MENYUSUI
2 Kunci Menyapih Anak Tanpa Galau dari Konselor Laktasi, Catat Bun
Asri Ediyati | HaiBunda
Minggu, 25 Oct 2020 19:52 WIBMenjelang anak berusia dua tahun, para bunda biasanya merasa galau untuk menyapih. Banyak yang khawatir bagaimana kalau anak enggak dekat lagi setelah berhenti nyusu, bagaimana cara mendiamkan anak kalau cranky minta menyusu, dan sederet drama lainnya.
Menurut konselor laktasi dr. Sarah Audia Hasna, kegalauan itu jelas ada karena sudah 2 tahun bersama anak. Namun, Bunda perlu ingat bahwa kebutuhan nutrisi anak tak lagi dicukupi dari ASI.
"Ya namanya kita juga relate sama anak ya selama hampir 2 tahun, dia sangat depend sama kita.Tiba-tiba kita harus memutuskan hubungan ini. Harus diputuskan karena memang di atas 2 tahun ASI sudah bukan kebutuhan nutrisi untuk si anak yang utama," kata Sarah, di Live Instagram HaiBunda Tanya Expert, baru-baru ini.
Bahkan, menurut Sarah, bagi ibu, menyusui secara langsung (direct breastfeeding) itu suatu kenikmatan tersendiri untuk bikin seorang ibu tambah rileks.
Nah, soal menyapih, kalau zaman orang tua kita dahulu, kasih brotowali, dikasih obat merah. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman, penelitian juga semakin maju maka tercetuslah adanya teori menyapih dengan cinta atau weaning with love.
"Kita mengakhiri proses menyusui itu dengan indah. Dan itu enggak cepat ya, jadi itu prosesnya hari ini kita coba, besok anaknya sudah self weaning atau menyapih sendiri," kata Sarah.
"Jadi perlahan, ada yang makan waktu 2-3 bulan, ada yang lebih lama lagi. Nantinya dengan kesiapan mental si ibu sendiri dan juga si anak. Kurang lebih seperti itu, menyapih dengan cinta," ujarnya.
Ya, memang proses menyapih itu harus perlahan, bertahap, dan harus siap mental, Bunda. Karena kalau ibunya masih galau biasanya lebih sulit untuk anaknya bisa self weaning.
Nah, untuk mempermudah proses menyapih anak, ikuti beberapa langkah di bawah ini:
1. Sugesti positif
Pertama yang disarankan oleh Sarah pada pasiennya yang datang adalah memberikan sugesti dan afirmasi positif beberapa bulan menjelang ulang tahunnya yang kedua. "Tapi saya bikin cut off-nya itu 2-3 bulan menuju ulang tahun kedua," kata Sarah.
"(Misalnya) Dia ulang tahun 3 bulan lagi, di umur 21 bulan itu sudah mulai sering-sering disugesti diberi afirmasi positif. Terutama malam hari. Anak-anak itu lebih masuk ke memorinya dia itu ketika menyusui di malam hari," paparnya.
Ketika anak sudah setengah tidur, setengah sadar di situlah Bunda bisa mulai pelan-pelan mengatakan, "Kakak, sebentar lagi mau ulang tahun. Ingat ya 3 bulan lagi sudah mau 2 tahun lho, sudah masuk usia anak-anak, sudah bisa makan banyak. Jadi ASI buat adik kecil. Nanti ASInya setop ya."
Itu dilakukan setiap hari sampai dia siap dan Bunda juga siap.
2. Mengurangi jadwal menyusui
Setelah memberikan afirmasi positif di malam hari, Bunda bisa kurangi frekuensi menyusui di siang hari.
"Jadi misalnya kita sudah beri afirmasi positif di usia 21 bulan, nanti mulai umur 22 bulan ke 23 bulan, nah itu biasanya dia lebih banyak makan ya. Sudah lebih banyak makan padatnya," tutur Sarah.
Misalnya ada jadwal menyusui di pagi hari, coba skip dulu, caranya dengan memberikan mainan yang banyak, alihkan semua perhatian anak. Sebelum jam tidur siang, anak juga perlu dikenyangkan dahulu supaya tidak terbangun.
"Kalau dia rewel mau tidur, coba dipukpuk dahulu, sampai ketiduran," kata Sarah.
Praktik kurangi frekuensi coba lakukan di siang hari terlebih dahulu. Jika berhasil, barulah berlanjut ke malam hari. Nah, simpel banget kan kiatnya, Bunda? Semoga bisa membantu Bunda dalam menyapih anak ya.
Simak juga yuk tips memperbanyak ASI saat menstruasi, dalam video di bawah ini:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Tips Menyapih Anak Tanpa Drama, Catat Bun!
Metode Weaning with Love, Cara Mudah Menyapih Anak dengan Cinta
7 Tips Melakukan Weaning with Love, Metode Menyapih Anak dengan Cinta
10 Hal yang Harus Bunda Pertimbangan Sebelum Mulai Menyapih Anak
TERPOPULER
Ini Dia Negara Paling Jujur dan Paling Tidak Jujur di Dunia, Indonesia Masuk Mana?
Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?
Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker
Darah Haid Menggumpal seperti Daging Hati Ayam, Apakah Normal?
4 Kode Warna dan Abjad Nutri-Level di Produk Pangan Olahan
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Stainless Steel SUS 430 Terbaik, Diklaim Jauh Lebih Awet & Kuat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Merek Bantal Anti Peyang, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil!
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kartu Ucapan Kelahiran Aesthetic untuk Bayi Perempuan & Laki-laki
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kasur Lantai Lipat Terbaik, Ada yang Orthopedic
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Cuaca Panas Bikin Rambut Cepat Lepek? Ini 7 Produk Perawatan Rambut yang Wajib Dicoba
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa
Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?
5 Potret Andy /rif Bersama Kedua Putranya, Beda Postur Tubuh Ayah-Anak Jadi Sorotan
Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?
Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bingung Kado Buat Sahabat Gamer? 3 Varian UNO Ini Bisa Jadi Pilihan
-
Beautynesia
7 Kebiasaan yang Bisa Memicu Kulit Wajah Breakout
-
Female Daily
5 Alasan ‘Love in Sync’ Semakin Menarik untuk Diikuti!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Video: Adu Gaya Artis di Fashion Show Monica Ivena, Siapa Paling Stylish?
-
Mommies Daily
Jangan Sampai Ketinggalan! 30 Daftar Film dan Serial Tayang Agustus 2026