sign up SIGN UP search


menyusui

5 Manfaat Susu Kedelai untuk Buah Hati, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Rabu, 23 Sep 2020 14:21 WIB
Healthy hazelnut drink (smoothie) - horizontal caption
Jakarta -

Air susu ibu (ASI) menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi selama enam bulan pertama kehidupannya. Setelah itu, Bunda bisa memberikan asupan lain, seperti makanan pendamping ASI (MPASI), susu sapi, susu formula atau susu kedelai.

Untuk kondisi tertentu, seperti alergi susu sapi atau anak yang lahir dengan galaktosemia, yakni suatu kondisi bawaan di mana tubuh tidak dapat memecah galaktosa, susu kedelai biasanya menjadi pilihan. Namun bayi dengan usia di bawah 1 tahun tidak boleh mengonsumsi susu sapi, susu kedelai, dan susu nabati lain. Mengutip NHS, susu kedelai bisa diberikan pada bayi di bawah usia 6 bulan, namun dengan pengawasan medis.

Susu kedelai merupakan minuman nabati dengan kandungan protein tinggi yang terbuat dari biji kedelai, Bunda. Pembuatannya, dengan cara merendam kedelai lebih dahulu, lalu digiling, kemudian direbus dan disaring untuk menghasilkan cairan berwarna putih krem yang tampak mirip seperti susu sapi biasanya.


Manfaat susu kedelai

Susu kedelai mengandung berbagai nutrisi dan vitamin seperti tiamin, folat, riboflavin, dan vitamin D, E, dan K. Karena itu, bagi anak berusia di atas 1 tahun dan tidak toleran terhadap laktosa dan protein susu sapi, maka susu kedelai bisa menjadi pilihan, Bunda. Selain memiliki banyak kandungan nutrisi, susu kedelai juga memiliki beberapa manfaat, seperti dikutip dari Parenting Firstcry dan Abbot Family:

1. Sebagai nutrisi alternatif

Tidak seperti susu sapi, lemak jenuh dalam susu kedelai sangat rendah dan bebas dari kolesterol. Kedelai sendiri merupakan sumber nutrisi penting, baik dan alami yang penting untuk pertumbuhan serta kesehatan tubuh secara keseluruhan.

2. Sumber protein makanan

Kedelai merupakan sumber protein makanan lengkap dan berkualitas tinggi. Ini karena tidak seperti kebanyakan protein nabati, kedelai mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan. Karena itu, susu kedelai banyak dikonsumsi oleh vegetarian dan anak-anak atau orang dewasa yang tidak bisa menolerir protein hewani, termasuk susu sapi.

3. Bebas laktosa

Tidak seperti susu sapi pada umumnya, susu kedelai bebas dari laktosa yang dapat menyebabkan gejala seperti kembung, sakit perut, muntah, diare, sembelit, hingga kesulitan bernapas, Bunda. Gejala-gejala tersebut terjadi karena bakteri di usus besar menghasilkan gas dari laktosa yang tidak tercerna.

4. Bebas protein susu sapi

Bagi sebagian anak, ada yang alergi terhadap protein dalam susu sapi. Dengan begitu, susu kedelai yang bebas dari protein tersebut sangat disarankan sebagai penggantinya.

Perlu untuk diketahui, alergi susu sapi (CMA) sering disalahartikan sebagai intoleransi laktosa, namun itu berbeda karena protein dalam susu sapi adalah penyebabnya.

5. Menjaga berat badan sehat

Susu kedelai kaya akan protein, zat besi, dan berbagai vitamin penting untuk perkembangan bayi yang sehat. Susu kedelai juga rendah lemak, sehingga dapat membantu menjaga berat badan yang sehat pada bayi. Ini pada akhirnya juga membantu mengurangi risiko masalah jantung dan obesitas pada bayi.

6. Menyehatkan pencernaan

Kandungan serat yang tinggi pada susu kedelai bisa membantu menyehatkan pencernaan. Anak yang mengonsumsi susu kedelai mungkin akan lebih jarang mengalami masalah usus dan diare.

Adakah efek mengonsumsi susu kedelai?

Profesor Epidemiologi dan Nutrisi dan Kepala Departemen Nutrisi di Harvard School of Public Health, Walter C. Willett, M.D mengatakan susu kedelai aman dikonsumsi anak-anak. Ini karena selama berabad-abad, banyak orang telah mengonsumsi produk kedelai dalam jumlah besar secara rutin sepanjang hidupnya tanpa menimbulkan efek samping yang nyata.

"Saya rasa anak-anak tidak perlu menghindari susu kedelai. Namun jika ada ketidakpastian, membatasi anak-anak minum satu atau dua gelas susu kedelai sehari adalah masuk akal," katanya, dikutip dari Harvard Health Publishing.

Adapun beberapa efek negatif yang mungkin ditimbulkan jika anak mengonsumsi susu kedelai, yakni:

Alergi

Beberapa bayi mungkin mengalami alergi terhadap protein dalam susu kedelai.

Ketidakseimbangan kadar tiroid

Meski jarang terjadi, konsumsi susu kedelai dapat menyebabkan ketidakseimbangan kadar tiroid yang menyebabkan gondok.

Tips memberikan susu kedelai

Ada beberapa tips yang perlu Bunda ingat saat memberi susu kedelai untuk si kecil agar mendapatkan nutrisi yang terbaik. Berikut tipsnya:

1. Sumber kalsium

Kalsium menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung perkembangan tulang dan gigi yang kuat, Bunda. Karena susu kedelai rendah kalsium, penting bagi si Kecil untuk mendapatkan asupan kalsium dari sumber lain agar ia tak kekurangan nutrisi apapun.

2. Sebagai pelengkap, bukan pengganti

Alih-alih hanya memberi susu kedelai kepada si kecil, lebih baik dijadikan sebagai tambahan atau pelengkap untuk ASI atau susu sapi demi memastikan kesehatannya ya, Bunda.

3. Tes alergi

Untuk memastikan si kecil tak memiliki alergi terhadap susu kedelai, maka saat pertama kali, beri sedikit saja dan perhatikan efek sampingnya, Bunda. Jika Bunda melihat ada alergi, maka segeralah membawanya ke dokter.

Bunda, simak juga tips bikin camilan dari kedelai dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/AFN)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi