KEHAMILAN
Penyebab Kesuburan Perempuan Menurun dengan Cepat Seiring Bertambahnya Usia
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Selasa, 17 Mar 2026 12:30 WIBPerempuan disebut memiliki jam biologis untuk bisa hamil dan melahirkan. Jam biologis ini merujuk pada faktor usia, Bunda.
Ya, seiring bertambahnya usia, tingkat kesuburan seorang perempuan akan menurun. Setidaknya, dari usia 25 hingga 40 tahun, peluang seorang perempuan untuk hamil setiap bulannya akan menurun drastis.
Selama beberapa dekade, para ilmuwan mengatakan bahwa penurunan kualitas sel telur sebagai penyebab utamanya. Namun, penelitian terbaru dari UC San Francisco dan Chan Zuckerberg Biohub San Francisco menunjukkan bahwa penurunan kesuburan lebih dari sekadar sel telur.
Menurut peneliti, sel dan jaringan di sekitar ovarium memainkan peran penting dalam bagaimana sel telur menjadi matang dan seberapa cepat kesuburan menurun. Penelitian ini didukung oleh National Institutes of Health (NIH).
"Selama ini kita menganggap penuaan ovarium hanya sebagai masalah kualitas dan kuantitas sel telur," kata profesor Obstetrics, Gynecology & Reproductive Sciences di UCSF dan penulis studi, Diana Laird, dilansir laman The University of California (UCSF).
"Kami telah menunjukkan bahwa lingkungan di sekitar sel telur, seperti sel pendukung, saraf, dan jaringan ikat, juga berubah seiring bertambahnya usia."
Menurut tim peneliti, memahami perubahan-perubahan ini bisa menjadi kunci untuk memperpanjang kesuburan dan meningkatkan kesehatan. Hal itu mengingat risiko penyakit terkait usia meningkat setelah menopause atau pengangkatan ovarium.
"Dengan menggabungkan pencitraan mutakhir dari laboratorium Laird dengan keahlian Biohub dalam dua jenis pengurutan sel tunggal, kami mampu memahami ovarium secara detail yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pendekatan berbasis teknologi ini memungkinkan kami untuk mengungkap jenis sel baru, memberikan dasar untuk penemuan di masa depan dalam kesehatan reproduksi," ungkap direktur Genomics Platform di San Francisco Biohub, Norma Neff, PhD.
Detail studi tentang penyebab kesuburan perempuan menurun
Dalam studi ini, peneliti membuat profil seperti apa proses penuaan normal pada ovarium tikus dan manusia. Pada tikus yang setara dengan usia 30 hingga 40 tahun manusia, peneliti mengamati penurunan drastis baik pada sel telur istirahat yang belum matang maupun pada sel telur yang sedang tumbuh dan mulai matang untuk ovulasi. Sama seperti perempuan di usia 30-an, tikus-tikus tersebut juga tidak mudah hamil dengan in vitro fertilization (IVF).
Nah, ketika para ilmuwan memperluas pencitraan 3D ke ovarium manusia, mereka menemukan temuan yang tak terduga. Sel telur tidak tersebar merata di seluruh ovarium. Sebaliknya, sel telur berkumpul dalam 'kantong' yang dikelilingi oleh 'zona bebas' sel telur. Seiring bertambahnya usia, kepadatan sel telur di dalam kantong-kantong ini menurun.
"Temuan ini mengejutkan. Kami berasumsi sel telur akan terdistribusi lebih merata berdasarkan apa yang kami lihat di ovarium yang sedang berkembang," ungkap peneliti Biohub dan anggota Eli and Edythe Broad Center of Regeneration Medicine di UCSF, Laird.
"Namun, kantong-kantong ini menunjukkan bahwa di dalam satu ovarium, lingkungan di sekitar sel telur dapat memengaruhi berapa lama sel telur tersebut bertahan dan seberapa baik ia matang," sambungnya.
Selanjutnya, para peneliti mempelajari gen apa yang aktif dalam sel ovarium seiring bertambahnya usia. Setelah mempelajari hampir 100.000 sel tikus dan manusia, mereka mengidentifikasi 11 jenis sel utama yang ditemukan di ovarium, termasuk satu hal yang mengejutkan, yakni sel glia atau sejenis sel pendukung yang biasanya terkait dengan saraf dan paling banyak dipelajari di otak, ternyata ada di ovarium.
Sel pendukung lainnya yang disebut fibroblas juga berubah seiring bertambahnya usia. Perubahan tersebut memicu peradangan dan pembentukan jaringan parut di ovarium perempuan berusia 50-an.
"Semua ini mengarah pada jalur penyelidikan baru tentang bagaimana saraf, pembuluh darah, dan jenis sel lainnya berkomunikasi dengan sel telur. Ini memberi tahu kita bahwa penuaan ovarium bukan hanya tentang sel telur tetapi tentang seluruh ekosistemnya," kata Laird.
Bagi para peneliti, salah satu kesimpulan terpenting dari penelitian ini adalah kesamaan antara ovarium manusia dan ovarium tikus. Temuan tersebut bisa membuat ilmuwan melanjutkan penelitiannya, Bunda.
"Hingga saat ini, masih agak belum jelas apakah kita dapat menggunakan tikus sebagai model untuk manusia dalam hal ovarium karena keduanya memiliki jendela reproduksi yang cukup berbeda. Namun, kesamaan yang kami lihat dalam penelitian ini membuat kami yakin bahwa kami dapat melanjutkan penelitian pada tikus dan menerapkan pelajaran tersebut pada manusia," ungkap Laird.
Pada akhirnya, peneliti berharap dapat menemukan cara untuk memperlambat atau menunda penuaan ovarium, untuk memengaruhi kesuburan dan penyakit lain, seperti penyakit kardiovaskular, yang umum terjadi pada wanita setelah menopause. "Menunda penuaan ovarium dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan seiring bertambahnya usia," tutup peneliti pascadoktoral di UCSF, Eliza Gaylord PhD.
Demikian hasil penelitian terkait penyebab kesuburan perempuan cepat menurut seiring bertambahnya usia. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
6 Penyakit yang Sering Mengancam Kesehatan Reproduksi Wanita, Dari PCOS hingga Mioma
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Makanan yang Dilarang Selama Program Hamil, Hindari Dulu Bun
Buah Zuriat Tingkatkan Kesuburan agar Cepat Hamil, Mitos atau Fakta?
7 Makanan Penambah Sperma, Bantu Sukseskan Program Hamil
Cara Mengonsumsi Buah Zuriat untuk Promil, Ayah Juga Perlu Tahu Lho
TERPOPULER
Suami Maissy Akhirnya Muncul, Ungkap Sudah Pisah Tempat Tinggal
Momen BCL Masak Rendang 7 Kg Jelang Lebaran, Habiskan Waktu hingga 6 Jam
Bahaya Wabah Campak untuk Anak-anak, Ketahui Penyebab hingga Cara Cegah Penularannya
Bubun Ngereview: Baju Lebaran di Thamrin City
Bisa Dilihat dari Kencing, Ini 4 Tanda Ginjal Bermasalah
REKOMENDASI PRODUK
5 Obat Anti Mabuk Perjalanan untuk Anak agar Nyaman & Bebas Mual
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bakso Kemasan Enak dan Terjangkau, Daging Sapi Berkualitas!
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Vitamin Anak untuk Daya Tahan Tubuh Selama Libur Lebaran
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Android TV Box Terbaik & Terjangkau untuk Streaming dan Gaming 2026
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Tas Brand Lokal untuk Ibu & Mertua di Bawah Rp500 Ribu, Bagus Semua!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Babymoon Tiba-tiba Jadi Tren di Korea Selatan, Ini Alasan di Baliknya
Ketahuan Tak Salat Jumat, Pria Muslim di Negara Ini Terancam Penjara 2 Tahun
Bahaya Wabah Campak untuk Anak-anak, Ketahui Penyebab hingga Cara Cegah Penularannya
Suami Maissy Akhirnya Muncul, Ungkap Sudah Pisah Tempat Tinggal
Bubun Ngereview: Baju Lebaran di Thamrin City
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Video: Pajang Video Vidi di Konten Endorse, Aghnia Punjabi Minta Maaf
-
Beautynesia
7 Film Korea Non-Romance Seru yang Cocok untuk Temani Ngabuburit
-
Female Daily
The Golden Scents Appreciation Night, Momen Scarlett untuk Rayakan dan Perkenalkan Parfum Barunya!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya Kimberly Ryder hingga Celine Evangelista Umrah di Akhir Ramadan 2026
-
Mommies Daily
Penyebab Cuaca Panas Ekstrem di Jakarta 2026, hingga Dampak yang Perlu Diwaspadai