sign up SIGN UP search


moms-life

Sariawan pada Vagina: Penyebab, Gejala, dan Cara Tepat Mengatasinya

Kinan Minggu, 18 Jul 2021 21:45 WIB
MENCEGAH SARIAWAN PADA VAGINA
Waspadai infeksi jamur alias sariawan pada vagina. Kenali gejalanya sejak awal agar bisa lebih cepat diobati, Bunda. caption

Pencegahan sariawan pada vagina

Untuk membantu mencegah sariawan pada vagina, ada beberapa hal yang dapat Bunda lakukan:

Setelah buang air besar, basuh dari arah depan ke belakang dan bukan sebaliknya. Ini akan mencegah penyebaran Candida albicans dari anus ke vagina.

Hindari penggunaan sabun, cairan antiseptik, douche atau semprotan pewangi di area genital. Hindari juga memakai celana terlalu ketat dan berbahan sintetis.


Pertimbangkan untuk mengganti detergen cucian dengan komposisi yang lebih lembut dan ringan untuk kulit.

Apakah sariawan pada vagina termasuk infeksi menular seksual?

Sariawan vagina bukanlah infeksi menular seksual (IMS). Ini disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari jamur Candida albicans, yang biasanya ditemukan pada kulit vagina.

Pertumbuhan berlebih ini dapat terjadi karena penggunaan antibiotik, penggunaan kontrasepsi oral, kehamilan, atau perubahan siklus menstruasi.

Bisa juga ditimbulkan akibat penyakit umum seperti diabetes, kekurangan zat besi dan gangguan sistem kekebalan tubuh. Adanya riwayat masalah kulit seperti eksim juga dapat meningkatkan risiko sariawan pada vagina.

Namun terkadang, penyebab terjadinya pertumbuhan berlebih jamur candida juga tidak dapat diidentifikasi.

Berhubungan seks saat mengalami sariawan pada vagina, aman atau tidak?

Bunda masih bisa berhubungan seks saat mengalami sariawan pada vagina. Tapi tentu ini dapat memicu rasa tidak nyaman dan ada sensasi seperti terbakar selama atau setelah berhubungan seks.

Seperti disebutkan sebelumnya, sariawan pada vagina bukan termasuk infeksi menular seksual. Kendati demikian, suami terkadang bisa mengalami kemerahan dan iritasi setelah berhubungan seks.

Jika Bunda mengalami kasus sariawan pada vagina cukup sering alias berulang kali, sebaiknya segera lakukan konsultasi ke dokter.

Pastikan bahwa ini benar gangguan akibat infeksi jamur, bukan infeksi menular seksual lainnya.

Faktor apa pun yang berkontribusi terhadap pertumbuhan berlebih Candida albicans harus segera diidentifikasi dan diatasi, supaya kasus berulang bisa dicegah.

(fia/fia)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!