menyusui

6 Masalah Menyusui dan Solusinya di Awal Kelahiran Bayi

Ratih Wulan Pinandu Minggu, 06 Oct 2019 09:21 WIB
6 Masalah Menyusui dan Solusinya di Awal Kelahiran Bayi
Jakarta - Masalah menyusui banyak dikeluhkan Bunda di masa-masa awal kelahiran bayi. Mulai dari ASI yang belum keluar, puting bengkak, hingga permasalahan bayi yang kesusahan menghisap puting payudara ibunya.

Sebuah ulasan dari Madela menyebutkan kalau sebuah penelitian di AS terhadap lebih dari 500 ribu orang, menemukan bahwa 92 persen ibu baru bisa menyusui anaknya di hari ketiga setelah melahirkan.

Menghadapi ASI yang tak kunjung keluar 1-2 hari setelah kelahiran bayi adalah hal normal. Bunda, jangan putus asa ketika berada dalam situasi ini. Spesialis Gizi Klinis dr Diana F. Suganda, M.Kes., Sp.GK mengatakan, kondisi tubuh Bunda yang kelelahan setelah melahirkan bisa menjadi penyebabnya.


"Bisa karena ibunya masih lelah, asupannya masih kurang, isapan bayinya masih kurang, faktornya macam-macam," jawab Diana.

Menurut Diana, biasanya permasalahan menyusui lebih banyak dihadapi ibu pada kelahiran anak pertamanya. Hal itu terjadi karena jalur menyusui masih membutuhkan rangsangan agar lancar memproduksi ASI.

6 Masalah Menyusui dan Solusinya di Awal Kelahiran Bayi6 masalah menyusui dan solusinya/ Foto: iStock

"Butuh isapan bayi, tapi bayi newborn kan masih banyak tidur. Jadi banyak faktor, asupan si ibu belum bagus, ibunya masih proses recovery dari rumah sakit, belum sempat makan dan lain-lain," terang Diana.

Nah, Bunda, biar enggak panik menghadapi situasi semacam ini, berikut 5 permasalahan menyusui yang sering dikeluhkan para Bunda baru melahirkan. Simak juga solusinya ya.

1. Menyusui terasa sakit

Pada awal-awal menyusui bayi biasanya akan membuat puting terasa sakit dan lembut, terutama setelah ASI masuk sekitar 2-4 hari setelah melahirkan. Bayi akan menyusu setiap dua jam, yang dapat membuat puting bengkak semakin parah. Pada beberapa ibu ada yang malah mengalami putingnya retak, berdarah, dan jadi melepuh.

Solusinya:

- Periksa cara menghisap pada bayi

Cobalah Bunda lihat, apakah bayi bisa menghisap dengan benar, karena itu penyebab nyeri paling memungkinkan selama menyusui. Bayi baru lahir biasanya masih kesulitan menghisap puting hingga memasukkan areola ke dalam mulutnya. Tangkupkan pelan-pelan di bawah lidahnya.

- Coba berbagai posisi menyusui

Bunda bisa mencoba berbagai posisi, agar masalah menyusui bisa segera diatasi. Gerakan santai, menyilang, gerakan seperti rugby ball, atau posisi berbaring dapat mengurangi tekanan pada bagian payudara yang paling menyakitkan.

- Obati puting yang sakit

Cobalah obati puting lecet dengan mengusapnya menggunakan kapas yang diteteskan air, setiap selesai menyusui. Cara ini dapat mencegah infeksi.

- Pakai krim payudara

Menghilangkan rasa sakit dan kulit kering di sekitar payudara, dapat dilakukan dengan memakai krim khusus payudara. Pastikan kandungannya aman untuk bayi, sehingga tidak membahayakan untuk mereka. Bunda juga meredakan rasa sakit dengan bantalan hidrogel langsung dari kulkas. Cara ini akan menghilangkan rasa sakit secara instan, dan ideal untuk penyembuhan.

- Lindungi puting

Cegah puting lecet bergesekan dengan pakaian yang Bunda kenakan. Pakailah breast pad untuk melindungi puting, agar tak membuatnya makin sakit.

2. Bonding ibu dan bayi belum tepat

Beberapa bayi baru lahir nampaknya belum berhasil membangun bonding dengan ibunya. Hal itu bisa saja terjadi karena waktu menyusui yang sangat sebentar, atau bayi lahir sebelum waktunya. Bisa juga karena bayi merasakan ketidaknyamanan setelah kelahiran yang sulit, atau ibu mereka mengalami puting terbalik.

Melansir Irishexaminer,koordinator HSE National Breastfeeding, Laura McHugh mengatakan, 86 persen dari total bayi sehat mendapatkan skin to skin setelah lahir.

McHugh mengatakan jika sebagian besar bayi, secara alami akan mencari dan meminta nyusu di payudara ibunya. Hal itu terjadi secara alamiah jika baju ibunya dibuka, dan mereka di tempatkan di dada ibunya secara langsung setelah lahir. Usahakan tiak lebih dai satu jam setelah kelahirannya.

"Kontak dari kulit ke kulit juga membantu ibu mengenali dan merespons sinyal bayi mereka. Ini merangsang pelepasan hormon yang mendukung bonding dan menyusui," ungkap McHugh.

Solusinya:

- Konsultasi ke pakar laktasi

Jika Bunda mendapatkan kasus seperti ini, segeralah menemui spesialis menyusui atau pakar laktasi, sehingga dapat mendiagnosa penyebab masalah dan membantu untuk mengatasinya.

- Dukungan yang nyaman

Bayi juga membuthkan dukungan yang nyaman saat menyusui. Pastikan mereka bisa bernapas dengan lega saat menyusu. Pastikan Bunda tidak memegang kepalanya atau mendorong mereka, ketika bayi sedang menyusu.

3. Pasokan ASI tidak mencukupi

Pasokan ASI yang tidak mencukupi dipengaruhi perubahan hormon yang terjadi secara perlahan-lahan. Hal itu biasanya tidak akan selesai sampai hari keempat kelahiran bayi. Hal ini dapat menyebabkan kekhawatiran bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup.

Selama beberapa hari pertama, Bunda hanya perlu khawatir jika dia kehilangan berat badan lebih dari yang diharapkan. Perlihatkan juga popok kotor dan basah, apakah bayi menunjukkan tanda dehidrasi.

Solusinya:

- Menyusui sesuai dengan permintaan bayi, bukan sesuai jadwal

Pada minggu pertama kelahiran bayi, susui mereka setidaknya setiap 2-3 jam selama 24 jam. Frekuensi ini akan membantu pasokan ASI akan terus berproduksi sesuai kebutuhan bayi.

- Istirahat cukup

Mengurus bayi baru lahir memang bukanlah hal yang mudah. Tapi, tetap sempatkanlah untuk beristirahat sebaik mungkin, memenuhi asupan makanan, dan minum sesuai kebutuhan tubuh. Sehingga Bunda bisa fokus menyusui.

- Periksa kenaikan berat badan bayi

Jika bayi sudah sering menyusu, bahkan jika sudah menyusu dalam 2-3 jam sekali tapi berat badan tidak bertambah itu saatnya harus menemui konsultan laktasi.

- Pompa ASI

Jika ASI belum juga mengalir, cobalah memompa payudara dengan pump elektrik ganda, sehingga bisa mengoptimalkan pasokan ASI.

4. Payudara terasa penuh dan keras

Ketika ASI mulai berproduksi maka payudara terasa penuh dan kencang. Saat bayi mau sering menyusu, ini tidak akan menjadi masalah. Tapi pada beberapa wanita ini akan menjadi tidak nyaman dan menyakitkan.

Payudara yang membesar mungkin akan terasa cukup panas karena ASI menumpuk. Meskipun hanya bersifat sementara, seperti 24-48 jam, pembengkakan juga akan membuat bayi sulit untuk menyusu, karena puting menjadi rata.

Solusinya:

- Menyusui bayi sesering mungkin.

Usahakan memberi makan setidaknya 8-12 kali dalam sehari semalam. Ini adalah solusi utama untuk mengatasi payudara bengkak.


5. Payudara bocor

Payudara bocor sangat umum terjadi di masa-masa awal menyusui, begitu ASI sudah lancar berproduksi. Salah satu payudara bocor akan sangat mungkin terjadi, saat bayi menyusui bayi di payudara lainnya. Payudara bocor ini akan mereda setelah enam minggu atau lebih setelah melahirkan.

Solusinya:

- Pakai Breast pad

Lindungi pakaian Bunda dengan mengenakan bantalan menyusui sekali pakai. Ada juga bantalan bra yang bisa dicuci.

6. Merasa sudah banyak memproduksi ASI

Di awal masa menyusui, biasanya Bunda akan memiliki banyak pasokan ASI. Pada beberapa minggu pertama terasa sakit dan keras meski telah menyusui bayi.

Jika pasokan ASI telalu keras, bisa membuat bayi yang menyusu tersedak, muntah, perut jadi tidak nyaman, kotoran berbusa dan berwarna kehijauan. Kalau bayi Bunda menunjukkan gejala-gejala tersebut, berarti Bunda memiliki banyak ASI.

Solusinya:

- Perah ASI

Mengatasi keadaan semacam ini, Bunda bisa menyetok ASI dengan memerahnya.

- Menemui pakar laktasi

Jika kondisi bayi semakin parah segera berkonsultasi dengan ahli menyusui dan dokter anak untuk mencari solusinya.

Ada jenis puting tidak normal yang membuat Bunda jadi kesulitan menyusui nih. Simak ya penjelasan lengkapnya dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi