sign up SIGN UP search


parenting

7 Penyebab Anak GTM dan Cara Mengatasinya, Bunda Perlu Tahu

Muhayati Faridatun Kamis, 17 Dec 2020 15:05 WIB
Penyebab anak GTM
Little Girl refusing to eat healthy lunch/snack of fruit and drink her milk caption

Penyebab anak GTM

Pengalaman Bubun, anak kedua lebih sering GTM dibanding Si Kakak. Bocah laki-laki ini pasti menolak kalau diminta makan sayuran dan buah-buahan. Mulut rapat plus ditutupi tangan, lalu menjauh sambil berteriak.

"Nggak sukaaaaa....." ucapnya.

Berbagai cara sudah Bubun lakukan, seperti mencontohkan saat kita makan, atau melihat Si Kakak melahap sayur dan buah, tetap enggak mempan. Kadang putus asa juga bagaimana cara membujuknya untuk makan, atau paling tidak mencicipi sayur dan buah.


Nah, dijelaskan dokter Aryono, ada beberapa penyebab anak GTM atau mogok makan, yakni:

1. Anak bosan

Selama pandemi Corona (COVID-19), anak pasti lebih banyak di rumah. Aktivitas mereka jadi terbatas dan berisiko kalau main di luar rumah. Inilah salah satu yang menyebabkan anak bosan dan bisa merembet ke nafsu makan jadi berkurang. Terbatasnya interaksi di luar rumah bisa membuat anak tak tertarik menyentuh makanannya.

2. Orang tua merusak aturan pemberian makan

Bunda mungkin enggak sadar saat merusak aturan pemberian makan, misalnya saat anak masih menyusu lalu melakukan GTM. Bunda kadang berpikir lebih baik memberinya susu daripada membiarkan perutnya kosong. Inilah yang bisa merusak aturan pemberian makan (feeding rules), sehingga anak lebih memilih ASI.

3. Picky eater

Dikatakan dokter Aryono, anak usia 1 hingga 3 tahun sebenarnya normal kalau picky eater. Kenapa? Anak yang tergolong picky eater hanya menolak satu kelompok makanan saja. Artinya, masih ada makanan lain yang mau dia makan.

Contohnya, di kelompok karbohidrat, anak enggak mau makan nasi dan bikin Bunda khawatir. Padahal, tidak ada aturan yang mengharuskan kita makan nasi setiap hari. Bisa lho diganti dengan sumber karbohidrat lain seperti jagung, sagu, atau roti.

"Anak tetap dapat tumbuh baik dan cerdas. Ingat, yang tidak boleh adalah tidak makan karbohidrat sama sekali," ujar dokter Aryono.

4. Selective eater

Ini adalah kondisi anak hanya mau makan satu kelompok makanan saja. Misal, maunya makan protein saja atau karbohidrat saja. Bunda dan Ayah perlu waspada nih, karena anak selective eater tergolong tidak normal. Sementara, untuk kecukupan gizi dan nutrisi, anak harus mengonsumi empat kelompok yakni karbohidrat, protein, sayur dan buah, susu.

5. Kebiasaan orang tua

Penelitian membuktikan, selera makan orang tua berpengaruh pada menu yang disajikan untuk anak. Hmmm, Bunda setuju enggak nih? Sebaiknya, orang tua memahami selera makan anak, yang bisa saja berbeda dengan kita.

6. Orang tua tak paham fungsi peran dalam pemberian makan

Bunda perlu tahu, orang tua atau pengasuh punya tugas masing-masing, sementara pemberian makan ke anak melibatkan interaksi antara si pemberi makan dan penerima makan. Kita juga harus paham, anak yang menentukan seberapa banyak porsinya dan kapan dia mau makan. Jadi, kita harus menyesuaikan kebutuhan anak.

7. Neophobia

Hati-hati, Bunda, kalau mau mencoba memberikan makanan baru ke anak. Ini untuk menghindari neophobia yakni anak takut menelan makanan baru karena belum pernah mencobanya. Jadi, Bunda enggak bisa memaksa anak untuk makan makanan baru itu. Supaya enggak trauma, berilah makanan yang dia suka.

Nah, setelah tahu apa saja penyebab anak GTM, yuk simak cara mengatasinya. Klik ya BACA HALAMAN BERIKUTNYA.

Cara mengatasi anak GTM
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi