MENYUSUI
Kebiasaan Ibu Menyusui yang Membuat Anak Berisiko Stunting
Asri Ediyati | HaiBunda
Senin, 03 Aug 2020 07:51 WIBMenyusui merupakan bagian penting yang tak boleh dilewatkan selama 1.000 hari pertama kehidupan anak. Ya, karena stunting bisa dicegah jika kita mengoptimalkan pemberian nutrisi di masa itu, Bunda.
Bicara soal stunting, pakar nutrisi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes., menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi yang terjadi akibat kekurangan gizi kronis secara akumulatif.
"(Stunting) Bukanlah kasus akut, melainkan keadaan yang terjadi sedikit demi sedikit, secara akumulatif," ujarnya di acara Tanoto Foundation Peran Komunikasi Perubahan Perilaku demi Pencegahan Stunting, baru-baru ini.
Perlu Bunda ingat, anak pendek belum tentu stunting, tapi salah satu indikator stunting adalah pendek. "Stunting bukan melulu soal tinggi badan yang tidak tercapai. Lebih jauh lagi, kondisi ini akan menentukan kualitas-kualitas anak di kemudian hari," lanjut Rita.
Oleh karena itu, kembali ditegaskan Rita bahwa 1.000 HPK itu amat penting, Bunda. Termasuk saat Bunda menyusui si kecil.
Nah, sayangnya banyak ibu menyusui yang memiliki kebiasaan atau salah persepsi terkait pemberian ASI pada anak. Rita menemukan banyak kasus di lapangan bahwa saat melahirkan, masih banyak ibu yang tidak melakukan IMD (inisiasi menyusui dini).
Ada pula yang melakukan tapi caranya salah. Bayi hanya diletakkan di area puting susu ibu, dan dianggap selesai. "Padahal yang kita inginkan, bayi bergerak sendiri dari perut ibu untuk mencari puting susu ibu," kata Rita.
Hambatan lainnya, ada persepsi bahwa ibu melahirkan pasti capek, sehingga bayi pisah kamar dengan ibu agar ibu bisa beristirahat.
Kemudian saat bayi berusia 0 - 6 bulan, tantangannya berbeda lagi. Masih banyak ibu yang tidak memberikan kolostrum atau ASI pertama, "Karena berwarna kuning sehingga dianggap kotor, lalu dibuang," ujar Rita.
Padahal kolostrum merupakan bagian ASI paling penting untuk kesehatan anak nantinya. Lalu, sebagian ibu masih menganggap bahwa ASI adalah minuman dan bukan makanan, sehingga bayi harus diberi makanan lain agar kenyang.
Banyak pula ibu yang tidak mengerti arti tangisan bayinya sendiri. "Tiap kali bayi menangis dianggap kelaparan. Begitu bayi menangis tapi ASI sudah habis, dianggapnya bayi masih lapar sehingga diberi makanan/minuman lain," papar Rita.
Kendala lain, ibu sering tidak memiliki praktik menyusui yang baik, sehingga puting menjadi luka. Sebagian ibu juga tidak memahami tahapan pengeluaran ASI. Alhasil bayi hanya mendapat karbohidrat dan protein dari ASI tapi tidak mendapat lemak.
Belum lagi, suami dan anggota keluarga lain tidak ikut terlibat dalam mengurus bayi sehingga ibu kecapekan sendiri. Duh, semoga Bunda terhindar dari kebiasaan dan kesalahan persepsi seperti yang dipaparkan tadi ya. Untuk menyukseskan Pekan Menyusui Sedunia 2020, yuk terus menyusui eksklusif dan memberikan yang terbaik untuk anak!
Simak juga cara memperbanyak ASI saat menstruasi, dalam video berikut:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Manfaat Luar Biasa IMD, Menyusui dalam 24 Jam Pertama Usai Kelahiran Bayi
10 Persiapan Penting Menyusui Sebelum Cuti Berakhir Demi Sukses ASI Eksklusif
2 Masalah Paling Umum dalam Menyusui dan Solusinya, Bunda Perlu Tahu
Alasan Bunda Perlu Menyusui Hingga 2 Tahun, Banyak Manfaat Tak Terduga
TERPOPULER
Lisa BLACKPINK Syuting Film di Jakarta & Tangerang, Ini Dampaknya ke Lalu Lintas
Potret Samuel Zylgwyn dan Franda Temani Kedua Putri Bermain Salju untuk Pertama Kalinya
Cairan Pra Ejakulasi: Fakta, Risiko Kehamilan, Tips Perlindungan Aman & Bedanya dengan Sperma
Ciri-ciri Orang yang Membosankan, Sering Ucapkan 11 Kalimat Ini Menurut Psikolog
Jangan Langsung Nyalakan Lampu Saat Masuk Kamar Hotel, Ini Alasannya
REKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
30 Vitamin yang Bagus untuk Ibu Hamil agar Tetap Sehat
Azhar HanifahREKOMENDASI PRODUK
8 Rekomendasi Yogurt untuk Ibu Hamil, Ketahui Risiko & Manfaatnya
Natasha ArdiahTERBARU DARI HAIBUNDA
Lisa BLACKPINK Syuting Film di Jakarta & Tangerang, Ini Dampaknya ke Lalu Lintas
Potret Samuel Zylgwyn dan Franda Temani Kedua Putri Bermain Salju untuk Pertama Kalinya
Cairan Pra Ejakulasi: Fakta, Risiko Kehamilan, Tips Perlindungan Aman & Bedanya dengan Sperma
Tidur yang Berkualitas akan Pengaruhi Kesehatan Mental Anak
Ciri-ciri Orang yang Membosankan, Sering Ucapkan 11 Kalimat Ini Menurut Psikolog
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Polisi Ungkap soal Bercak Darah di Sprai Kamar Lula Lahfah
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Gambar Pertama yang Dilihat Bisa Ungkap Penyebab Kecemasan Dirimu
-
Female Daily
BliBliStyle Outlet: Destinasi Baru untuk Gaya Aktif dari Brand Favorit Pasti ORI!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya Titi Kamal Olahraga Gym-Padel Bareng Bestie, Dipuji Tetap Tampil Sopan
-
Mommies Daily
Membagi Cinta ke Dua Anak, Ternyata Tidak Semudah yang Saya Kira