sign up SIGN UP search


parenting

Alasan Ayah Disunahkan Baca Azan & Iqamah di Telinga Bayi Baru Lahir

Melly Febrida Sabtu, 17 Oct 2020 16:54 WIB
daddy and baby Alasan Ayah disunahkan membaca azan dan iqamah di telinga bayi baru lahir/ Foto: Getty Images/Yuji_Karaki

Jakarta - Bagi keluarga Muslim, tentu sudah tak asing dengan tuntunan agar Ayah membisikkan adzan  dan iqamah di telinga bayi, sesaat setelah kelahirannya.  Tata caranya, azan akan dibacakan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri. Bukan asal mengumandangkan azan dan iqamah lho, Bunda, karena ternyata hal ini memiliki fungsi tersendiri.

Diriwayatkan Abu Rafi’, ia menceritakan, “Saya melihat Rasulullah Saw menyerukan azan di telinga Hasan bin Ali saat baru dilahirkan ibunya, Fatimah” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).


Mohammad Irsyad, M.Pd.I, pakar parenting Islami, menjelaskan bahwa Ibnu Qayyim mengatakan, seharusnya kalimat pertama yang masuk ke telinga setiap anak adalah kalimat yang berbentuk ajakan kepada kebaikan, dalam hal ini azan. Ini mengandung keagungan Allah serta dua kalimat syahadat yang bisa menobatkan dirinya menjadi Muslim.

Diriwayatkan Hasan bin Ali Ra, Rasulullah Saw bersabda, “ Siapa yang dikaruniai anak, kemudian di telinga kanannya dibacakan azan dan telinga kirinya dibacakan iqamah, maka ia tidak akan dikenai kejahatan ummus sibyan (pengikut jin- oleh sebagian orang sering disebut Al-Qarinah (HR. Baihaqi dan Ibnu Sunni).

Membacakan azan dan iqamah, kata Irsyad, membantu proses penanaman syiar-syiar Islam sedini mungkin ke dalam jiwa anak. 

“Khususnya saat anak pertama kali menghirup udara di dunia ini, seperti juga talqin kalimat tauhid yang sangat berguna ketika ia akan keluar dari dunia ini,” ujar Irsyad dalam buku 105 Inspirasi Nabi dalam Mendidik Anak.



Sementara itu, berdasarkan penelitian yang dikemukakan Murray dan Mishkin tentang sistem limbik bahwa manusia memiliki kemampuan untuk mengingat kembali segala informasi dan kesan yang masuk ke dalamnya yang diproses otak besar.

Proses ini dihasilkan dengan adanya kerja sama yang baik antara kelenjar thalamus, hypothalamus, amgydala, hippocampur, septum, dan cyngulate gyrus. Sistem kerja ini dinamakan limbik, yakni kelenjar yang terletak di bagian dalam otak besar terdiri dari kumpulan sel yang sangat halus dan berfungsi memisah informasi.

Berdasarkan informasi yang masuk ke dalam thalamus itu manusia mempunyai kemampuan untuk mengingat kembali apa yang telah terjadi.

Memang untuk daya ingat sebenarnya sejak lahir belum tajam. Tapi keterampilan ini berkembang dan meningkat jika semakin sering digunakan, sama dengan keterampilan lainnya yang akan semakin sempurna jika dilatih.

“Bukan hal yang mustahil bahwa azan dan iqamah memiliki bekas atau pengaruh tersendiri di kedalaman hati atau pikiran anak, meskipun untuk sementara ia belum mengerti maksud dan tujuan dari kalimat itu,” jelasnya.

Ibnu Qayyim juga menambahkan, dengan mengumandangkan azan dan iqamah, secara tidak langsung orang tua mengajak anaknya menyembah kepada Allah Swt, sekaligus masuk agama Islam sebelum setan sempat melancarkan aksinya dengan memalingkan dan memperdaya setiap manusia.


Jadi, bisa dipahami ya, Bunda, kalau mengumandangkan azan dan iqamah pada bayi lahir memiliki banyak harapan baik. Ceritakan pada Ayah yuk, agar lebih memaknai prosesi ini pada saat si kecil baru lahir.

Simak juga cara mengajari anak agar mau salat dan mengaji dalam video di bawah ini yuk, Bunda:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi