan Bunda?
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Transformasi Alifa Lubis Eks Artis Cilik, Kini Sudah 19 Tahun dan Bikin Pangling
120 Kosakata Bahasa Malaysia Sehari-hari dan Artinya
3 Resep Ayam Goreng Ketumbar yang Gurih dan Crispy
Cerita Ashley Tisdale Keluar dari Grup 'Ibu-ibu Toksik', Ternyata Ini Alasannya...
Resep Kue Tiramisu Sederhana, Dessert Klasik Khas Italia yang Lezat
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Sinopsis 'To My Beloved Thief', Drama Romantis Nam Ji Hyun dan Moon Sang Min
-
Beautynesia
8 Cara Cerdas Mengatur Rencana untuk Menjalani Hidup di Tahun Kuda Api 2026
-
Female Daily
Rasanya Lezat, Ini 5 Coffee Shop di Makkah dan Madinah yang Patut Dikunjungi saat Umroh!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Mantan Editor Vogue Bikin Novel, Disebut Rival The Devil Wears Prada
-
Mommies Daily
8 Cara Bertengkar dengan Sehat dalam Pernikahan, biar Makin Sayang!