MENYUSUI
5 Cara Menyapih Anak dari ASI, Bunda Perlu Tahu
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Jumat, 13 May 2022 07:10 WIBProses menyapih anak dari ASI enggak gampang dilakukan, Bunda. Apalagi bila Si Kecil sudah ketergantungan menyusui langsung dari payudara.
Dokter Spesialis Anak dr. Meta Hanindita, Sp.A.(K) menjelaskan bahwa penyapihan adalah proses menggantikan Air Susu Ibu (ASI) secara bertahap dengan sumber nutrisi lainnya. Periode menyapih bisa dimulai saat bayi mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan berakhir setelah bayi tidak lagi mendapatkan ASI sama sekali.
"Menyapih adalah periode alami pada perkembangan anak. Ibu dapat merasakan emosi yang bercampur antara senang karena akan merasakan kebebasan, namun juga sedih karena bayi beralih ke level hidup selanjutnya," kata Meta dalam buku Mommyclopedia: 456 Fakta Tentang ASI & Menyusui.
Prinsip menyapih
Prinsip menyapih adalah dilakukan secara bertahap dan perlahan. Usahakan tidak melakukan menyapih secara mendadak karena anak bisa menolak.
"Perlahan yang dimaksud di sini bisa berarti dalam beberapa minggu, beberapa bulan, atau beberapa tahun," ujar Meta.
Proses menyapih secara bertahap bisa membantu anak untuk membiasakan diri dengan makanan lain selain ASI. Si Kecil juga punya kesempatan untuk berlatih minum di gelas.
Sementara untuk Bunda, proses menyapih bertahap membuat payudara dapat menyesuaikan penurunan produksi ASI lho. Dampak positifnya, Bunda bisa terhindari dari pembengkakan payudara, saluran ASI tersumbat, hingga mastitis.
Cara menyapih anak dari ASI
Melansir dari berbagai sumber, berikut 5 cara menyapih anak dari ASI:
1. Perhatikan tanda anak siap disapih
Bunda perlu mengenali kapan bayi siap disapih dari ASI. Umumnya, bayi akan memberikan beberapa petunjuk ketika siap untuk disapih. Berikut tanda-tandanya:
- Bayi lebih jarang menyusu
- Bayi mulai kehilangan minat menyusu di payudara Bunda
- Anak ingin minum dari cangkir
- Anak tetap rewel meski sudah diberi ASI
- Anak sering memainkan puting, misalnya ditarik ataupun digigit
- Perhatian anak mudah terganggu saat menyusu, terutama ketika terdapat hal yang lebih menarik, seperti makanan ataupun mainan
2. Tetapkan jadwal untuk menyapih
Menyapihlah secara bertahap. Artinya, Bunda perlu menetapkan jadwal dalam menyapih anak dari ASI. Jadwal ini dapat meliputi:
- Menunda waktu menyusui dengan mengalihkan perhatian anak
- Melewatkan jadwal menyusui yang sebelumnya sudah terjadwal sebelum menyapih
- Memperpendek waktu menyusui Si Kecil
3. Pahami emosi Bunda
Memahami emosi Bunda selama menyapih juga penting ya. Bunda enggak perlu takut atau khawatir untuk mulai menyapih anak dari ASI.
Beberapa Bunda menunda menyapih karena tak rela melepas anaknya. Padahal, menunda penyapihan akan berdampak buruk pada Bunda dan Si Kecil.
Bunda perlu mengubah mindset saat mulai menyapih. Ketahuilah bahwa menyapih adalah pengalaman emosional di mana Bunda perlu mensyukuri kemandirian anak. Proses ini menyangkut kesiapan Bunda untuk melepas anak menjadi mandiri.
4. Mengurangi secara perlahan
Cara selanjutnya yang bisa Bunda lakukan adalah dengan mengurangi secara perlahan durasi dan frekuensi menyusui. Hal ini dapat dikaitkan dengan jadwal menyapih Si Kecil.
Misalnya, ketika Si Kecil sering menyusu sebanyak enam kali per hari, maka Bunda bisa kurangi menjadi tiga hingga empat kali per hari. Selanjutnya frekuensi menyusui dapat kurangi terus-menerus secara bertahap sampai Si Kecil berhenti menyusu.
Demikian pula dengan durasi menyusui. Apabila dalam satu kali menyusui membutuhkan waktu sekitar 30 menit, maka kurangilah menjadi 20 menit. Kurangi terus durasi secara perlahan di keesokan harinya. Sesuaikan jadwal ini dengan pemberian MPASI-nya.
Melalui cara ini, Si Kecil dapat dengan mudah beradaptasi, Bunda. Proses menyapih anak dari ASI pun bisa mudah dilakukan.
5. Menyapih dengan cinta
Metode menyapih dengan cinta atau weaning with love dapat diterapkan saat menyapih anak dari ASI. Melalui metode ini, Bunda dituntut harus sabar dan melakukan penyapihan secara bertahap. Kuncinya adalah tak memaksa.
Berikut telah HaiBunda rangkum 12 tips cara menyapih anak dengan weaning with love dari dari dr. Meta Hanindita, Sp.A:
- Beberapa minggu sebelum mulai menyapih si Kecil, coba ajak dia bicara mengenai rencana ini ya, Bunda. Ulangi terus sampai Si Kecil mengerti.
- Bunda dapat menyusui saat anak memintanya, namun jangan menawarkan saat tidak meminta. Kemudian, perlahan-lahan Bunda bisa mengurangi frekuensi menyusui.
- Cari aktivitas di rumah yang bisa menggantikan waktu menyusu. Misalnya, membacakan buku cerita sebelum tidur bila sebelumnya anak suka menyusu di waktu ini.
- Saat si Kecil minta menyusu, coba tawarkan dia camilan atau susu di botol.
- Jangan langsung menyusui bila di Kecil memintanya. Coba katakan, "Nanti ya, tunggu sebentar".
- Jangan membohongi anak agar berhenti menyusu dengan menggunakan lipstik, brotowali, atau obat merah untuk mewarnai payudara agar anak takut. Bikin anak senyaman mungkin ketika disapih.
- Cari jalan lain untuk tetap dekat dengan anak saat menyapih, misalnya bermain berdua, memeluk, atau menggendong anak.
- Mulailah menyapih dengan menggantikan satu kali waktu menyusu dengan susu lain atau camilan. Berikan jarak waktu setidaknya beberapa hari sebelum menerapkan ini ya, Bunda.
- Bila ingin menyusui anak, pilihlah waktu menyusu yang paling tidak favorit untuk bayi.
- Cari cara selain menyusui untuk menidurkan anak, misalnya dengan menyanyikan lagu.
- Jika Si Kecil rewel setiap kali disapih atau diberikan makan selain ASI, coba minta orang lain untuk memberikan makanan tersebut.
- Hentikan sementara proses menyapih pada beberapa kondisi yang memberatkan anak, seperti sedang sakit, tumbuh gigi, atau baru pindah rumah.
Simak juga 5 cara menghentikan ASI tanpa rasa sakit, dalam video berikut:
(ank/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Hal yang Harus Bunda Pertimbangan Sebelum Mulai Menyapih Anak
Normalkah ASI Masih Keluar Setelah Menyapih?
Menyapih Anak Tanpa Drama, Simak 7 Langkah Lakukan Weaning With Love
Tips Sukses Menyapih Anak di Malam Hari
TERPOPULER
Ciri Orang yang Sulit Dibohongi Menurut Psikologi, Peka Membaca Gerak-gerik Orang Lain
Terpopuler: Audi Marissa & Anthony Xie Bagikan Foto Terakhir Jelang Cerai
Dion Wiyoko & Istri Rayakan Anniversary Ke-9, Kenang Momen Liburan di Berbagai Negara
Potret Naka Anak Indah Permatasari & Arie Kriting yang Baru Merayakan Ultah ke-4 dengan Tema Minion
8 Ciri Suami dengan EQ Tinggi, Terlihat dari Ucapannya kepada Istri
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lulur untuk Kulit Cerah, Halus, dan Glowing
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi AC 1/2 PK Inverter Low Watt, Bagus dan Hemat Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Hailey Bieber Bagikan Foto Langka Baby Bump Saat Hamil Jack, Curi Perhatian
Ciri Orang yang Sulit Dibohongi Menurut Psikologi, Peka Membaca Gerak-gerik Orang Lain
Terpopuler: Audi Marissa & Anthony Xie Bagikan Foto Terakhir Jelang Cerai
Dion Wiyoko & Istri Rayakan Anniversary Ke-9, Kenang Momen Liburan di Berbagai Negara
Potret Naka Anak Indah Permatasari & Arie Kriting yang Baru Merayakan Ultah ke-4 dengan Tema Minion
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Kamar Terasa Panas Tanpa AC? Cara Manfaatkan Air Cooler Portable 60W
-
Beautynesia
5 Makanan dan Minuman yang Bisa Jadi Obat Asam Urat
-
Female Daily
Takami Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Japanese Clinical Skincare dengan Teknologi Kakushitsu
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 4 September: Capricorn Berhati-hati, Pisces Jaga Tutur Kata
-
Mommies Daily
8 Event Seru di Jabodetabek 4–6 September 2026 untuk Keluarga