sign up SIGN UP search


parenting

Manfaat & Bahaya Kekurangan Vitamin B Kompleks Bagi Tumbuh Kembang Anak

Annisa Afani Kamis, 12 Nov 2020 12:48 WIB
Natural products rich in vitamin B6 and protein. Healthy diet concept for weight loss. close up caption
Jakarta -

Anak membutuhkan vitamin untuk mendukung pertumbuhannya, Bunda. Salah satu vitamin yang dibutuhkan si kecil pada masa pertumbuhannya adalah vitamin B kompleks.

Dokter anak dan ahli hepatologi di Cleveland Clinic Children's, Kadakkal Radhakrishnan mengatakan vitamin B kompleks dapat membantu meningkatkan pertumbuhan mental dan fisik anak.

"Vitamin B berperan penting dalam berbagai aspek metabolisme dan produksi energi, serta fungsi yang memadai dari sistem saraf dan sistem peredaran darah," katanya, dikutip dari U.S News.


Vitamin B kompleks merupakan gabungan dari delapan vitamin penting. Kedelapan vitamin itu, yakni vitamin B1 yang dikenal sebagai tiamin, vitamin B2 atau riboflavin, vitamin B3 atau niacin, vitamin B5 atau pantotenat, vitamin B6 atau piridoksin, vitamin B7 atau biotin, vitamin B9 atau asam folat, dan vitamin B12 atau kobalamin.

Manfaat Vitamin B Kompleks

Manfaat vitamin B kompleks pada anak akan tergantung pada jenisnya, Bunda. Dikutip dari Mom Junction dan Parenting Firstcry, berikut manfaat vitamin B kompleks untuk anak:

1. Vitamin B1

Vitamin B1 atau tiamin bertanggung jawab untuk mengubah gula dan karbohidrat menjadi energi dalam tubuh anak, Bunda. Ini juga berfungsi melindungi sistem saraf dari segala jenis kerusakan atau degenerasi, serta menyampaikan pesan dari otak atau sistem saraf ke berbagai organ tubuh.

Adapun sumber vitamin B1 berasal dari kacang-kacangan, kuaci biji bunga matahari, ikan, kacang polong, kedelai panggang, kacang hijau, roti gandum.

Perlu untuk diketahui, vitamin B1 sangat sensitif terhadap suhu. Jadi, Bunda perlu memastikan makanan yang mengandung vitamin ini tidak diolah atau dimasak terlalu matang agar kandungannya enggak hilang, ya.

2. Vitamin B2

Vitamin B2 berfungsi membantu meningkatkan produksi sel darah merah di tubuh anak. Selain itu, membantu pencernaan dan produksi energi. Vitamin ini mengaktifkan vitamin B6 dan menghasilkan vitamin B3.

Adapun sumber vitamin B2, di antaranya ikan, daging, unggas, telur, hati daging dan ayam, produk susu, alpukat, kacang-kacangan, sayuran hijau, ubi jalar, gandum utuh, jamur, rumput laut, dan kecang kedelai.

3. Vitamin B3

Vitamin ini terlibat dalam proses mengubah lemak dan karbohidrat menjadi energi. Vitamin B3 juga berguna untuk fungsi normal sistem saraf dan pencernaan, serta mempromosikan kulit yang sehat pada anak-anak.

Adapun sumber vitamin B3, yakni hati ayam dan sapi, dada ayam, ikan tuna, salmon, jamur, kacang tanah, alpukat, kacang polong,

4. Vitamin B5

Anak-anak membutuhkan vitamin B5 untuk metabolisme lemak dan karbohidrat. Di samping itu, membantu produksi sel darah merah dan hormon adrenal pada anak-anak.

Sumber vitamin B5, yakni jamur, ikan tuna, salmon, lobster, kerang, daging ayam, daging sapi, alpukat, pisang, tomat, jambu biji, brokoli, ubi jalar, bunga kol, susu, yogurt, telur, kacang kedelai, dan kuaci biji bunga matahari.

5. Vitamin B6

Vitamin ini penting dan bekerja melancarkan fungsi tubuh internal seperti kardiovaskular, sistem saraf, fungsi otak, membantu pencernaan yang baik, mengembangkan sistem kekebalan, hingga mengatur suasana hati si kecil, Bunda.

Sumber vitamin B6, yakni daging unggas, daging sapi, ikan, biji-bijian utuh, kacang dan buncis, pisang, dan kentang.

6. Vitamin B7

Vitamin B7 dapat larut dalam air dan sangat penting untuk proses metabolisme lemak, dan karbohidrat anak, Bunda. Selain itu, vitamin B7 juga berfungsi membantu menjaga pertumbuhan rambut, kuku dan saraf yang sehat, serta bermanfaat bagi penderita diabetes tipe-2 untuk mengontrol kadar insulin.

Vitamin B7 diperoleh dari jagung, sereal yang diperkaya, kuning telur, alpukat, brokoli, bunga kol, keju, bayam, dan jamur.

7. Vitamin B9

Vitamin B9 memainkan peran penting dalam pembentukan sel darah merah anak. Selain itu, juga penting dalam pertumbuhan sel darah merah yang sehat dan produksi DNA.

Sumber vitamin B9 berasal dari brokoli, selada, lobak, alpukat, tomat, pepaya, pisang, melon, kacang-kacangan, daging unggas, daging sapi, daging merah, hati ayam, ikan dan seafood, serta telur.

8. Vitamin B12

Vitamin B12 tak hanya penting bagi anak, tapi juga bagi orang dewasa, Bunda. Ini penting untuk sintesis DNA, mencegah asma pada anak, dan membantu menghambat perkembangbiakan virus HIV. Selain itu, membantu produksi sel darah merah, dan memelihara sistem saraf yang efisien.

Sumber vitamin B12, di antaranya produk susu, telur, daging sapi, daging unggas, dan kerang. Kekurangan vitamin ini bisa menyebabkan masalah serius, seperti anemia, otot rapuh, dan pertumbuhan terhenti.

Rekomendasi vitamin B kompleks untuk anak

Anak-anak dari segala usia dapat memperoleh kebutuhan vitamin B kompleks harian melalui diet atau pola makan yang seimbang dan bergizi. Berikut rekomendasi dosis yang dikonsumsi anak setiap hari:

1. Anak-anak usia 4 tahun ke atas

  • Vitamin B1: 1,5 miligram (mg)
  • Vitamin B2: 1,7 mg
  • Vitamin B5: 10 mg
  • Vitamin B6: 2 mg
  • Vitamin B7: 300 mcg
  • Vitamin B9: 400 mcg
  • Vitamin B12: 6 mcg

2. Anak berusia di bawah 4 Tahun

  • Vitamin B1: 0,5-0,7 mg
  • Vitamin B2: 0,6-0,8 mg
  • Vitamin B5: 3-5 mg
  • Vitamin B6: 0,1-0,5 mg
  • Vitamin B7: 50-150 mcg
  • Vitamin B9: 100-200 mcg
  • Vitamin B12: 2-3 mcg

Gejala kekurangan vitamin B kompleks

Anak yang mengalami kekurangan vitamin B kompleks akan menunjukkan beberapa gejala, Bunda. Berikut ini gejala-gejala anak kekurangan vitamin B kompleks:

  • Kecemasan, mudah marah, dan kelelahan.
  • Menderita beri-beri, dalam beberapa kasus bisa sampai mengakibatkan epilepsi.
  • Kekurangan vitamin B2 dapat memicu mulut kering, nyeri lidah, sensitivitas cahaya, ruam kulit, dan sakit mata.
  • Mengalami diare atau gangguan pencernaan lain, dermatitis, dan sakit perut.
  • Mengalami depresi dan membuat konsentrasi menjadi buruk.
  • Mengalami gangguan sistem saraf anak yang menyebabkan gejala seperti kesemutan, dan mati rasa.
  • Menyebabkan anak mengalami anemia megaloblastik dan keterlambatan perkembangan.
  • Terjadinya pembentukan darah yang buruk, dan otot yang lemah.

Apakah suplemen vitamin B kompleks direkomendasikan?

Jika dosis vitamin B yang dianjurkan tidak terpenuhi dengan pola makan harian anak, sebaiknya mengonsumsi suplemen vitamin.

"Anak-anak dengan diet seimbang tidak memerlukan suplemen apa pun. Namun, di era makanan cepat saji dan gaya hidup aktif ini, orang tua mungkin tidak dapat memasak makanan seimbang setiap hari," ujar Kadakkal.

Namun penting untuk berkonsultasi ke dokter sebelum memberikannya ke anak. Selain dari suplemen, terkadang suntikan vitamin B kompleks juga dapat bermanfaat lebih cepat karena secara langsung meneruskan nutrisi ke aliran darah.

Terakhir, Bunda juga perlu memahami bahwa tidak ada yang bisa menggantikan pola makan seimbang dan terlalu mengandalkan suplemen karena ini tidak baik untuk kesehatan. Nah, semoga informasi ini bermanfaat bagi Bunda, ya!

Bunda, simak juga manfaat buah naga yang kaya vitamin bagi anak dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi