parenting

Waduh! Studi Sebut 95 Persen Makanan Bayi Mengandung Logam Berat

Annisa Karnesyia Senin, 28 Oct 2019 12:21 WIB
Waduh! Studi Sebut 95 Persen Makanan Bayi Mengandung Logam Berat
Jakarta - Amankah makanan bayi yang kita beri ke anak? Pertanyaan ini seringkali ditanyakan para ibu saat mulai memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) ke bayinya.

Nyatanya memang banyak ibu beralih ke produk makanan bayi instan karena praktis dan cepat. Tidak hanya menawarkan segudang nutrisi, makanan bayi yang dipasarkan tersedia dalam banyak pilihan rasa. Cocok untuk anak yang suka pilih-pilih makanan.

Tapi apa Bunda sudah memastikan keamanannya? Baru-baru ini, sebuah penelitian menemukan bahwa 95 persen makanan bayi mengandung lebih dari satu jenis logam beracun. Studi yang dilakukan oleh Healthy Babies Bright Futures menguji 168 makanan bayi dari 61 produsen.


Ditemukan 95 persen makanan bayi mengandung timbal, 73 persen mengandung arsenik, 75 persen mengandung kadmium, dan 32 persen mengandung merkuri. Seperempat dari makanan bayi itu mengandung keempat logam berat ini, Bun.

National director of science and health dari Healthy Babies Bright Futures, Jane Houlihan mengatakan, kondisi ini memang cukup memprihatinkan. Namun, belum bisa dikatakan berbahaya.

"Levelnya masih cukup rendah. Masalahnya adalah paparan ini akan bertambah jika makanan terus dikonsumsi setiap hari, dampaknya bisa kumulatif," kata Houlihan, dikutip dari CNN.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), logam beracun dapat berdampak buruk pada perkembangan anak. Di antaranya mengikis IQ anak, kemudian menyebabkan masalah pada perkembangan perilaku, serta berdampak pada organ hati dan ginjal.

"Anak-anak kecil terutama bayi adalah kelompok yang berisiko tinggi," terang FDA.

Ilustrasi makanan bayiIlustrasi makanan bayi/ Foto: iStock

Otak dan organ bayi belum sepenuhnya berkembang. Belum lagi penyerapan unsur-unsur bahan beracun yang lebih tinggi bikin kerja usus bayi lebih berat. Dalam laporan Healthy Babies, makanan yang mengandung tinggi logam adalah yang terbuat dari beras. Misalnya, sereal beras, makanan ringan berbahan beras atau beras merah, dan biskuit bayi.

Beras menempati urutan teratas karena memiliki konsentrasi arsenik anorganik yang sangat tinggi. Karena ditanam dalam air, padi bisa menyerap arsenik anorganik yang beracun.

Penulis buku What to Feed Your Baby, Dr.Tanya Altmann tidak merekomendasikan pemberian sereal beras pada bayi. Menurutnya, lebih bagus bayi diberi biji-bijian yang lebih bernutrisi.

"Saya rekomendasikan oatmeal dan sereal gandum utuh kecuali untuk menu makan pertama bayi. Lebih baik lagi ditambahkan selai kacang ke oatmeal untuk tambahan nutrisi," ujar Altman.

Untuk makan pertama anak tidak harus diberi sereal ya, Bun. Altman menyarankan untuk memberi alpukat dan sayuran, lalu beralih ke ikan salmon, ayam, daging, atau kacang-kacangan selama pemberiannya dihaluskan.

Simak juga resep sushi untuk MPASI anak usia setahun di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi